Bismillahirrahmanirrahim,
"Mah, aku jajan yo?"
"Jajan apa?"
"Susu,"
Setelah mengambil uang di kaleng yang sudah dijatah Uti buat jajan Kenzie.
"Coba lihat dulu uangnya, berapa itu?"
"Dua ribu, ini satu dua," jawabnya sambil menyodorkan uang seribu dua lembar.
"Memang mau beli berapa susunya,"
"Dua,"
"Oke,"
Tak lama kemudian,
"Mah, ga ada kembalian, ik," katanya sambil menunjukkan susu yang berjumlah dua.
"Iya bener, to, kan satu susu harganya seribu. Uangnya dua ribu yo dapat dua,"
Kenzie hanya mengangguk dan kemudian segera berlari main lagi di luar.
Kejadian ini terulang lagi esok harinya, dia membawa uang seribuan dua. Yang ketiga kalinya dia membawa dua ribuan dua lembar. Dia bilang itu dua ribu seperti kemaren, akhirnya saya ambil selembar. Hehe.. saya kira dia sudah paham uang dua ribu, yang penting setahu dia adalah dua ribu bisa mendapat susu dua buah.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Sabtu, 14 Juli 2018
Menabung 8
Bismillahirrahmanirrahim,
Saat sedang asyik menikmati waktu sore sambil nonton serial TOP (Tukang Ojek Pengkolan), tiba-tiba Kenzie nyeletuk,
"Tabung, mah, koyo aku yo?"
Seketika saya sadar, itu adalah salah satu dialog di serial tersebut.
"Iya, tabungannya buat apa?" Tanya saya
"Buat beli mobil remote dan bola," jawab Kenzie lantang sambil ketawa.
"Buat sekolah juga dong, misal beli tas sekolah," kata saya
"Iyaaa, tas nya tayo yang besar kaya punya Fadil yo, mah?"
"Emang yang kemaren dikasih Bulek ga mau?"
"Itu kan kecil, mah," hehe. Kenzie sekarang sudah pintar menjawab. Ada saja jawabannya setiap ditanya.
"Tetapi Kenzie masih mau nabung, kan?"
"Masih," jawabnya
"Alhamdulillah, sekarang Kenzie boleh terima uang kalau dikasih ya, uangnya ditabung," (saya sempat melarang Kenzie menerima uang kalau dikasih orang, karena yang ngasih uang pesennya buat jajan, hehe.. kemudian saya minta Kenzie menjawab bukan buat jajan saja tetapi buat ditabung juga).
"Iya,"
Saya masih menekankan Kenzie buat menabung, sembari mengingatkan saya buat menabung juga. Sedangkan tentang nilai uang sedikit demi sedikit Kenzie sudah mulai paham.
"Tabung, mah, koyo aku yo?"
Seketika saya sadar, itu adalah salah satu dialog di serial tersebut.
"Iya, tabungannya buat apa?" Tanya saya
"Buat beli mobil remote dan bola," jawab Kenzie lantang sambil ketawa.
"Buat sekolah juga dong, misal beli tas sekolah," kata saya
"Iyaaa, tas nya tayo yang besar kaya punya Fadil yo, mah?"
"Emang yang kemaren dikasih Bulek ga mau?"
"Itu kan kecil, mah," hehe. Kenzie sekarang sudah pintar menjawab. Ada saja jawabannya setiap ditanya.
"Tetapi Kenzie masih mau nabung, kan?"
"Masih," jawabnya
"Alhamdulillah, sekarang Kenzie boleh terima uang kalau dikasih ya, uangnya ditabung," (saya sempat melarang Kenzie menerima uang kalau dikasih orang, karena yang ngasih uang pesennya buat jajan, hehe.. kemudian saya minta Kenzie menjawab bukan buat jajan saja tetapi buat ditabung juga).
"Iya,"
Saya masih menekankan Kenzie buat menabung, sembari mengingatkan saya buat menabung juga. Sedangkan tentang nilai uang sedikit demi sedikit Kenzie sudah mulai paham.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Minggu, 08 Juli 2018
Menabung 7
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini saya dan Kenzie membuka tabungan.
"Kenzie, sepertinya tabungannya sudah penuh. Kita hitung yuk," kata saya.
"Iyaa," jawab Kenzie dengan semangat.
Tak lama kemudian,
"Alhamdulillah, totalnya 65 ribu. Sudah cukup karena harga mobilnya 52 ribu dan ada sisanya nih. Sisanya tetap ditabungan, ya?"
"Beli mobil remote sama bola, Mah?"
Budhe yang mendengarnya menjawab,
"Satu aja dulu,"
"Iya, mobil remote dulu, bola nya nanti saja. Bola nya masih bagus, cuma bolong dikit og. Nanti kalau sudah robek dan ga bisa dipakai lagi baru kita membeli yang baru pakai uang tabungan ini, oke?" Kata saya.
"Ooo," jawab Kenzie
"Yuk, siap-siap. Kita berangkat sekarang,"
"Horeee,"
Sesampainya di toko, kita menanyakan mobil remote yang diinginkan. Ternyata oh ternyata yang sesuai dengan target (52 ribu) sudah habis adanya yang harga 65 ribu (pas banget dengan semua tabungannya, tapi tidak dibawa semua, hadeeh). Baiklah, harus segera ambil keputusan, tetap membeli atau batal. Kalau batal, ngga tega.
Setelah yakin ingin tetap membeli, maka mainannya perlu uji coba. Ternyata setelah uji coba, mobilnya tidak mau jalan lurus artinya bermasalah. Pilihan berikutnya harga lebih tinggi, yakni menjadi 85 ribu. Ehmm.. setelah dipikir matang-matang, saya tetap membelikannya mainan. Sembari mainannya diuji coba saya memberi pengertian kepada Kenzie kalau uangnya masih kurang jadi nanti harus mengganti uang mamah dengan menabung lagi. Hanya anggukan yang saya dapat karena dia sedang fokus ke mainannya yang lagi diuji coba. Akhirnya terbeli sudah mainan tersebut dengan harga 85 ribu yang jauh dari target awal.
Hal tersebut menjadi dilema saya karena kejadian ini sudah berulangkali terjadi. Tidak hanya untuk keperluan anak, keperluan saya dan suami sering melebihi target. Sepertinya saya dan suami harus memiliki mental baja untuk mengerem keinginan dan hanya berdasarkan kebutuhan. Saat ini, saya masih memilah mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Bismillahirrahmanirrahim..semoga segera terealisasi. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Hari ini saya dan Kenzie membuka tabungan.
"Kenzie, sepertinya tabungannya sudah penuh. Kita hitung yuk," kata saya.
"Iyaa," jawab Kenzie dengan semangat.
Tak lama kemudian,
"Alhamdulillah, totalnya 65 ribu. Sudah cukup karena harga mobilnya 52 ribu dan ada sisanya nih. Sisanya tetap ditabungan, ya?"
"Beli mobil remote sama bola, Mah?"
Budhe yang mendengarnya menjawab,
"Satu aja dulu,"
"Iya, mobil remote dulu, bola nya nanti saja. Bola nya masih bagus, cuma bolong dikit og. Nanti kalau sudah robek dan ga bisa dipakai lagi baru kita membeli yang baru pakai uang tabungan ini, oke?" Kata saya.
"Ooo," jawab Kenzie
"Yuk, siap-siap. Kita berangkat sekarang,"
"Horeee,"
Sesampainya di toko, kita menanyakan mobil remote yang diinginkan. Ternyata oh ternyata yang sesuai dengan target (52 ribu) sudah habis adanya yang harga 65 ribu (pas banget dengan semua tabungannya, tapi tidak dibawa semua, hadeeh). Baiklah, harus segera ambil keputusan, tetap membeli atau batal. Kalau batal, ngga tega.
Setelah yakin ingin tetap membeli, maka mainannya perlu uji coba. Ternyata setelah uji coba, mobilnya tidak mau jalan lurus artinya bermasalah. Pilihan berikutnya harga lebih tinggi, yakni menjadi 85 ribu. Ehmm.. setelah dipikir matang-matang, saya tetap membelikannya mainan. Sembari mainannya diuji coba saya memberi pengertian kepada Kenzie kalau uangnya masih kurang jadi nanti harus mengganti uang mamah dengan menabung lagi. Hanya anggukan yang saya dapat karena dia sedang fokus ke mainannya yang lagi diuji coba. Akhirnya terbeli sudah mainan tersebut dengan harga 85 ribu yang jauh dari target awal.
Hal tersebut menjadi dilema saya karena kejadian ini sudah berulangkali terjadi. Tidak hanya untuk keperluan anak, keperluan saya dan suami sering melebihi target. Sepertinya saya dan suami harus memiliki mental baja untuk mengerem keinginan dan hanya berdasarkan kebutuhan. Saat ini, saya masih memilah mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Bismillahirrahmanirrahim..semoga segera terealisasi. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Rabu, 04 Juli 2018
Menabung 6
Bismillahirrahmanirrahim,
Pulang dari bermain, Kenzie bercerita,
"Mah, bolaku bocor, trus nanti to beli lagi yo sama mobil remote juga,"
"Boleh, tapi ingat tunggu apa?" Tanya saya.
"Papah pulang," jawabnya senyum-senyum.
(Edisi kangen papah)
"Hehe.. baiklah, mamah ijinin beli bola nya, tapi nanti ga jajan dulu di Mbah Tentrem (tukang sayur), ya?"
"Ehmmm... Ehmmm... Susu ma jajan?"
"Iya, beli bolanya saja dulu dengan syarat tidak jajan selama dua hari. Atau uang jajannya dikurangi sebagian ditabung,"
Tak lama kemudian,
"Sayur, sayur,.. sayurnya, Bu," teriak Mbah Tentrem.
"Mah, aku jajan ya?"
"Mau beli apa? Uangnya mana?"
Kenzie masuk kamar kemudian keluar lagi membawa uang seribu.
"Ini," katanya memperlihatkan uang tersebut.
"Boleh, nanti jajannya dapat dua, jangan beli susu ya?" (Kalau beli susu cuma dapat satu padahal Kenzie kalau beli maunya dua dan jatah jajan Kenzie biasanya dua ribu)
Kali ini Kenzie mau menuruti untuk tidak dijalankan semua. Sisa seribunya masuk tabungan tapi mamah yang masukin.
"Mah, jajannya cuma dapat satu. Habis. Kembaliannya mamah yang ambil di Mbah Tentrem ya," katanya sambil memperlihatkan jajanannya.
"Oke,"
Entah mengapa, terkadang Kenzie tidak mau menerima kembalian uang jajannya. Sampai saat ini saya masih belum paham tentang perlakuan ini.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Pulang dari bermain, Kenzie bercerita,
"Mah, bolaku bocor, trus nanti to beli lagi yo sama mobil remote juga,"
"Boleh, tapi ingat tunggu apa?" Tanya saya.
"Papah pulang," jawabnya senyum-senyum.
(Edisi kangen papah)
"Hehe.. baiklah, mamah ijinin beli bola nya, tapi nanti ga jajan dulu di Mbah Tentrem (tukang sayur), ya?"
"Ehmmm... Ehmmm... Susu ma jajan?"
"Iya, beli bolanya saja dulu dengan syarat tidak jajan selama dua hari. Atau uang jajannya dikurangi sebagian ditabung,"
Tak lama kemudian,
"Sayur, sayur,.. sayurnya, Bu," teriak Mbah Tentrem.
"Mah, aku jajan ya?"
"Mau beli apa? Uangnya mana?"
Kenzie masuk kamar kemudian keluar lagi membawa uang seribu.
"Ini," katanya memperlihatkan uang tersebut.
"Boleh, nanti jajannya dapat dua, jangan beli susu ya?" (Kalau beli susu cuma dapat satu padahal Kenzie kalau beli maunya dua dan jatah jajan Kenzie biasanya dua ribu)
Kali ini Kenzie mau menuruti untuk tidak dijalankan semua. Sisa seribunya masuk tabungan tapi mamah yang masukin.
"Mah, jajannya cuma dapat satu. Habis. Kembaliannya mamah yang ambil di Mbah Tentrem ya," katanya sambil memperlihatkan jajanannya.
"Oke,"
Entah mengapa, terkadang Kenzie tidak mau menerima kembalian uang jajannya. Sampai saat ini saya masih belum paham tentang perlakuan ini.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Selasa, 03 Juli 2018
Menabung 5
Bismillahirrahmanirrahim,
"Mah, Fito punya mobil remote tapi baterainya habis jadi ga bisa jalan," katanya tiba-tiba.
"Oh iya, Kenzie yang sabar dulu ya? Belinya kalau tabungannya sudah cukup, oke?"
Dia hanya menganggukkan kepalanya saja.
Sepertinya Kenzie sudah tidak sabar untuk segera memiliki mainan tersebut. Saya juga harus sabar memberikan pengertian. Karena setiap hari Kenzie bermain dengan teman-temannya yang kemungkinan besar saling menunjukkan mainan masing-masing. Seperti percakapan di atas, si anu punya ini, si anu punya itu, dan seterusnya.
Sore ini, saya mencoba mengingatkan Kenzie akan tabungannya.
"Kenzie, sudah pengin beli mobil remote ya?"
"Iya, nanti bisa ndren ndren.." jawabnya sambil mempraktekkan seakan memegang remote mobil. Hehe..
"Kenzie beli nya nanti setelah ... Setelah apa, zie?" Tanya saya
"Papah pulang," jawabnya langsung
Hahaha..padahal jawaban yang saya inginkan adalah tabungannya penuh. Baiklah.. saya harus bekerja ekstra lagi.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
"Mah, Fito punya mobil remote tapi baterainya habis jadi ga bisa jalan," katanya tiba-tiba.
"Oh iya, Kenzie yang sabar dulu ya? Belinya kalau tabungannya sudah cukup, oke?"
Dia hanya menganggukkan kepalanya saja.
Sepertinya Kenzie sudah tidak sabar untuk segera memiliki mainan tersebut. Saya juga harus sabar memberikan pengertian. Karena setiap hari Kenzie bermain dengan teman-temannya yang kemungkinan besar saling menunjukkan mainan masing-masing. Seperti percakapan di atas, si anu punya ini, si anu punya itu, dan seterusnya.
Sore ini, saya mencoba mengingatkan Kenzie akan tabungannya.
"Kenzie, sudah pengin beli mobil remote ya?"
"Iya, nanti bisa ndren ndren.." jawabnya sambil mempraktekkan seakan memegang remote mobil. Hehe..
"Kenzie beli nya nanti setelah ... Setelah apa, zie?" Tanya saya
"Papah pulang," jawabnya langsung
Hahaha..padahal jawaban yang saya inginkan adalah tabungannya penuh. Baiklah.. saya harus bekerja ekstra lagi.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Senin, 02 Juli 2018
Menabung 4
Bismillahirrahmanirrahim,
Tidak banyak cerita hari ini tentang proyek menabungnya Kenzie karena si adek lagi tidak enak badan. Setelah menemani adek pijat, kita bertiga pergi ke tempat budhe. Sebelum berangkat saya sudah membeli jamu juga yang lumayan banyak buat dimakan rame-rame dengan sepupunya Kenzie sekalian mencoba resep baru, jamur krispi.
Sesampainya di rumah budhe, mba Rani menunjukkan peralatan sekolahnya yang baru. Insya Allah, tahun ini mba Rani masuk kelas satu SD. Kenzie hanya diam memperhatikan semua peralatan tersebut. Hehe.. sabar, le.. insya Allah tahun depan.
Setelah dicek satu per satu saya melihat ada kurang, yakni buku gambar dan pensil warnanya. Mendengar itu, Kenzie langsung bersemangat sambil teriak aku juga mau, mah, katanya. Saya jawab iya nanti belinya sekalian dua, masing-masing satu.
Kemudian, saya mengajak mba Rani untuk menabung dan menjelaskan manfaat menabung yang salah satunya bisa membeli peralatan sekolah buat tahun depan.
"Tapi aku sudah punya, tuh," kata mba Rani sambil nunjuk celengan kucing warna merah.
"Oke sip, tapi nanti kalau di sekolah tabung di Bu guru, ya. Uangnya jangan buat jajan semua, sebagian ditabung," jawab saya.
Tak lupa saya berpesan jangan membeli mainan terus kaya di TK.
Reaksi Kenzie hanya diam saja. Hehe..
"Kenzie nanti ya kalau sekolah beli kaya punya mba Rani," kata saya dan Kenzie hanya mengangguk kemudian mengajak mba Rani bermain.
Mereka berdua bermain, saya dan kakaknya Rani, Rini, memasak jamur. Baru separuh yang matang sudah dicomot mereka berdua dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskan semuanya. Alhamdulillah, semua senang.
Semoga mba Rani dan terutama Kenzie memahami tentang menabung yang dijelaskan secara ringkas tadi. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Tidak banyak cerita hari ini tentang proyek menabungnya Kenzie karena si adek lagi tidak enak badan. Setelah menemani adek pijat, kita bertiga pergi ke tempat budhe. Sebelum berangkat saya sudah membeli jamu juga yang lumayan banyak buat dimakan rame-rame dengan sepupunya Kenzie sekalian mencoba resep baru, jamur krispi.
Sesampainya di rumah budhe, mba Rani menunjukkan peralatan sekolahnya yang baru. Insya Allah, tahun ini mba Rani masuk kelas satu SD. Kenzie hanya diam memperhatikan semua peralatan tersebut. Hehe.. sabar, le.. insya Allah tahun depan.
Setelah dicek satu per satu saya melihat ada kurang, yakni buku gambar dan pensil warnanya. Mendengar itu, Kenzie langsung bersemangat sambil teriak aku juga mau, mah, katanya. Saya jawab iya nanti belinya sekalian dua, masing-masing satu.
Kemudian, saya mengajak mba Rani untuk menabung dan menjelaskan manfaat menabung yang salah satunya bisa membeli peralatan sekolah buat tahun depan.
"Tapi aku sudah punya, tuh," kata mba Rani sambil nunjuk celengan kucing warna merah.
"Oke sip, tapi nanti kalau di sekolah tabung di Bu guru, ya. Uangnya jangan buat jajan semua, sebagian ditabung," jawab saya.
Tak lupa saya berpesan jangan membeli mainan terus kaya di TK.
Reaksi Kenzie hanya diam saja. Hehe..
"Kenzie nanti ya kalau sekolah beli kaya punya mba Rani," kata saya dan Kenzie hanya mengangguk kemudian mengajak mba Rani bermain.
Mereka berdua bermain, saya dan kakaknya Rani, Rini, memasak jamur. Baru separuh yang matang sudah dicomot mereka berdua dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskan semuanya. Alhamdulillah, semua senang.
Semoga mba Rani dan terutama Kenzie memahami tentang menabung yang dijelaskan secara ringkas tadi. Aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Minggu, 01 Juli 2018
Menabung 3
Bismillahirrahmanirrahim
Godaan datang saat Kenzie ikut saya ke toko membeli susu dan perlengkapan adek. Ada mainan kesukaan yang belum dia punya. Setelah saya cek, harganya sama dengan harga mobil remote. Akhirnya, saya menawarkan Kenzie mau mainan ini apa mobil remote tetapi nggak sekarang.
"Mah, nunggu papah pulang, ya?"
"Kalau tabungannya sudah cukup ngga perlu nunggu papah. Belinya sama mamah, mau?"
"Mau, mah?"
Tak lama kemudian, dia merengek lagi.
"Kenzie mau apa?"
"Mau yang ini," katanya sambil nunjuk mainannya tadi.
"Ngga sekarang ya? Nunggu tabungan Kenzie cukup,"
"Ya, tapi aku mau susu coklat ya?"
"Ya," jawab saya dengan terpaksa.
Bismillahirrahmanirrahim, saya harus tetap bertahan dengan keputusan sebelumnya, yakni menunggu tabungannya cukup. Semangat, buk!
Karena Kenzie sudah menuruti permintaan saya dan tidak banyak rewel tadi, maka tabungannya ditambah lagi hari ini.
"Mamah aja yang masukin ke tabungan," jawabnya.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Godaan datang saat Kenzie ikut saya ke toko membeli susu dan perlengkapan adek. Ada mainan kesukaan yang belum dia punya. Setelah saya cek, harganya sama dengan harga mobil remote. Akhirnya, saya menawarkan Kenzie mau mainan ini apa mobil remote tetapi nggak sekarang.
"Mah, nunggu papah pulang, ya?"
"Kalau tabungannya sudah cukup ngga perlu nunggu papah. Belinya sama mamah, mau?"
"Mau, mah?"
Tak lama kemudian, dia merengek lagi.
"Kenzie mau apa?"
"Mau yang ini," katanya sambil nunjuk mainannya tadi.
"Ngga sekarang ya? Nunggu tabungan Kenzie cukup,"
"Ya, tapi aku mau susu coklat ya?"
"Ya," jawab saya dengan terpaksa.
Bismillahirrahmanirrahim, saya harus tetap bertahan dengan keputusan sebelumnya, yakni menunggu tabungannya cukup. Semangat, buk!
Karena Kenzie sudah menuruti permintaan saya dan tidak banyak rewel tadi, maka tabungannya ditambah lagi hari ini.
"Mamah aja yang masukin ke tabungan," jawabnya.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Sabtu, 30 Juni 2018
Menabung 2
Bismillahirrahmanirrahim,
Saat memasukkan uang ke tabungan, Kenzie malah bilang,
"Es kebak beli mercon, mah,"
"Apa?"
"Eh, nggak-nggak, mah," jawabnya sambil senyum-senyum.
"Yang bener mana, mas? Beli mercon apa mobil remote?" Tanya saya menegaskan kembali tujuannya menabung.
"Yang bener, be..li..mo..bil..ko..rek.."
"Apaan tuh? Mobil dan korek?"
Kenzie hanya senyum-senyum lagi. Hehe.. maksud dia tuh memang berniat beli mercon seperti sepupunya.. hadeh.. demam mercon beserta teman-temannya masih ramai dikalangan anak-anak walau ramadhan dan lebaran sudah lalu. Tetapi pembicaraan tentang itu masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan Kenzie masih menyimpan korek, walaupun sudah tak terpakai lagi.
Untuk mengalihkan pembicaraan tentang mercon dan korek, saya bilang ke Kenzie kalau hasil tabungannya nanti dibagi dua dengan adek.
"Mas, beli mobilnya dua ya? Adek satu mas satu,"
"Iya, mah," terus dia mendekati adeknya.
"Dek, nanti mas beli mobilnya dua ya? Adek satu mas juga satu. Kita main bareng ya?"
Aduh..duh.. manisnya mas Kenzie ke adek. Muah muah..
Membicarakan tentang mobil, mengingatkan Kenzie akan papah dan mobilnya. Ternyata Kenzie bermaksud membeli mobil remote nya naik mobil dengan papah. Waktu saya bilang mobilnya sudah dijual, Kenzie malah nangis dan bilang ga boleh.
"Kalau gitu, Kenzie berdoa sama Allah supaya rejeki papah lancar biar bisa beli mobil lagi," bujuk saya
"Beli mobil baru, mah?"
"Iya,"
"Berdoanya di masjid setelah selesai sholat, ya, jadi di masjid itu sholat dan berdoa bukan lari-larian, oke?"
"Iya ya, sudah, mah," pintanya untuk menyudahi saya sambil menurunkan tangan saya yang seperti berdoa.
Ya, Kenzie begitu kalau dibilangin. Malah pergi main masak-masakan dan bikin rumah buat adek. Hadeh.. Kenzie suka main masak-masakan. Mungkin kelak dia ingin jadi koki. Semoga terkabul ya, Le..aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Saat memasukkan uang ke tabungan, Kenzie malah bilang,
"Es kebak beli mercon, mah,"
"Apa?"
"Eh, nggak-nggak, mah," jawabnya sambil senyum-senyum.
"Yang bener mana, mas? Beli mercon apa mobil remote?" Tanya saya menegaskan kembali tujuannya menabung.
"Yang bener, be..li..mo..bil..ko..rek.."
"Apaan tuh? Mobil dan korek?"
Kenzie hanya senyum-senyum lagi. Hehe.. maksud dia tuh memang berniat beli mercon seperti sepupunya.. hadeh.. demam mercon beserta teman-temannya masih ramai dikalangan anak-anak walau ramadhan dan lebaran sudah lalu. Tetapi pembicaraan tentang itu masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan Kenzie masih menyimpan korek, walaupun sudah tak terpakai lagi.
Untuk mengalihkan pembicaraan tentang mercon dan korek, saya bilang ke Kenzie kalau hasil tabungannya nanti dibagi dua dengan adek.
"Mas, beli mobilnya dua ya? Adek satu mas satu,"
"Iya, mah," terus dia mendekati adeknya.
"Dek, nanti mas beli mobilnya dua ya? Adek satu mas juga satu. Kita main bareng ya?"
Aduh..duh.. manisnya mas Kenzie ke adek. Muah muah..
Membicarakan tentang mobil, mengingatkan Kenzie akan papah dan mobilnya. Ternyata Kenzie bermaksud membeli mobil remote nya naik mobil dengan papah. Waktu saya bilang mobilnya sudah dijual, Kenzie malah nangis dan bilang ga boleh.
"Kalau gitu, Kenzie berdoa sama Allah supaya rejeki papah lancar biar bisa beli mobil lagi," bujuk saya
"Beli mobil baru, mah?"
"Iya,"
"Berdoanya di masjid setelah selesai sholat, ya, jadi di masjid itu sholat dan berdoa bukan lari-larian, oke?"
"Iya ya, sudah, mah," pintanya untuk menyudahi saya sambil menurunkan tangan saya yang seperti berdoa.
Ya, Kenzie begitu kalau dibilangin. Malah pergi main masak-masakan dan bikin rumah buat adek. Hadeh.. Kenzie suka main masak-masakan. Mungkin kelak dia ingin jadi koki. Semoga terkabul ya, Le..aamiin.
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Jumat, 29 Juni 2018
Menabung
Bismillahirrahmanirrahim,
Menabung
"Kenzie, ini ada uang 5 ribu, masukkan ke celengan ya?"
"Ditabung, mah?"
"Iya, katanya mau menabung buat beli mobil remote?"
"Oh,," jawabnya sambil berlari mengambil celengan.
"Yang ini lho, mah, yang buat beli mobil remote," katanya sambil menjelaskan.
Hehe.
"Iya, nih masukkan ke celengan,"
"Jadi ada dua dong, mah?" Jawabnya setelah menerima uang tersebut.
Terlihat jelas dia masih bingung tentang menabung ini.
"Iya, ini namanya menabung, uangnya dikumpulkan dulu, nanti kalau sudah penuh baru dibuka dan kalau sudah cukup bisa dibelikan mobil remote," kata saya berusaha menjelaskan dengan detail. Dan sepertinya dia masih belum paham hanya anggukan dan senyuman kecil yang saya terima. Baiklah Pe eR buat saya. Hehe. Semangat!!
Kegiatan Kenzie masih berlanjut ke uang yang sudah dijatah semalam buat beli jajanan di tukang sayur. Berhubung pagi ini ke pasar tiban jadi saya mengajak Kenzie untuk tidak jajan lagi di tukang sayur karena uangnya nanti dipakai buat jajan di pasar saja dan dia mengiyakan.
Yang terjadi di pasar adalah Kenzie jajan melebihi target, dari seribu menjadi dua ribu. Sudah saya cegah tetapi dia malah ngambek, tidak enak dengan adanya orang banyak yang sebagian besar mereka adalah tetangga, akhirnya saya meloloskan keinginannya. Memang kecil nilainya, tetapi saya ingin menegaskan kalau uangnya hanya bisa beli satu barang saja. Dan saya belum sanggup tega(s). Ini juga sudah sering terjadi sebelumnya (tepok jidat deh).
Pernah saya berbuat tega(s) ini di depan tukang sayur. Karena dulu Kenzie jajan tanpa bawa uang (belum kenal uang), saya pesen ke beliau, kalau Kenzie jajan tolong tanyain uangnya, ya, kalau ga bawa uang ga boleh ambil jajanan.
Eh, beliau malah bilang ke saya, "Kasihan to, mbak, masih kecil, nanti saya yang nagih ke mbak,"
"Mumpung masih kecil, Mbah, biar ga kebablasan, nanti nek Mbah lupa bagaimana? Mbah bisa rugi to?" jawab saya.
Hehe.. kalau membicarakan bagaimana Kenzie membelanjakan uangnya banyak cerita seru. Yang sulit memberikan pengertian nya.. bismillahirrahmanirrahim, pelan-pelan kita belajar bareng ya, Le..jangan lupa doain mamah supaya bisa menahan amarah saat belajar denganmu.. aamiin..
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Menabung
"Kenzie, ini ada uang 5 ribu, masukkan ke celengan ya?"
"Ditabung, mah?"
"Iya, katanya mau menabung buat beli mobil remote?"
"Oh,," jawabnya sambil berlari mengambil celengan.
"Yang ini lho, mah, yang buat beli mobil remote," katanya sambil menjelaskan.
Hehe.
"Iya, nih masukkan ke celengan,"
"Jadi ada dua dong, mah?" Jawabnya setelah menerima uang tersebut.
Terlihat jelas dia masih bingung tentang menabung ini.
"Iya, ini namanya menabung, uangnya dikumpulkan dulu, nanti kalau sudah penuh baru dibuka dan kalau sudah cukup bisa dibelikan mobil remote," kata saya berusaha menjelaskan dengan detail. Dan sepertinya dia masih belum paham hanya anggukan dan senyuman kecil yang saya terima. Baiklah Pe eR buat saya. Hehe. Semangat!!
Kegiatan Kenzie masih berlanjut ke uang yang sudah dijatah semalam buat beli jajanan di tukang sayur. Berhubung pagi ini ke pasar tiban jadi saya mengajak Kenzie untuk tidak jajan lagi di tukang sayur karena uangnya nanti dipakai buat jajan di pasar saja dan dia mengiyakan.
Yang terjadi di pasar adalah Kenzie jajan melebihi target, dari seribu menjadi dua ribu. Sudah saya cegah tetapi dia malah ngambek, tidak enak dengan adanya orang banyak yang sebagian besar mereka adalah tetangga, akhirnya saya meloloskan keinginannya. Memang kecil nilainya, tetapi saya ingin menegaskan kalau uangnya hanya bisa beli satu barang saja. Dan saya belum sanggup tega(s). Ini juga sudah sering terjadi sebelumnya (tepok jidat deh).
Pernah saya berbuat tega(s) ini di depan tukang sayur. Karena dulu Kenzie jajan tanpa bawa uang (belum kenal uang), saya pesen ke beliau, kalau Kenzie jajan tolong tanyain uangnya, ya, kalau ga bawa uang ga boleh ambil jajanan.
Eh, beliau malah bilang ke saya, "Kasihan to, mbak, masih kecil, nanti saya yang nagih ke mbak,"
"Mumpung masih kecil, Mbah, biar ga kebablasan, nanti nek Mbah lupa bagaimana? Mbah bisa rugi to?" jawab saya.
Hehe.. kalau membicarakan bagaimana Kenzie membelanjakan uangnya banyak cerita seru. Yang sulit memberikan pengertian nya.. bismillahirrahmanirrahim, pelan-pelan kita belajar bareng ya, Le..jangan lupa doain mamah supaya bisa menahan amarah saat belajar denganmu.. aamiin..
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Kamis, 28 Juni 2018
Mengenal Nilai Uang
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah tantangan ke 8 sudah dimulai yakni tentang finansial, tetapi masing bingung bagaimana menjelaskan ke anak. Hehe.. saya masih banyak PR nya. Secara saya juga masih bingung menjalaninya sampai kadang rasanya pusing dan berakhir 'yo wes lah' dan terbengkalai catatannya. Eh malah curhat...
Baiklah hari pertama mengenalkan uang ke Kenzie. Sebenarnya Kenzie mulai dan mengenal uang itu buat jajan ya di rumah Simbah ini. Karena selama di rumah Simbah, setiap pagi ada tukang sayur dan dia akan berteriak minta uang buat beli susu dan makanan ringan. Maka dari itu disiapkanlah oleh Simbah sebuah kaleng plastik. Jadi, sudah tidak perlu berteriak, tinggal minta ijinnya saja.
Selama itu pula, Kenzie asal mengambil uang tanpa mengenal nilainya. Nah, maka dari itu berhubungan dengan materi kali ini Kenzie akan dikenalkan dengan nilai uang. Uang yang sering dipakainya adalah lima ratus, seribu, dan dua ribu. Sedangkan lima ribu dan sepuluh ribu jarang, tetapi dia lebih memilih itu kalau ada..kode kode.. hehe..
Selama ini, Kenzie mengenal uang dua ribu bisa beli es tung-tung dapat satu (padahal maunya dapat dua, hadeh), bisa beli susu satu dan jajanan ringan dua. Jadi, sekarang pelan-pelan memperkenalkan nilainya.
O iya, diselipin juga mengenalkan tentang menabung. Berhubung dia sedang menginginkan sebuah mobil remote kontrol, maka saya membuatkan celengan kecil. Jika sudah penuh, nanti baru dibuka buat beli. Semoga istiqomah yo, Le..
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Alhamdulillah tantangan ke 8 sudah dimulai yakni tentang finansial, tetapi masing bingung bagaimana menjelaskan ke anak. Hehe.. saya masih banyak PR nya. Secara saya juga masih bingung menjalaninya sampai kadang rasanya pusing dan berakhir 'yo wes lah' dan terbengkalai catatannya. Eh malah curhat...
Baiklah hari pertama mengenalkan uang ke Kenzie. Sebenarnya Kenzie mulai dan mengenal uang itu buat jajan ya di rumah Simbah ini. Karena selama di rumah Simbah, setiap pagi ada tukang sayur dan dia akan berteriak minta uang buat beli susu dan makanan ringan. Maka dari itu disiapkanlah oleh Simbah sebuah kaleng plastik. Jadi, sudah tidak perlu berteriak, tinggal minta ijinnya saja.
Selama itu pula, Kenzie asal mengambil uang tanpa mengenal nilainya. Nah, maka dari itu berhubungan dengan materi kali ini Kenzie akan dikenalkan dengan nilai uang. Uang yang sering dipakainya adalah lima ratus, seribu, dan dua ribu. Sedangkan lima ribu dan sepuluh ribu jarang, tetapi dia lebih memilih itu kalau ada..kode kode.. hehe..
Selama ini, Kenzie mengenal uang dua ribu bisa beli es tung-tung dapat satu (padahal maunya dapat dua, hadeh), bisa beli susu satu dan jajanan ringan dua. Jadi, sekarang pelan-pelan memperkenalkan nilainya.
O iya, diselipin juga mengenalkan tentang menabung. Berhubung dia sedang menginginkan sebuah mobil remote kontrol, maka saya membuatkan celengan kecil. Jika sudah penuh, nanti baru dibuka buat beli. Semoga istiqomah yo, Le..
#Tantangan10Hari
#Level8
#KuliahBunsayIIP
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial
Sabtu, 02 Juni 2018
Anak 🌟 Bintang 10
Bismillahirrahmanirrahim,
Membuat rumah
Entah dari mana Kenzie memiliki ide membuat rumah dari bantal. Beberapa waktu lalu guling, sekarang bantal..hehe.. Mungkin dia melihat banyaknya bantal yang bertumpuk di kasur yang kebetulan sarung bantalnya baru saja dicuci sama Uti.
Bantal-bantal disusunnya menjadi dinding dan genteng. Setelah jadi dia akan bilang pintunya sebelah sini. Kemudian dia akan masuk lewat pintu tersebut dan tiduran. Yang tanpa genteng, dia akan duduk manis saja di tengah-tengah rumahnya itu.
Sang adek hanya melihat semua aktivitas yang dilakukan Kenzie. Kadang adek diajak ngobrol.
"Bentar ya, dek, mas lagi bikin rumah buat adek," katanya
"Wah, beneran buat adek, mas?" Tanya saya.
"Iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian,
"Sudah jadi, adek taruh sini, Mah," katanya sambil memegang salah satu bantal yang jadi pintunya.
"Oke,"
"Nah, adek bobok sini ya, sudah dibuatkan rumah sama mas ini, hehe,"
Setelah adek ditaruh, Kenzie nya tertawa geli. Ya Allah, seneng banget Kenzie bermain dengan bantal dan adek.
Ada kejadian yang membuat saya sedikit berteriak, dia berniat menutup semua dinding, padahal masih ada adek di situ. Kemudian dia juga mau memasang gentingnya, lha adek juga masih disitu. Dan saya bilang kalau ditutup, posisi bantalnya ga stabil bisa menimpa adek nanti. Dia hanya bisa menjawab iya ya..
"Masya Allah.. Mas..Mas.. hati hati ya.."
"Iya, mah,"
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Membuat rumah
Entah dari mana Kenzie memiliki ide membuat rumah dari bantal. Beberapa waktu lalu guling, sekarang bantal..hehe.. Mungkin dia melihat banyaknya bantal yang bertumpuk di kasur yang kebetulan sarung bantalnya baru saja dicuci sama Uti.
Bantal-bantal disusunnya menjadi dinding dan genteng. Setelah jadi dia akan bilang pintunya sebelah sini. Kemudian dia akan masuk lewat pintu tersebut dan tiduran. Yang tanpa genteng, dia akan duduk manis saja di tengah-tengah rumahnya itu.
Sang adek hanya melihat semua aktivitas yang dilakukan Kenzie. Kadang adek diajak ngobrol.
"Bentar ya, dek, mas lagi bikin rumah buat adek," katanya
"Wah, beneran buat adek, mas?" Tanya saya.
"Iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian,
"Sudah jadi, adek taruh sini, Mah," katanya sambil memegang salah satu bantal yang jadi pintunya.
"Oke,"
"Nah, adek bobok sini ya, sudah dibuatkan rumah sama mas ini, hehe,"
Setelah adek ditaruh, Kenzie nya tertawa geli. Ya Allah, seneng banget Kenzie bermain dengan bantal dan adek.
Ada kejadian yang membuat saya sedikit berteriak, dia berniat menutup semua dinding, padahal masih ada adek di situ. Kemudian dia juga mau memasang gentingnya, lha adek juga masih disitu. Dan saya bilang kalau ditutup, posisi bantalnya ga stabil bisa menimpa adek nanti. Dia hanya bisa menjawab iya ya..
"Masya Allah.. Mas..Mas.. hati hati ya.."
"Iya, mah,"
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Selasa, 29 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 9
Bismillahirrahmanirrahim,
Merapikan mainan
Saatnya merapikan mainan Kenzie. Yeayyy.. Kenzie antusias sekali kali ini. Mainan Kenzie semakin lama bertambah, apalagi ditambah dengan kesukaannya memungut sesuatu yang dianggapnya menarik saat di jalan, mulai dari baterai bekas, plastik, pulpen bekas, hingga sedotan..hehe..
Saya kemudian menjelaskan peraturan bagaimana merapikan mainannya. Mobil dengan mobil, pistol dengan pistol, dan mainan yang kecil-kecil disendirikan. Jadi hanya ada tiga kardus yang mesti diselesaikannya. Sedang yang lain-lainnya bagian saya.
Kegiatan merapikan mainan ini sekaligus menyortir mainan yang masih bisa dipakai dengan yang tidak. Dan, tebak, Kenzie langsung teringat dengan Upin dan Ipin lagi..hehe..Ya Allah, ini anak ingat aja cerita Upin dan Ipin.
Mainan yang tidak terpakai lagi bisa dikumpulkan untuk dijual kiloan dan yang benar-benar tidak dipakai bisa dibuang.
"Uang e bisa buat beli mainan lagi ya, Mah?"
"Alhamdulillah, cerdasnya anak mamah," "Sip," lanjutnya sambil jempol.
Tak berapa lama kemudian, selesai sudah kegiatan kali ini. Kenzie langsung bersiap-siap mau tidur, ngantuk katanya. Bagaimanakah kelanjutannya setelah dirapikan? Apakah berantakan lagi atau tidak?
Alhamdulillah terjawab pagi harinya. Begitu selesai bermain, dia membereskan kembali ke tempatnya masing-masing. Mainannya jadi tidak berceceran seperti sebelumnya. Muah muah.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Merapikan mainan
Saatnya merapikan mainan Kenzie. Yeayyy.. Kenzie antusias sekali kali ini. Mainan Kenzie semakin lama bertambah, apalagi ditambah dengan kesukaannya memungut sesuatu yang dianggapnya menarik saat di jalan, mulai dari baterai bekas, plastik, pulpen bekas, hingga sedotan..hehe..
Saya kemudian menjelaskan peraturan bagaimana merapikan mainannya. Mobil dengan mobil, pistol dengan pistol, dan mainan yang kecil-kecil disendirikan. Jadi hanya ada tiga kardus yang mesti diselesaikannya. Sedang yang lain-lainnya bagian saya.
Kegiatan merapikan mainan ini sekaligus menyortir mainan yang masih bisa dipakai dengan yang tidak. Dan, tebak, Kenzie langsung teringat dengan Upin dan Ipin lagi..hehe..Ya Allah, ini anak ingat aja cerita Upin dan Ipin.
Mainan yang tidak terpakai lagi bisa dikumpulkan untuk dijual kiloan dan yang benar-benar tidak dipakai bisa dibuang.
"Uang e bisa buat beli mainan lagi ya, Mah?"
"Alhamdulillah, cerdasnya anak mamah," "Sip," lanjutnya sambil jempol.
Tak berapa lama kemudian, selesai sudah kegiatan kali ini. Kenzie langsung bersiap-siap mau tidur, ngantuk katanya. Bagaimanakah kelanjutannya setelah dirapikan? Apakah berantakan lagi atau tidak?
Alhamdulillah terjawab pagi harinya. Begitu selesai bermain, dia membereskan kembali ke tempatnya masing-masing. Mainannya jadi tidak berceceran seperti sebelumnya. Muah muah.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Anak 🌟 Bintang 8
Bismillahirrahmanirrahim,
Mengenal bentuk geometri
Kenzie ikut mengantar adek ke tempat terapi lagi. Sambil menunggu adek terapi, Kenzie bermain dengan permainan yang telah disediakan. Kenzie memilih balok kayu kecil-kecil berbentuk tabung dan kotak kemudian ditata di sepanjang celah matras. Kebetulan memang sepi pengunjung, jadi bisa bebas main.
Setelah ditata rapi, dia bilang,
"Lihat, mah! Aku bikin ini", sambil nunjukin hasil karyanya.
"Wow, bikin apa itu?"
"Ehmm...apa ya?" Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Kereta apa sepur?"
"Sepur!"
"Sepur apa kereta?" Tanya saya lagi
"Sepur, mah," jawabnya mantap.
Kenzie sudah mengenal banyak bahasa Jawa. Padahal sebelumnya waktu ditunjukkan ada sepur lewat dia mantap menjawab kalau itu kereta bukan sepur...hehe..
"Lihat, mah! Aku bikin ini", sambil nunjukin hasil karyanya.
"Wow, bikin apa itu?"
"Ehmm...apa ya?" Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Kereta apa sepur?"
"Sepur!"
"Sepur apa kereta?" Tanya saya lagi
"Sepur, mah," jawabnya mantap.
Kenzie sudah mengenal banyak bahasa Jawa. Padahal sebelumnya waktu ditunjukkan ada sepur lewat dia mantap menjawab kalau itu kereta bukan sepur...hehe..
Oke. Kembali ke tema.
Setelah mainannya tertata rapi, kemudian menemukan mainan berbentuk lingkaran dan menggelindingkanya melewati sepur tadi. Berulangkali begitu, kemudian saya menyuruhnya untuk menggunakan bentuk kotak dan mengajaknya memahami mengapa roda itu bulat atau lingkaran. Ternyata Kenzie kurang memahami maksud saya..hehe.. malah kotaknya ditata ke sepur nya tadi..weleh..gagal deh.. Yo wes lah ga popo kapan-kapan kita praktekkan lagi yo, Le.
Setelah mainannya tertata rapi, kemudian menemukan mainan berbentuk lingkaran dan menggelindingkanya melewati sepur tadi. Berulangkali begitu, kemudian saya menyuruhnya untuk menggunakan bentuk kotak dan mengajaknya memahami mengapa roda itu bulat atau lingkaran. Ternyata Kenzie kurang memahami maksud saya..hehe.. malah kotaknya ditata ke sepur nya tadi..weleh..gagal deh.. Yo wes lah ga popo kapan-kapan kita praktekkan lagi yo, Le.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Anak 🌟 Bintang 7
Bismillahirrahmanirrahim,
Tiba-tiba Kenzie masuk ke rumah sambil membawa dua batang bambu yang sudah diserut Mbah Kung. Kemudian dia mengambil panci yang tergeletak di lantai. Rencananya mau bawa panci dengan dua bambunya, dimasukkan ke telinga panci... hehe.. kepanjangan jadinya ga bisa bawa. Akhirnya dengan sedikit bantuan saya, jadilah panci yang bisa ditenteng. Tak lama kemudian,
"Mah, aku jual es teh, es krim, susu. Mamah mau apa?" Katanya sambil nenteng panci.
Mbah Uti yang memperlihatkan dari tadi memberi usul untuk mengambil uang mainan untuk dimainkan.
"Boleh, mah?" Tanyanya minta ijin ke saya yang langsung saya iyakan. Kemudian dengan semangatnya, dia berlari dan membagi uang tersebut ke saya.
Lanjut ke permainan.
"Mau susu nya, bang. Berapa?"
"Lima ribu" Jawabnya.
"Mahalnya, bang. Ya sudah ini beli dua ya?" Kata saya sambil menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Ini kembaliannya, mah" katanya sambil menyodorkan seratus ribu.
"Lho kok kembali? Uangnya pas to? Sepuluh ribu dapat dua," saya menjelaskan.
"Ga pa pa, ambil saja, mah," katanya tetep ngeyel memberi saya uang tersebut.
Beberapa waktu berlalu sambil Kenzie menawarkan jualannya. Kenzie tak peduli saya sedang nenenin adek, yang penting saya bisa ikut bermain...Weleh-weleh... Selama berjualan, tak lupa saya pun ikut menjelaskan macam-macam uang, mulai dari seribu hingga seratus ribu. Dari sekian uang, Kenzie paling hafal dengan lima ribu dan seratus ribu. Apa-apa dijual dengan harga lima ribu dan seratus ribu. Padahal tiap pagi dia bertransaksi dengan uang seribu atau dua ribu kala beli susu di tukang sayur. Hehe.
Pelan-pelan saja mengenal uang ya, Le. Kita semua sebisa mungkin membantumu belajar. Semangat belajar pokok e ya..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Tiba-tiba Kenzie masuk ke rumah sambil membawa dua batang bambu yang sudah diserut Mbah Kung. Kemudian dia mengambil panci yang tergeletak di lantai. Rencananya mau bawa panci dengan dua bambunya, dimasukkan ke telinga panci... hehe.. kepanjangan jadinya ga bisa bawa. Akhirnya dengan sedikit bantuan saya, jadilah panci yang bisa ditenteng. Tak lama kemudian,
"Mah, aku jual es teh, es krim, susu. Mamah mau apa?" Katanya sambil nenteng panci.
Mbah Uti yang memperlihatkan dari tadi memberi usul untuk mengambil uang mainan untuk dimainkan.
"Boleh, mah?" Tanyanya minta ijin ke saya yang langsung saya iyakan. Kemudian dengan semangatnya, dia berlari dan membagi uang tersebut ke saya.
Lanjut ke permainan.
"Mau susu nya, bang. Berapa?"
"Lima ribu" Jawabnya.
"Mahalnya, bang. Ya sudah ini beli dua ya?" Kata saya sambil menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Ini kembaliannya, mah" katanya sambil menyodorkan seratus ribu.
"Lho kok kembali? Uangnya pas to? Sepuluh ribu dapat dua," saya menjelaskan.
"Ga pa pa, ambil saja, mah," katanya tetep ngeyel memberi saya uang tersebut.
Beberapa waktu berlalu sambil Kenzie menawarkan jualannya. Kenzie tak peduli saya sedang nenenin adek, yang penting saya bisa ikut bermain...Weleh-weleh... Selama berjualan, tak lupa saya pun ikut menjelaskan macam-macam uang, mulai dari seribu hingga seratus ribu. Dari sekian uang, Kenzie paling hafal dengan lima ribu dan seratus ribu. Apa-apa dijual dengan harga lima ribu dan seratus ribu. Padahal tiap pagi dia bertransaksi dengan uang seribu atau dua ribu kala beli susu di tukang sayur. Hehe.
Pelan-pelan saja mengenal uang ya, Le. Kita semua sebisa mungkin membantumu belajar. Semangat belajar pokok e ya..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Sabtu, 26 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 6
Bismillahirrahmanirrahim,
Sebelumnya Kenzie bermain suara dengan hidung dipencet, sekarang bermain dengan kipas angin. Dia senang sekali dengan hasil suara yang di depan kipas angin menyala..hehe..
Kipas angin memang sering menyala, mengingat suasana di rumah yang sedikit panas kala siang. Nah, ini kesempatan buat Kenzie. Dia akan berbicara apa saja di depan kipas. Mulai dari puji-pujian, azan, bahkan bernyanyi.
Ternyata kesempatan datang lagi saat adek terapi di tempat baby spa. Ada kipas angin besar menyala di pojok ruangan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia berteriak-teriak, menyanyi, bahkan azan walau masih belum jelas..hehe..
Kenzie bisa berteriak-teriak bebas karena situasi di tempat baby spa nya sepi, kami pasien terakhir..hehe.. Tetapi kami (saya dan terapis) tak henti-hentinya mengingatkan untuk berhati-hati karena kipasnya tidak ada tutupnya, bisa berbahaya. Alhamdulillah dia nurut dan hasilnya dia bahagia.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Sebelumnya Kenzie bermain suara dengan hidung dipencet, sekarang bermain dengan kipas angin. Dia senang sekali dengan hasil suara yang di depan kipas angin menyala..hehe..
Kipas angin memang sering menyala, mengingat suasana di rumah yang sedikit panas kala siang. Nah, ini kesempatan buat Kenzie. Dia akan berbicara apa saja di depan kipas. Mulai dari puji-pujian, azan, bahkan bernyanyi.
Ternyata kesempatan datang lagi saat adek terapi di tempat baby spa. Ada kipas angin besar menyala di pojok ruangan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia berteriak-teriak, menyanyi, bahkan azan walau masih belum jelas..hehe..
Kenzie bisa berteriak-teriak bebas karena situasi di tempat baby spa nya sepi, kami pasien terakhir..hehe.. Tetapi kami (saya dan terapis) tak henti-hentinya mengingatkan untuk berhati-hati karena kipasnya tidak ada tutupnya, bisa berbahaya. Alhamdulillah dia nurut dan hasilnya dia bahagia.
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Jumat, 25 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 5
Bismillahirrahmanirrahim,
Mumpung si Adek bobo, saya membuat pola baju untuk praktek esok hari di kursus jahit. Kenzie yang tadinya nonton televisi, begitu melihat saya mengeluarkan peralatan perang jahit langsung minta ijin ikut.
Permintaannya macam-macam mulai dari minta kertas koran seperti yang saya pakai, spidol, pensil buat garis pola, gunting, lem, dan lain-lain seperti saya pokoknya.. hehe.. berikut foto yang terabadikan. Sayang hasil akhir malah ga ke foto karena saat selesai langsung dibereskan kemudian bobo. Sedangkan saya sedang berkonsentrasi kembali ke pola.
Kenzie berbuat seperti ini juga saat sedang menemani saya kursus jahit. Ya.. dia ngotot ingin ikut kemana saya pergi, ga mau lepas sedetik pun dari saya. Dia begini semenjak adeknya lahir. Kira-kira kenapa dia ya? Hmmm.. ada yang tahu?
Hehe.. kita lanjut aja ke topik. Kalau di tempat kursus dia akan minta semua peralatan yang saya keluarkan, tetapi dengan syarat setelah selesai dikembalikan ke tempat semula. Alhamdulillah, dia nurut sehingga peralatan nya jadi tidak berceceran. Setiap selesai membuat coretan dia akan sedikit bercerita dan menunjukkan ke saya. Cerita bermacam-macam, mulai dari gambar hewan sampai jalan ga jelas bentuk nya.. hehe.. tidak mengapa yo, le..yang penting kau bahagia emak pun bahagia..muah muah..
Sayangnya tidakdak sempat diabadikan.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Mumpung si Adek bobo, saya membuat pola baju untuk praktek esok hari di kursus jahit. Kenzie yang tadinya nonton televisi, begitu melihat saya mengeluarkan peralatan perang jahit langsung minta ijin ikut.
Permintaannya macam-macam mulai dari minta kertas koran seperti yang saya pakai, spidol, pensil buat garis pola, gunting, lem, dan lain-lain seperti saya pokoknya.. hehe.. berikut foto yang terabadikan. Sayang hasil akhir malah ga ke foto karena saat selesai langsung dibereskan kemudian bobo. Sedangkan saya sedang berkonsentrasi kembali ke pola.
Kenzie berbuat seperti ini juga saat sedang menemani saya kursus jahit. Ya.. dia ngotot ingin ikut kemana saya pergi, ga mau lepas sedetik pun dari saya. Dia begini semenjak adeknya lahir. Kira-kira kenapa dia ya? Hmmm.. ada yang tahu?
Hehe.. kita lanjut aja ke topik. Kalau di tempat kursus dia akan minta semua peralatan yang saya keluarkan, tetapi dengan syarat setelah selesai dikembalikan ke tempat semula. Alhamdulillah, dia nurut sehingga peralatan nya jadi tidak berceceran. Setiap selesai membuat coretan dia akan sedikit bercerita dan menunjukkan ke saya. Cerita bermacam-macam, mulai dari gambar hewan sampai jalan ga jelas bentuk nya.. hehe.. tidak mengapa yo, le..yang penting kau bahagia emak pun bahagia..muah muah..
Sayangnya tidakdak sempat diabadikan.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Minggu, 20 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 4
Bismillahirrahmanirrahim,
Kali ini kami bermain dengan suara sengau, yakni dengan cara hidung dipencet lawan. Hehe.
Pada awalnya, memang belum paham kenapa hidungnya saya pencet dan dia menolaknya. Tetapi saat saya suruh untuk bersuara, dia menyukainya. Bahkan dia minta gantian. Hehe.
Saya menyanyikan lagu berjudul dua mata saya ketika hidung saya dipencetnya dan reaksi Kenzie senang sekaligus ikut bernyanyi. Kemudian dia menyanyikan lagu puji-pujian yang di masjid dengan hidung saya pencet. Dia malah tertawa cekikikan. Menurutnya suara menjadi lucu. Berulang-ulang sampai dia bernyanyi ga jelas kata-katanya. Hehe..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Kali ini kami bermain dengan suara sengau, yakni dengan cara hidung dipencet lawan. Hehe.
Pada awalnya, memang belum paham kenapa hidungnya saya pencet dan dia menolaknya. Tetapi saat saya suruh untuk bersuara, dia menyukainya. Bahkan dia minta gantian. Hehe.
Saya menyanyikan lagu berjudul dua mata saya ketika hidung saya dipencetnya dan reaksi Kenzie senang sekaligus ikut bernyanyi. Kemudian dia menyanyikan lagu puji-pujian yang di masjid dengan hidung saya pencet. Dia malah tertawa cekikikan. Menurutnya suara menjadi lucu. Berulang-ulang sampai dia bernyanyi ga jelas kata-katanya. Hehe..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Anak 🌟 Bintang 3
Bismillahirrahmanirrahim,
Menjelang Magrib, Kenzie memasang selotip bekas tisu basah dimuka. Saya memasang muka serius menatapnya saat dia datang mendekat. Lama-kelamaan saya tidak bisa menahan tawa, dan bibir Kenzie pun ikut mengembang lebar.
"Kenzie jadi apa?" Tanya saya
"Aku robot", jawabnya menirukan suara robot.
Hehe.. Kenzie memang sedang gandrung dengan yang namanya robot terutama mobil robot. Ditambah lagi sekarang ada film seri Tobot.
Saat berbuka, Kenzie pun ikut berbuka. Belum sempat dihabiskan, dia sudah ijin pergi dulu ke masjid sambil senyum lebar. Bahagianya melihat Kenzie bisa tersenyum dan tertawa (dia gampang juga menangis, hehe). Setelah pulang dari masjid, saya mengajaknya untuk mengaji. Alhamdulillah dia langsung berniat mencari buku iqro nya yang entah kemana sampai membolak-balik rak buku. Hehe.
Berhubung tidak ketemu, saya memintanya untuk menirukan suara saya saja, yakni mengucapkan huruf a dan ba. Ada satu yang menjadi pikiran saya, saat mengucap ba a ba, Kenzie tidak bisa, malah menjadi ba ba a atau a a ba atau malah ba ba ba. Kenapa begitu ya?
Karena tidak juga bisa, Kenzie udahan dengan alasan capek. Hehe. Dia sukanya begitu membuat saya gemas. Untuk sejenak dia takut saya marah, melihat saya tersenyum diapun ikut tersenyum.
Kemudian dia mendekat ke adek mengajak janji kelingking. Karena adek belum bisa, Kenzie dengan sedikit memaksa jari kelingkingnya adek untuk membuka. Saya stop dan memberi tahu bahwa adek belum bisa diajak janji kelingking. Eh, tak lama kemudian saat saya lengah sedikit dia bilang bismillahirrahmanirrahim sambil mau mengangkat badan adek. Masya Allah, Kenzie sedang menirukan salah satu adegan di televisi. Saya pun memberi tahu bahwa Kenzie belum boleh mengangkat adek karena adek baru bisa tiduran, belum bisa mengangkat kepala sendiri apalagi duduk seperti Kenzie.
Alhamdulillah sepertinya kejadian ini terjadi kalau ada saya atau Mbah nya. Karena saat saya minta untuk jagain adek sebentar, dia tidak berbuat seperti ini. Dia akan membuat adeknya tenang saat menangis. Cup cup dek.. katanya, dan diajaknya ngobrol kalau masih nangis dia akan bilang, mah, adek masih nangis. Bahagia rasanya melihat Kenzie sayang dengan adek. Muah muah..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Menjelang Magrib, Kenzie memasang selotip bekas tisu basah dimuka. Saya memasang muka serius menatapnya saat dia datang mendekat. Lama-kelamaan saya tidak bisa menahan tawa, dan bibir Kenzie pun ikut mengembang lebar.
"Kenzie jadi apa?" Tanya saya
"Aku robot", jawabnya menirukan suara robot.
Hehe.. Kenzie memang sedang gandrung dengan yang namanya robot terutama mobil robot. Ditambah lagi sekarang ada film seri Tobot.
Saat berbuka, Kenzie pun ikut berbuka. Belum sempat dihabiskan, dia sudah ijin pergi dulu ke masjid sambil senyum lebar. Bahagianya melihat Kenzie bisa tersenyum dan tertawa (dia gampang juga menangis, hehe). Setelah pulang dari masjid, saya mengajaknya untuk mengaji. Alhamdulillah dia langsung berniat mencari buku iqro nya yang entah kemana sampai membolak-balik rak buku. Hehe.
Berhubung tidak ketemu, saya memintanya untuk menirukan suara saya saja, yakni mengucapkan huruf a dan ba. Ada satu yang menjadi pikiran saya, saat mengucap ba a ba, Kenzie tidak bisa, malah menjadi ba ba a atau a a ba atau malah ba ba ba. Kenapa begitu ya?
Karena tidak juga bisa, Kenzie udahan dengan alasan capek. Hehe. Dia sukanya begitu membuat saya gemas. Untuk sejenak dia takut saya marah, melihat saya tersenyum diapun ikut tersenyum.
Kemudian dia mendekat ke adek mengajak janji kelingking. Karena adek belum bisa, Kenzie dengan sedikit memaksa jari kelingkingnya adek untuk membuka. Saya stop dan memberi tahu bahwa adek belum bisa diajak janji kelingking. Eh, tak lama kemudian saat saya lengah sedikit dia bilang bismillahirrahmanirrahim sambil mau mengangkat badan adek. Masya Allah, Kenzie sedang menirukan salah satu adegan di televisi. Saya pun memberi tahu bahwa Kenzie belum boleh mengangkat adek karena adek baru bisa tiduran, belum bisa mengangkat kepala sendiri apalagi duduk seperti Kenzie.
Alhamdulillah sepertinya kejadian ini terjadi kalau ada saya atau Mbah nya. Karena saat saya minta untuk jagain adek sebentar, dia tidak berbuat seperti ini. Dia akan membuat adeknya tenang saat menangis. Cup cup dek.. katanya, dan diajaknya ngobrol kalau masih nangis dia akan bilang, mah, adek masih nangis. Bahagia rasanya melihat Kenzie sayang dengan adek. Muah muah..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Kamis, 17 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 2
Bismillahirrahmanirrahim,
Semalam Kenzie masih bertahan di masjid sampai sholat tarawih nya i ooselesai. Menurut saya dia sudah oke banget, walaupun dia tidak ikut sholat, saya tanya ke Mbah..hehe..
Bertepatan dengan hari pertama puasa, kali ini saya mengajak Kenzie belanja kain untuk dijadikan sarung, sesuai janji saya semalam. Tetapi sebelum berangkat, Kenzie sudah sibuk menanyakan kenapa saya mandi, kenapa saya memakai baju itu dan masih banyak kenapa yang dia utarakan..hehe..
Saat persiapan sudah selesai, Kenzie sudah standby di ruang tengah. Dalam perjalanan ke toko kain, Kenzie sempat menanyakan kenapa kesana dan saya menjawab mau bikin sarung. Dia langsung senang mendengarnya dan melihat-lihat keadaan sekitar. Walaupun belum paham benar tentang kain, dia asyik saja menaiki tumpukan kain dan dengan bangganya bilang,
"Mah, ak iso naik dhewe", sambil cengengesan.
Untung pelayan di sana baik sehingga tidak memarahi polahnya.
"Mah, ak iso naik dhewe", sambil cengengesan.
Untung pelayan di sana baik sehingga tidak memarahi polahnya.
Setelah selesai belanja kain, saatnya pindah ke toko benang. Belum saya bicara tentang kebiasaannya kalau ke toko tersebut, dia sudah bilang,
"Aku ga beli opo-opo ya, mah?" Sambil turun dari motor.
"Iya, kan Kenzie lagi puasa," jawab saya sambil senyum-senyum.
"Kenzie puasa ga to?" Tanya saya.
"Puasa," jawabnya sambil lirik lemari dingin yang berisi minuman kesukaannya.
"Aku ga beli opo-opo ya, mah?" Sambil turun dari motor.
"Iya, kan Kenzie lagi puasa," jawab saya sambil senyum-senyum.
"Kenzie puasa ga to?" Tanya saya.
"Puasa," jawabnya sambil lirik lemari dingin yang berisi minuman kesukaannya.
Perjalanan berikutnya beralih ke toko serba ada, saat di parkiran dia sudah bertanya,
"Mau ngapain, Mah? Mau beli apa?"
"Beli tisu basah buat adek," jawab saya singkat.
"Aku beli op ya, Mah?"
"Ga beli apa-apa to, kan lagi puasa"
Tapi akhirnya dia beli jajanan juga sambil berkata kalau dia mau ini dan mau itu. Saya mengiyakannya sambil mengingatkannya untuk makan nanti kalau sudah magrib yang dibalasnya dengan kata iya. Setelah membayar di kasir, sepertinya dia lupa dengan kata iya nya tadi karena dia berniat mau makan di tempat tetapi kemudian saya ingatkan. Dia sempat menangis sesaat setelah dia tak berhasil memasukkannya kembali ke kantong plastik yang telah saya bawa karena saya agak terburu-buru mau keluar. Hehe.. mamah sedang ga fokus, Nang.
"Mau ngapain, Mah? Mau beli apa?"
"Beli tisu basah buat adek," jawab saya singkat.
"Aku beli op ya, Mah?"
"Ga beli apa-apa to, kan lagi puasa"
Tapi akhirnya dia beli jajanan juga sambil berkata kalau dia mau ini dan mau itu. Saya mengiyakannya sambil mengingatkannya untuk makan nanti kalau sudah magrib yang dibalasnya dengan kata iya. Setelah membayar di kasir, sepertinya dia lupa dengan kata iya nya tadi karena dia berniat mau makan di tempat tetapi kemudian saya ingatkan. Dia sempat menangis sesaat setelah dia tak berhasil memasukkannya kembali ke kantong plastik yang telah saya bawa karena saya agak terburu-buru mau keluar. Hehe.. mamah sedang ga fokus, Nang.
Sesampainya di rumah, Kenzie langsung ambil sepeda dan menaiki nya bareng sepupunya, mas Reza. Dan saya berniat untuk membuatnya langsung karena membuat sarung anak-anak tidak lama. Dan benar saja, setelah dia selesai mandi, sarungnya siap dicoba. Alhamdulillah, dia senang saya pun ikut senang, Mbah kung yang melihatnya juga ikut senang. Saat saya mengingatkannya untuk dipakai saat sholat nanti, dia berkata iya dengan suara lantang pertanda senang banget.
Hehe.. Alhamdulillah proyek hari ini selesai.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Rabu, 16 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 1
Bismillahirrahmanirrahim,
Malam ini adalah tarawih pertama yang mengawali ramadhan tahun ini. Sejak pagi tadi saya sudah memberikan sedikit gambaran tentang puasa yang tidak makan dan minum di siang hari. Jawabannya adalah,
"Ya ngga to, Mah. Yo maem to?.."
Dengan ekspresi dan logatnya yang medhok banget.
Sesaat lalu, saya memberi gambaran tentang sholat tarawih. Seperti waktu di Semarang dulu, banyak temannya, kemudian sholatnya (rekaatnya) banyak. Kemudian nanti ikut Mbah kung saja, saya belum bisa ikut menemani ke masjid karena harus menemani adek (usia 2,5 bulan). Begitu pesan saya kepadanya dan Alhamdulillah dia sepertinya paham bahwa itu artinya saya dirumah. Saat saya mengajukan pertanyaan,
"kalau mamah ikut ke masjid, nanti siapa yang njagain adek?"
"mamah, to.."
hehe..
Kemudian dengan semangatnya menunjukkan beberapa gerakan sholat mulai dari takbiratul ikram hingga tahiyatul akhir. Tak lupa pula bibirnya bergerak-gerak (umak-umik menurut saya) menirukan orang-orang yang sedang membaca bacaan sholat.
Dari gerakan sholat tersebut, tak lupa saya ikut membenarkan posisi yang benar. Misalnya, cara bersedekap setelah takbiratul ikram (dia menaruh kedua tangannya di bawah ketiak). Alhamdulillah, ga diprotes.. hehe.. (biasanya selalu protes).
Saya menjanjikan kalau ikut sholat tarawih besok mau dibuatkan sarung. Tetapi beli bahan-bahannya dulu. Dia langsung bersemangat.
"Iya, iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian, suami vicall (video call), mengajak Kenzie untuk ikut tarawih bareng Mbah Kung dan puasa besok pagi. Dengan semangatnya, dia bersenandung puji-pujian setelah azan yang telah didengarnya setiap hari. Berhubung papahnya bingung karena oleh Kenzie nada dan liriknya berubah, saya menjelaskan dan Kenzie hanya bisa menjawab iya-iya, hehe.
Kenzie melanjutkan cerita, bahwa yang sering didengarnya itu adalah suara milik Toti, teman sebayanya sekaligus sepupu jauh. Saya bertanya,
"Kenzie ga ikut Toti?"
"Ga berani," jawabnya sambil geleng-geleng dan tersenyum.
Dia sudah bahagia bisa mendengar dan menirukannya. Dan papahnya hanya ikut mengiyakan dan berpesan supaya belajar terus.
Disini saya tidak bisa memaksanya seperti Toti yang sudah pintar mengaji dan menghafalkan beberapa surat pendek karena kebiasaan Toti dan Kenzie berbeda. Disinilah letak pembanding yang selalu disuarakan oleh Simbah. Tetapi saya juga sebisa mungkin menghindari konflik dengan beliau, akhirnya saya memilih diam saja. Eh, malah Kenzie yang selalu punya jawaban dengan gaya khasnya anak-anak. Tetapi ini juga masalah buat Simbah yang katanya dikasih tahu ngeyel. Ya, seperti itulah yang sering terjadi, saya masih belum bisa menemukan dan berani mengutarakan pendapat dengan baik. Walaupun demikian, setiap saat saya masih mencari cara terbaik buat mengasuh anak-anak sendirian karena kebetulan suami masih di luar kota.
Bagaimana dengan Kenzie yang ikut tarawih malam ini ya? Apakah ikut sholat? Apakah malah lari-larian? Kita tunggu jawabannya esok hari ya...
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Malam ini adalah tarawih pertama yang mengawali ramadhan tahun ini. Sejak pagi tadi saya sudah memberikan sedikit gambaran tentang puasa yang tidak makan dan minum di siang hari. Jawabannya adalah,
"Ya ngga to, Mah. Yo maem to?.."
Dengan ekspresi dan logatnya yang medhok banget.
Sesaat lalu, saya memberi gambaran tentang sholat tarawih. Seperti waktu di Semarang dulu, banyak temannya, kemudian sholatnya (rekaatnya) banyak. Kemudian nanti ikut Mbah kung saja, saya belum bisa ikut menemani ke masjid karena harus menemani adek (usia 2,5 bulan). Begitu pesan saya kepadanya dan Alhamdulillah dia sepertinya paham bahwa itu artinya saya dirumah. Saat saya mengajukan pertanyaan,
"kalau mamah ikut ke masjid, nanti siapa yang njagain adek?"
"mamah, to.."
hehe..
Kemudian dengan semangatnya menunjukkan beberapa gerakan sholat mulai dari takbiratul ikram hingga tahiyatul akhir. Tak lupa pula bibirnya bergerak-gerak (umak-umik menurut saya) menirukan orang-orang yang sedang membaca bacaan sholat.
Dari gerakan sholat tersebut, tak lupa saya ikut membenarkan posisi yang benar. Misalnya, cara bersedekap setelah takbiratul ikram (dia menaruh kedua tangannya di bawah ketiak). Alhamdulillah, ga diprotes.. hehe.. (biasanya selalu protes).
Saya menjanjikan kalau ikut sholat tarawih besok mau dibuatkan sarung. Tetapi beli bahan-bahannya dulu. Dia langsung bersemangat.
"Iya, iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian, suami vicall (video call), mengajak Kenzie untuk ikut tarawih bareng Mbah Kung dan puasa besok pagi. Dengan semangatnya, dia bersenandung puji-pujian setelah azan yang telah didengarnya setiap hari. Berhubung papahnya bingung karena oleh Kenzie nada dan liriknya berubah, saya menjelaskan dan Kenzie hanya bisa menjawab iya-iya, hehe.
Kenzie melanjutkan cerita, bahwa yang sering didengarnya itu adalah suara milik Toti, teman sebayanya sekaligus sepupu jauh. Saya bertanya,
"Kenzie ga ikut Toti?"
"Ga berani," jawabnya sambil geleng-geleng dan tersenyum.
Dia sudah bahagia bisa mendengar dan menirukannya. Dan papahnya hanya ikut mengiyakan dan berpesan supaya belajar terus.
Disini saya tidak bisa memaksanya seperti Toti yang sudah pintar mengaji dan menghafalkan beberapa surat pendek karena kebiasaan Toti dan Kenzie berbeda. Disinilah letak pembanding yang selalu disuarakan oleh Simbah. Tetapi saya juga sebisa mungkin menghindari konflik dengan beliau, akhirnya saya memilih diam saja. Eh, malah Kenzie yang selalu punya jawaban dengan gaya khasnya anak-anak. Tetapi ini juga masalah buat Simbah yang katanya dikasih tahu ngeyel. Ya, seperti itulah yang sering terjadi, saya masih belum bisa menemukan dan berani mengutarakan pendapat dengan baik. Walaupun demikian, setiap saat saya masih mencari cara terbaik buat mengasuh anak-anak sendirian karena kebetulan suami masih di luar kota.
Bagaimana dengan Kenzie yang ikut tarawih malam ini ya? Apakah ikut sholat? Apakah malah lari-larian? Kita tunggu jawabannya esok hari ya...
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Sabtu, 14 April 2018
Math around us 10
Bismillahirrahmanirrahim,
Di rumah Pakdhe
"Kenzie, Dipo, pakdhe punya permen di tangan ni, ayo, pilih yang mana?" Kata pakdhe sambil menyodorkan kedua tangan yang menggenggam permen di masing-masing tangannya.
"Ehm, yang mana ya?" jawab Kenzie sedang mas Dipo senyum-senyum saja.
Setelah beberapa waktu, dia milih tangan kiri pakdhe (Kenzie lebih bersemangat ketimbang mas Dipo. Hehe..)
"Ya, Kenzie dapat satu permen, Dipo dapat tiga permen, nih yuk diambil," kata pakdhe.
Melihat hasilnya, Kenzie kecewa, tidak jadi mengambil permen tersebut. Kenapa? Karena dia sudah tahu satu lebih sedikit dari tiga. Oooooh...
Pakdhe memahami situasinya dan mengganti menjadi tiga di masing-masing tangan. Kemudian menyuruh Kenzie dan Dipo memilih lagi. Melihat hasilnya yang sama-sama tiga, Kenzie akhirnya mengambil juga permennya.. hehe.
Di rumah Itu
"Kenzie, kue nya tinggal segini (tiga), buat mama semua boleh?" Tanya saya sembari menunjuk ke toples berisi kue.
Kenzie mendekat dan mulai menghitung, "Ini buat Mama, ini buat Mbah Kung, ini Kenzie," jelasnya.
"Jadi, jumlah kuenya ada berapa?" Tanya saya lagi.
"Ehm.." Kenzie kesulitan menyebutkan jumlahnya.
"Baiklah kita hitung yuk, sa..," ajak saya untuk dilanjutkan Kenzie.
"Satu, dua, tiga," lanjut Kenzie.
"Jadi, ada berapa kuenya?" Tanya saya kembali.
"Tiga," jawabnya
Alhamdulillah sudah bisa berhitung sampai tiga. Hehe..
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Di rumah Pakdhe
"Kenzie, Dipo, pakdhe punya permen di tangan ni, ayo, pilih yang mana?" Kata pakdhe sambil menyodorkan kedua tangan yang menggenggam permen di masing-masing tangannya.
"Ehm, yang mana ya?" jawab Kenzie sedang mas Dipo senyum-senyum saja.
Setelah beberapa waktu, dia milih tangan kiri pakdhe (Kenzie lebih bersemangat ketimbang mas Dipo. Hehe..)
"Ya, Kenzie dapat satu permen, Dipo dapat tiga permen, nih yuk diambil," kata pakdhe.
Melihat hasilnya, Kenzie kecewa, tidak jadi mengambil permen tersebut. Kenapa? Karena dia sudah tahu satu lebih sedikit dari tiga. Oooooh...
Pakdhe memahami situasinya dan mengganti menjadi tiga di masing-masing tangan. Kemudian menyuruh Kenzie dan Dipo memilih lagi. Melihat hasilnya yang sama-sama tiga, Kenzie akhirnya mengambil juga permennya.. hehe.
Di rumah Itu
"Kenzie, kue nya tinggal segini (tiga), buat mama semua boleh?" Tanya saya sembari menunjuk ke toples berisi kue.
Kenzie mendekat dan mulai menghitung, "Ini buat Mama, ini buat Mbah Kung, ini Kenzie," jelasnya.
"Jadi, jumlah kuenya ada berapa?" Tanya saya lagi.
"Ehm.." Kenzie kesulitan menyebutkan jumlahnya.
"Baiklah kita hitung yuk, sa..," ajak saya untuk dilanjutkan Kenzie.
"Satu, dua, tiga," lanjut Kenzie.
"Jadi, ada berapa kuenya?" Tanya saya kembali.
"Tiga," jawabnya
Alhamdulillah sudah bisa berhitung sampai tiga. Hehe..
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Jumat, 06 April 2018
Math around us 9
Bismillahirrahmanirrahim,
Bernyanyi
Kali ini sengaja saya mengajak Kenzie melihat video lagu anak-anak yang berhubungan dengan angka. Daftar lagunya adalah sebagai berikut:
1. Dua mata saya
2. Balonku ada lima
3. Lagu belajar angka 1-10 Upin dan Ipin
4. Satu ditambah satu
Saat video pertama diputar, Kenzie bisa mengikuti, walau hanya kata terakhir setiap kalimat. Hehe. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, dia hanya mau mengikuti sekitar satu menit. Selebihnya dia bilang,
"Aku ga mau og, diulang terus,"
Lha ini kebiasaannya mulai lagi. Maunya hanya mendengar dan mengikuti satu lagu kemudian ganti lagu yang lain.
Saat lagu kedua, dia hanya diam memperhatikan. Itupun hanya satu putaran lagu. Dia bilang,
"Aku mau lihat mobil, mah,"
Perhatiannya teralihkan dengan daftar berikutnya yang ada di YouTube.
Sepertinya ini memang kesalahan saya, seharusnya tadi di download dulu baru dikasih lihat ke Kenzie.
Lagu ketiga, Kenzie sudah tidak bersemangat karena tidak diizinkan lihat yang lain. Walaupun sudah dirayu dengan gambar Upin dan Ipin, dia masih menginginkan daftar berikutnya. Begitu pula saat lagu ke empat.
Ternyata eh ternyata, saat semua lagu diulang kembali dan saya tengok ke arahnya, doi sudah merem, pantas saja ga ada celotehnya. Lah, salah lagi timing saya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Bernyanyi
Kali ini sengaja saya mengajak Kenzie melihat video lagu anak-anak yang berhubungan dengan angka. Daftar lagunya adalah sebagai berikut:
1. Dua mata saya
2. Balonku ada lima
3. Lagu belajar angka 1-10 Upin dan Ipin
4. Satu ditambah satu
Saat video pertama diputar, Kenzie bisa mengikuti, walau hanya kata terakhir setiap kalimat. Hehe. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, dia hanya mau mengikuti sekitar satu menit. Selebihnya dia bilang,
"Aku ga mau og, diulang terus,"
Lha ini kebiasaannya mulai lagi. Maunya hanya mendengar dan mengikuti satu lagu kemudian ganti lagu yang lain.
Saat lagu kedua, dia hanya diam memperhatikan. Itupun hanya satu putaran lagu. Dia bilang,
"Aku mau lihat mobil, mah,"
Perhatiannya teralihkan dengan daftar berikutnya yang ada di YouTube.
Sepertinya ini memang kesalahan saya, seharusnya tadi di download dulu baru dikasih lihat ke Kenzie.
Lagu ketiga, Kenzie sudah tidak bersemangat karena tidak diizinkan lihat yang lain. Walaupun sudah dirayu dengan gambar Upin dan Ipin, dia masih menginginkan daftar berikutnya. Begitu pula saat lagu ke empat.
Ternyata eh ternyata, saat semua lagu diulang kembali dan saya tengok ke arahnya, doi sudah merem, pantas saja ga ada celotehnya. Lah, salah lagi timing saya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Kamis, 05 April 2018
Math around us 8
Bismillahirrahmanirrahim,
Bermain puzzle
Kenzie dapat hadiah mainan dari K*nd*rJ*y berupa mainan puzzle, yakni menyatukan kepala dan badan binatang tertentu. Dari gambar yang ada setahu saya hanya harimau dan jerapah, sisanya kurang tahu.. hehe..
Setelah saya membantu memasang stiker binatangnya, tak lama kemudian Kenzie beraksi merakitnya. Tak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.
Saatnya bermain
Permainannya adalah memutar bagian kepala dan ekor sehingga sesuai dengan binatang yang dimaksud. Petunjuknya bisa dilihat dari arah kaki. Berhubung gambar hampir mirip sehingga agak menyulitkan bagi Kenzie untuk mengidentifikasi. Petunjuk arah kaki masih belum dipahaminya, sehingga saya harus berulangkali mengingatkannya. Semua ini dipercobaan pertama.
Percobaan kedua, saya sengaja membongkarnya kembali dan memintanya untuk merangkai kembali. Hasil akhirnya masih belum betul antara kepala dan ekor. Sepertinya Kenzie menyadarinya karena kemudian menanyakan ke saya betul atau tidak apa yang sudah dikerjakannya.
Karena masih belum betul, dengan senang hati Kenzie membongkarnya kembali sehingga diperoleh hasil yang betul. Saat diberitahukan petunjuknya, dia dengan suka hati melakukan apa yang dia mau, bukan sesuai petunjuk. Hehe. Kalau diingatkan, "Ben to..," pasti jawabannya begitu.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Bermain puzzle
Kenzie dapat hadiah mainan dari K*nd*rJ*y berupa mainan puzzle, yakni menyatukan kepala dan badan binatang tertentu. Dari gambar yang ada setahu saya hanya harimau dan jerapah, sisanya kurang tahu.. hehe..
Setelah saya membantu memasang stiker binatangnya, tak lama kemudian Kenzie beraksi merakitnya. Tak perlu waktu lama untuk menyelesaikannya.
Saatnya bermain
Permainannya adalah memutar bagian kepala dan ekor sehingga sesuai dengan binatang yang dimaksud. Petunjuknya bisa dilihat dari arah kaki. Berhubung gambar hampir mirip sehingga agak menyulitkan bagi Kenzie untuk mengidentifikasi. Petunjuk arah kaki masih belum dipahaminya, sehingga saya harus berulangkali mengingatkannya. Semua ini dipercobaan pertama.
Percobaan kedua, saya sengaja membongkarnya kembali dan memintanya untuk merangkai kembali. Hasil akhirnya masih belum betul antara kepala dan ekor. Sepertinya Kenzie menyadarinya karena kemudian menanyakan ke saya betul atau tidak apa yang sudah dikerjakannya.
Karena masih belum betul, dengan senang hati Kenzie membongkarnya kembali sehingga diperoleh hasil yang betul. Saat diberitahukan petunjuknya, dia dengan suka hati melakukan apa yang dia mau, bukan sesuai petunjuk. Hehe. Kalau diingatkan, "Ben to..," pasti jawabannya begitu.
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Rabu, 04 April 2018
Math around us 7
Bismillahirrahmanirrahim,
Mati lampu.
Baru kali ini saya mendengar Kenzie bilang,
"Mati lampunya kok belum nyala yo, mah, sudah segini ( sambil nunjukin kelima jarinya), aku mau nonton Upin dan Ipin," Saya menangkap omongannya itu adalah bahwa waktu sudah berlalu lama, padahal baru sekitar lima menit..hehe..
Belajar tentang waktu next time yo, le.
Setelah lampu menyala, kita bermain bagi-bagi permen. Peralatannya adalah:
1. Kancing besar warna-warni 12 buah
2. Piring kecil 5 buah
Permainannya adalah sebagai berikut:
Susun piring dengan satu berada di tengah-tengah, kemudian isi dengan kancing (permen). Empat piring dianggap sebagai saya, Kenzie, Mbah Uti, dan Mbah Kung. Terus mulai dibagi permen berdasarkan warna dan dihitung, satu, dua, tiga, sampai semua kebagian. Pada awalnya saya menginginkan semua dibagi saja tanpa melihat warna, eh, Kenzie kekeh untuk per warna saja. Hehe.. ya sudahlah..
Permainan berikutnya adalah membagi permen dengan mata tertutup. Tetapi berhubung Kenzie sudah ga minat lagi karena ngantuk, akhirnya ga jadi lanjut deh.
Mati lampu.
Baru kali ini saya mendengar Kenzie bilang,
"Mati lampunya kok belum nyala yo, mah, sudah segini ( sambil nunjukin kelima jarinya), aku mau nonton Upin dan Ipin," Saya menangkap omongannya itu adalah bahwa waktu sudah berlalu lama, padahal baru sekitar lima menit..hehe..
Belajar tentang waktu next time yo, le.
Setelah lampu menyala, kita bermain bagi-bagi permen. Peralatannya adalah:
1. Kancing besar warna-warni 12 buah
2. Piring kecil 5 buah
Permainannya adalah sebagai berikut:
Susun piring dengan satu berada di tengah-tengah, kemudian isi dengan kancing (permen). Empat piring dianggap sebagai saya, Kenzie, Mbah Uti, dan Mbah Kung. Terus mulai dibagi permen berdasarkan warna dan dihitung, satu, dua, tiga, sampai semua kebagian. Pada awalnya saya menginginkan semua dibagi saja tanpa melihat warna, eh, Kenzie kekeh untuk per warna saja. Hehe.. ya sudahlah..
Permainan berikutnya adalah membagi permen dengan mata tertutup. Tetapi berhubung Kenzie sudah ga minat lagi karena ngantuk, akhirnya ga jadi lanjut deh.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Selasa, 03 April 2018
Math around us 6
Bismillahirrahmanirrahim,
Bangun tidur, Kenzie langsung beraksi dengan susu dan botol dodotnya. Hehe.. dia memang bilang botol dot dengan dodot. Pertama, dia akan mengisi botolnya dengan air setinggi botol, pernah saya isi separo dia langsung protes, "tinggi segini lho, mah" sambil nunjukin batas paling atas botol. Kemudian, dia menuang susu dengan takaran satu sendok, kadang penuh kadang ngga penuh, yang penting baginya adalah satu sendok, titik, hehe. Kalau berceceran sedikit, dia akan teriak, "mah, dikit tok lho" sambil nunjukin cecerannya.
Begitu selesai proses membuatnya dan kemudian diminumnya, saya tanya, "Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu tok yo?" jawabnya sambil ngedot.
Bagus.
Siangnya setelah ikut saya kursus, dia buat susu lagi.
"Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu," jawabnya. Maksudnya adalah dia cuma bikin satu botol. Hehe..
Akhirnya saya tanya lagi dan jawabnya dengan menunjukkan jari. Saking senangnya, dia menunjukkan 5 jari ke arah saya sambil ketawa.
Sore hari, pulang bermain, dia buat lagi.
"Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu to,"
Hehe.. baiklah, sepertinya Kenzie belum paham. Kemudian saya mencoba membuat potongan sedotan warna putih dan hijau. Putih untuk susu botolnya, hijau untuk susu kotak. Dan menunjukkan ke Kenzie, satu botol untuk pagi, satu botol untuk siang, dan satu botol untuk sore. Kemudian memintanya untuk menghitung jumlah sedotan,
"Satu, dua, tiga," Alhamdulillah lancar.
"Jadi, hari ini Kenzie sudah minum tiga botol susu, wow, banyak ya?" Kata saya yang dijawabnya dengan senyum lebar sambil ngedot. Hehe..
Sedangkan susu kotaknya, memang sudah habis sejak siang, segera setelah dikasih sama Mbah Uti Pendem.
Malamnya sebelum tidur, dia sibuk menata guling, katanya sedang buat rumah. Saat menggunakan guling adeknya yang masih bayi sebagai pintu, saya tanya perbedaan guling adek dan guling yang lain. Jawabnya kecil gulingnya adek. Kemudian dia membandingkan tingginya dengan tinggi adek terus tingginya dengan tinggi saya. Alhamdulillah dia bisa membandingkan bahwa dia lebih tinggi dan lebih besar dari adek serta dia lebih pendek dan lebih kecil dari saya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Bangun tidur, Kenzie langsung beraksi dengan susu dan botol dodotnya. Hehe.. dia memang bilang botol dot dengan dodot. Pertama, dia akan mengisi botolnya dengan air setinggi botol, pernah saya isi separo dia langsung protes, "tinggi segini lho, mah" sambil nunjukin batas paling atas botol. Kemudian, dia menuang susu dengan takaran satu sendok, kadang penuh kadang ngga penuh, yang penting baginya adalah satu sendok, titik, hehe. Kalau berceceran sedikit, dia akan teriak, "mah, dikit tok lho" sambil nunjukin cecerannya.
Begitu selesai proses membuatnya dan kemudian diminumnya, saya tanya, "Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu tok yo?" jawabnya sambil ngedot.
Bagus.
Siangnya setelah ikut saya kursus, dia buat susu lagi.
"Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu," jawabnya. Maksudnya adalah dia cuma bikin satu botol. Hehe..
Akhirnya saya tanya lagi dan jawabnya dengan menunjukkan jari. Saking senangnya, dia menunjukkan 5 jari ke arah saya sambil ketawa.
Sore hari, pulang bermain, dia buat lagi.
"Sudah berapa kali buat susu?"
"Satu to,"
Hehe.. baiklah, sepertinya Kenzie belum paham. Kemudian saya mencoba membuat potongan sedotan warna putih dan hijau. Putih untuk susu botolnya, hijau untuk susu kotak. Dan menunjukkan ke Kenzie, satu botol untuk pagi, satu botol untuk siang, dan satu botol untuk sore. Kemudian memintanya untuk menghitung jumlah sedotan,
"Satu, dua, tiga," Alhamdulillah lancar.
"Jadi, hari ini Kenzie sudah minum tiga botol susu, wow, banyak ya?" Kata saya yang dijawabnya dengan senyum lebar sambil ngedot. Hehe..
Sedangkan susu kotaknya, memang sudah habis sejak siang, segera setelah dikasih sama Mbah Uti Pendem.
Malamnya sebelum tidur, dia sibuk menata guling, katanya sedang buat rumah. Saat menggunakan guling adeknya yang masih bayi sebagai pintu, saya tanya perbedaan guling adek dan guling yang lain. Jawabnya kecil gulingnya adek. Kemudian dia membandingkan tingginya dengan tinggi adek terus tingginya dengan tinggi saya. Alhamdulillah dia bisa membandingkan bahwa dia lebih tinggi dan lebih besar dari adek serta dia lebih pendek dan lebih kecil dari saya.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Senin, 02 April 2018
Math around us 5
Bismillahirrahmanirrahim,
Perjalanan hari ini adalah menghitung berapa banyak Kenzie membuat dan minum susu menggunakan dot. Dimulai sejak dia bangun tidur dan menjelang tidur.
Setiap ditanya sudah berapa kali minum, dia akan bilang "baru satu ini tok yo".. pintar ngeles. Hehe..Padahal sudah lebih dari satu dan dia tidak mau mengakuinya. Oke, besok kita coba hitung menggunakan alat. Hari ini, saya belum sempat menyiapkan peragaannya.
Tiba-tiba saja dia menunjukkan permen, dan saya tanya ada berapa permennya, dengan lancar dia menyebutkan satu sampai tiga, yang keempat nya agak lupa. Oke, bagus. Tak lama kemudian saya memintanya satu, saya tanya sisanya berapa dan jawabannya adalah "sak mene to".. hadeehh.. lagi ga mau menghitung, hehe..
Sore harinya, dia memberi saya sebuah roti, sambil bilang,
"Ini buat Mamah, ini buat Kenzie, dan ini buat Mbah Kung, gitu ya, Mah?"
"Terima kasih, jadi semua roti ada berapa?"
Ditanyain begitu, dia agak malas menjawab. Saya pancing dengan mulai menghitung dari punya saya, baru dia mau melanjutkan sampai selesai dan menyebutkan angka tiga tak lama kemudian.
Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Perjalanan hari ini adalah menghitung berapa banyak Kenzie membuat dan minum susu menggunakan dot. Dimulai sejak dia bangun tidur dan menjelang tidur.
Setiap ditanya sudah berapa kali minum, dia akan bilang "baru satu ini tok yo".. pintar ngeles. Hehe..Padahal sudah lebih dari satu dan dia tidak mau mengakuinya. Oke, besok kita coba hitung menggunakan alat. Hari ini, saya belum sempat menyiapkan peragaannya.
Tiba-tiba saja dia menunjukkan permen, dan saya tanya ada berapa permennya, dengan lancar dia menyebutkan satu sampai tiga, yang keempat nya agak lupa. Oke, bagus. Tak lama kemudian saya memintanya satu, saya tanya sisanya berapa dan jawabannya adalah "sak mene to".. hadeehh.. lagi ga mau menghitung, hehe..
Sore harinya, dia memberi saya sebuah roti, sambil bilang,
"Ini buat Mamah, ini buat Kenzie, dan ini buat Mbah Kung, gitu ya, Mah?"
"Terima kasih, jadi semua roti ada berapa?"
Ditanyain begitu, dia agak malas menjawab. Saya pancing dengan mulai menghitung dari punya saya, baru dia mau melanjutkan sampai selesai dan menyebutkan angka tiga tak lama kemudian.
Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Math around us 4
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah, Kenzie bisa menyelesaikan tantangan hari ini, walau diselingi dengan kata capek berulangkali. Permainan kali ini adalah menggunting sedotan menjadi beberapa bagian dan meroncenya.
Peralatannya adalah sebagai berikut:
1. Gunting
2. Sedotan warna hijau (lebih baik dua warna)
3. Tiga utas tali
4. Lidi
Cara bermainnya adalah:
Sedotan dibagi menjadi dua dan ini dengan senang hati mengerjakannya. Sepertinya Kenzie suka dengan gunting-menggunting. Setelah terbagi dua, masing-masing bagian dibagi menjadi dua. Setelah semuanya terbagi dua, kemudian sebagian dibagi lagi menjadi dua bagian sehingga terdapat sebagian panjang dan sebagian pendek. Kenzie hanya bisa dan mau menggunting sebagian panjang, karena yang sebagian pendek terlalu pendek dan dia mengalami kesulitan. Hehe..
Selesai menggunting, permainan selanjutnya adalah menyortir panjang dan pendek. Kemudian meronce sedotan tersebut dengan panjang dan pendek bergantian. Ditengah perjalanan meronce, entah mengapa Kenzie malah meronce sedotan warna kuning (mengguntingnya terlebih dahulu) juga. Saya tanya kenapa, jawabannya yo ben to. Oalah.. ganti suasana sepertinya.. hehe..
Setelah selesai meronce dua utas tali, karena ga kelihatan perbedaan panjang dan pendeknya maka kemudian yang pendek saya kasih tanda. Tetapi tetap saja jadinya semaunya Kenzie meronce, konsentrasinya pecah karena ada serial Upin dan Ipin sedang diputar..hehe.. Setelah selesai meronce, tiga utas tali tersebut digantungin ke satu batang lidi yang sudah disediakan. Kemudian saya meminta Kenzie untuk menunjukkan mana yang paling panjang dan mana yang paling pendek, Alhamdulillah, dia bisa menunjukkan.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Alhamdulillah, Kenzie bisa menyelesaikan tantangan hari ini, walau diselingi dengan kata capek berulangkali. Permainan kali ini adalah menggunting sedotan menjadi beberapa bagian dan meroncenya.
Peralatannya adalah sebagai berikut:
1. Gunting
2. Sedotan warna hijau (lebih baik dua warna)
3. Tiga utas tali
4. Lidi
Cara bermainnya adalah:
Sedotan dibagi menjadi dua dan ini dengan senang hati mengerjakannya. Sepertinya Kenzie suka dengan gunting-menggunting. Setelah terbagi dua, masing-masing bagian dibagi menjadi dua. Setelah semuanya terbagi dua, kemudian sebagian dibagi lagi menjadi dua bagian sehingga terdapat sebagian panjang dan sebagian pendek. Kenzie hanya bisa dan mau menggunting sebagian panjang, karena yang sebagian pendek terlalu pendek dan dia mengalami kesulitan. Hehe..
Selesai menggunting, permainan selanjutnya adalah menyortir panjang dan pendek. Kemudian meronce sedotan tersebut dengan panjang dan pendek bergantian. Ditengah perjalanan meronce, entah mengapa Kenzie malah meronce sedotan warna kuning (mengguntingnya terlebih dahulu) juga. Saya tanya kenapa, jawabannya yo ben to. Oalah.. ganti suasana sepertinya.. hehe..
Setelah selesai meronce dua utas tali, karena ga kelihatan perbedaan panjang dan pendeknya maka kemudian yang pendek saya kasih tanda. Tetapi tetap saja jadinya semaunya Kenzie meronce, konsentrasinya pecah karena ada serial Upin dan Ipin sedang diputar..hehe.. Setelah selesai meronce, tiga utas tali tersebut digantungin ke satu batang lidi yang sudah disediakan. Kemudian saya meminta Kenzie untuk menunjukkan mana yang paling panjang dan mana yang paling pendek, Alhamdulillah, dia bisa menunjukkan.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Sabtu, 31 Maret 2018
Math around us 3
Bismillahirrahmanirrahim,
Kali ini saya mengenalkan bentuk geometri kotak, segitiga, persegi panjang, dan lingkaran. Peralatannya adalah:
1. Gunting
2. Kertas lipat warna warni
3. Kertas HVS
4. Lem kertas
5. Penggaris
6. Spidol hitam
Permainannya adalah Kenzie akan diajari menggunting sesuai petunjuk, kemudian diberi angka dan menirukan serta menyebutkan warna dan bentuknya, terakhir menempel.
Pertama, kertas diberi garis petunjuk buat Kenzie untuk digunting sehingga tercipta dua lembar potongan kertas. Ulangi beberapa kali. Kemudian potongan tadi di garis petunjuk lagi sehingga membentuk kotak. Dari kotak tersebut nanti akan menjadi bentuk segitiga dan persegi panjang. Untuk lingkarannya, saya menjiplak dari tutup botol.
Kenzie sudah seneng bisa menggunting, tetapi harap dimaklumi saja hasilnya masih belum rapi. Untuk bentuk lingkaran, Kenzie masih mengalami kesulitan. Dia mengerjakannya tidak mengikuti garis, tetapi di potong lurus-lurus menuju ke lingkaran. Hehe.. idenya boleh juga tuh.. Kenzie hanya sanggup mengerjakan dua lembar lingkaran, alasannya capek dan ngantuk, akhirnya sisa lingkaran saya yang melanjutkan. Maaf ya, Nang..hehe..
Waktunya menempel
Walau sudah beralasan mengantuk dan capek, Kenzie tetap melakukan tempel menempel sesuai dengan gambar di kertas HVS. Ada rayuan dibalik dia mau menyelesaikan permainan ini..hehe.. yakni jalan-jalan naik motor keliling kampung. Setelah menempel dengan menyesuaikan angka, Kenzie saya ajak ajak untuk menyebutkan angka dengan menunjuknya. Dari 6 angka yang dibuat, Kenzie bisa menyebutkan sampai angka 5, habis 5 dia bilang 7. Hehe..
Setelah berulangkali dibantu, Kenzie akhirnya mampu menyebutkan angka tanpa dibantu. Alhamdulillah. Habis itu dia bilang capek.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Kali ini saya mengenalkan bentuk geometri kotak, segitiga, persegi panjang, dan lingkaran. Peralatannya adalah:
1. Gunting
2. Kertas lipat warna warni
3. Kertas HVS
4. Lem kertas
5. Penggaris
6. Spidol hitam
Permainannya adalah Kenzie akan diajari menggunting sesuai petunjuk, kemudian diberi angka dan menirukan serta menyebutkan warna dan bentuknya, terakhir menempel.
Pertama, kertas diberi garis petunjuk buat Kenzie untuk digunting sehingga tercipta dua lembar potongan kertas. Ulangi beberapa kali. Kemudian potongan tadi di garis petunjuk lagi sehingga membentuk kotak. Dari kotak tersebut nanti akan menjadi bentuk segitiga dan persegi panjang. Untuk lingkarannya, saya menjiplak dari tutup botol.
Kenzie sudah seneng bisa menggunting, tetapi harap dimaklumi saja hasilnya masih belum rapi. Untuk bentuk lingkaran, Kenzie masih mengalami kesulitan. Dia mengerjakannya tidak mengikuti garis, tetapi di potong lurus-lurus menuju ke lingkaran. Hehe.. idenya boleh juga tuh.. Kenzie hanya sanggup mengerjakan dua lembar lingkaran, alasannya capek dan ngantuk, akhirnya sisa lingkaran saya yang melanjutkan. Maaf ya, Nang..hehe..
Waktunya menempel
Walau sudah beralasan mengantuk dan capek, Kenzie tetap melakukan tempel menempel sesuai dengan gambar di kertas HVS. Ada rayuan dibalik dia mau menyelesaikan permainan ini..hehe.. yakni jalan-jalan naik motor keliling kampung. Setelah menempel dengan menyesuaikan angka, Kenzie saya ajak ajak untuk menyebutkan angka dengan menunjuknya. Dari 6 angka yang dibuat, Kenzie bisa menyebutkan sampai angka 5, habis 5 dia bilang 7. Hehe..
Setelah berulangkali dibantu, Kenzie akhirnya mampu menyebutkan angka tanpa dibantu. Alhamdulillah. Habis itu dia bilang capek.
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Jumat, 30 Maret 2018
Math around us 2
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan baik. Apaan tuh?
Pastinya bermain sama Kenzie dong. Hehe.. sukses besar dengan ending ember pecah. Kok bisa?
Bisa dong.. tetapi rinciannya gimana bisa pecah, saya tidak tahu karena saya membiarkan Kenzie melanjutkan permainannya sendiri. Dan setelah ditanya kenapa bisa pecah, jawabnya malah ga tahu.. hehe..
Oke balik ke topik.
Hari ini Kenzie, saya, dan temannya bernama Toti bermain air. Kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Mengisi gelas dan botol dengan air sesuai tanda,
2. Menyebutkan warna air dalam gelas,
3. Mengurutkan air dari terendah sampai tertinggi,
4. Menaruh warna sesuai dengan gambar di ember,
5. Mengurutkan tinggi botol
6. Berlomba mengisi air dalam gelas dan botol,
Dari kegiatan-kegiatan di atas, Toti lebih baik dalam semua kegiatan tersebut, dia lebih rapi dan luwes gerakannya, dan cepat merespon terhadap instruksi yang saya berikan bahkan terkadang membantu Kenzie supaya paham.
Sedangkan Kenzie masih kurang rapi, gerakannya agak kaku, dan agak santai dalam merespon setiap instruksi yang diberikan terutama dalam perlombaan. Jawaban andalan "Yo Ben to" keluar. Hehe. Membuat saya berpikir, kalau perlombaan sebenarnya akankah sesantai ini? Setiap melaksanakan instruksi, malah senyum sambil melihat ke temannya, kaya malu-malu gitu. Respon yang sama juga dia berikan kala saya mengajaknya main air. Senyumnya itu lho.. ihh gemesin..
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Alhamdulillah, hari ini berjalan dengan baik. Apaan tuh?
Pastinya bermain sama Kenzie dong. Hehe.. sukses besar dengan ending ember pecah. Kok bisa?
Bisa dong.. tetapi rinciannya gimana bisa pecah, saya tidak tahu karena saya membiarkan Kenzie melanjutkan permainannya sendiri. Dan setelah ditanya kenapa bisa pecah, jawabnya malah ga tahu.. hehe..
Oke balik ke topik.
Hari ini Kenzie, saya, dan temannya bernama Toti bermain air. Kegiatannya adalah sebagai berikut:
1. Mengisi gelas dan botol dengan air sesuai tanda,
2. Menyebutkan warna air dalam gelas,
3. Mengurutkan air dari terendah sampai tertinggi,
4. Menaruh warna sesuai dengan gambar di ember,
5. Mengurutkan tinggi botol
6. Berlomba mengisi air dalam gelas dan botol,
Dari kegiatan-kegiatan di atas, Toti lebih baik dalam semua kegiatan tersebut, dia lebih rapi dan luwes gerakannya, dan cepat merespon terhadap instruksi yang saya berikan bahkan terkadang membantu Kenzie supaya paham.
Sedangkan Kenzie masih kurang rapi, gerakannya agak kaku, dan agak santai dalam merespon setiap instruksi yang diberikan terutama dalam perlombaan. Jawaban andalan "Yo Ben to" keluar. Hehe. Membuat saya berpikir, kalau perlombaan sebenarnya akankah sesantai ini? Setiap melaksanakan instruksi, malah senyum sambil melihat ke temannya, kaya malu-malu gitu. Respon yang sama juga dia berikan kala saya mengajaknya main air. Senyumnya itu lho.. ihh gemesin..
![]() |
| 1. Menyusun botol berdasarkan tingginya, 2. Menyusun gelas berdasarkan tinggi air dan menyebutkan warnanya, 3. Menyesuaikan warna air dengan warna gambar di ember. |
![]() |
| Menuang air |
![]() |
| Perlombaan |
![]() |
| Ini bahan dan alat-alatnya |
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Kamis, 29 Maret 2018
Matharoundus1
Bismillahirrahmanirrahim,
Matematika? Ehm.. siapa yang tak mengenalnya? hehe.. Yang pasti, pertama kali terbayang tentang matematika adalah deretan angka yang kadang bikin pusing. Bahkan bagi sebagian orang, matematika adalah salah satu pelajaran yang sulit dan mereka menjadi tidak suka akan matematika. Jadi ingat masa lalu, saya pernah ikut kejuaraan matematika SD tingkat kecamatan, Alhamdulillah juara dua, padahal kalau mau saya bisa meraih juara satu lho.. hehe..(hanya mengenang).
Nah, tantangan level 6 ini adalah menemukan matematika di sekitar kita. Pertama kali yang terpikirkan oleh saya adalah mengenalkan deretan angka ke anak. Namun, setelah membaca materi level ini, ternyata tidak sekedar mengenalkan angka-angka tersebut pada anak. Dan dari berbagai sumber bacaan di internet, banyak sekali cara untuk mengenalkan matematika sejak usia dini.
Pada awalnya, saya mengenalkan angka kepada Kenzie saat dia bermain dengan mengajaknya untuk menirukan saya dan menunjukkan angkanya lewat tulisan dan jari. Walau sudah sampai sepuluh, tetapi belum bisa urut dengan baik sampai sekarang.. hehe.. sering lompat-lompat. Belakangan ini, Kenzie sudah bisa menunjukkan angka dengan jarinya tapi belum bisa menyebutkan yang dimaksud, cuma bisa bilang 'sak mene'. Dan itu selalu berhubungan dengan jajanan ringan (hampir tiap pagi Uti membelikan jajanan dari pasar). Sebelum Uti berangkat Kenzie akan bilang minta apa dan berapa banyaknya ( sak mene nya tak ketinggalan) yang itu berarti dia minta lebih dari satu..hadeehh.
Saat dibuatkan camilan juga seperti itu, permintaannya bisa macam-macam. Seperti yang terdapat dalam video dibawah ini.
Masih belum jelas maksudnya bagaimana tetapi dari yang saya tangkap dia minta dibanyakin coklatnya. Hehe..
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
Minggu, 18 Maret 2018
Pohon literasi 10
Bismillahirrahmanirrahim,
Buku selanjutnya yang dibaca adalah cerita tentang anak buaya. Sebenarnya Kenzie masih ingin main yang lain. Tetapi saya rayu dengan membaca keras-keras dan menunjukkan gambar yang ada di buku. Hehe. Walau tidak mendengarkan dengan serius, tetapi dia masih bisa diajak ngobrol tentang isi ceritanya.
Setelah selesai membaca bersama saya, seperti beban yang terlepas, Kenzie dengan asyiknya lanjut bermain yang lain. Hehe..Biasanya main di luar, naik sepeda, tetapi berhubung cuaca mendung mau hujan, dia lebih memilih bermain di dalam rumah.
Selama tantangan level ini, saya mengamati bahwa Kenzie hanya mampu diajak membaca sekitar 5 menit saja. Dia lebih memilih bermain di luar dengan teman-teman atau bermain sendiri di dalam rumah.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Buku selanjutnya yang dibaca adalah cerita tentang anak buaya. Sebenarnya Kenzie masih ingin main yang lain. Tetapi saya rayu dengan membaca keras-keras dan menunjukkan gambar yang ada di buku. Hehe. Walau tidak mendengarkan dengan serius, tetapi dia masih bisa diajak ngobrol tentang isi ceritanya.
Setelah selesai membaca bersama saya, seperti beban yang terlepas, Kenzie dengan asyiknya lanjut bermain yang lain. Hehe..Biasanya main di luar, naik sepeda, tetapi berhubung cuaca mendung mau hujan, dia lebih memilih bermain di dalam rumah.
Selama tantangan level ini, saya mengamati bahwa Kenzie hanya mampu diajak membaca sekitar 5 menit saja. Dia lebih memilih bermain di luar dengan teman-teman atau bermain sendiri di dalam rumah.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 9
Bismillahirrahmanirrahim,
Sore ini Kenzie ingin bermain peran sebagai pemancing. Alatnya bukan pancing beneran, tetapi dari kabel rem sepedanya yang sudah putus. Hehe.. ada-ada saja idenya.
Kemudian saya ajak untuk membaca buku lagi, eh masih ngotot ingin mancing. Tetapi saya juga tidak mau kalah dengan menunjukkan gambar-gambar yang ada di dalam buku dan bujuk rayunya supaya mau ikut membaca. Hehe.. pelan tapi pasti lama-kelamaan dia mau mendekat ke saya walau masih memegang alat pancingannya sembari bilang "aku mau mancing og".
Dengan tangan memainkan alat pancing, tetapi mata tidak lepas dari buku yang saya pegang. Kali ini bukunya bercerita tentang sebuah pulpen beserta teman-teman alat tulis lainnya. Kenzie menamakan pulpen bukan pulpen tetapi "tulis"karena kebiasaan.
Setelah selesai membacakannya, dia langsung memilih bermain dengan pancingannya tadi. Walaupun tak jauh-jauh juga dari saya karena ingin menunjukkan ke saya cara memancing dan yang didapatkannya. Ikan diganti dengan salah satu mainannya. Pokoknya ada saja idenya. Hehe.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Sore ini Kenzie ingin bermain peran sebagai pemancing. Alatnya bukan pancing beneran, tetapi dari kabel rem sepedanya yang sudah putus. Hehe.. ada-ada saja idenya.
Kemudian saya ajak untuk membaca buku lagi, eh masih ngotot ingin mancing. Tetapi saya juga tidak mau kalah dengan menunjukkan gambar-gambar yang ada di dalam buku dan bujuk rayunya supaya mau ikut membaca. Hehe.. pelan tapi pasti lama-kelamaan dia mau mendekat ke saya walau masih memegang alat pancingannya sembari bilang "aku mau mancing og".
Dengan tangan memainkan alat pancing, tetapi mata tidak lepas dari buku yang saya pegang. Kali ini bukunya bercerita tentang sebuah pulpen beserta teman-teman alat tulis lainnya. Kenzie menamakan pulpen bukan pulpen tetapi "tulis"karena kebiasaan.
Setelah selesai membacakannya, dia langsung memilih bermain dengan pancingannya tadi. Walaupun tak jauh-jauh juga dari saya karena ingin menunjukkan ke saya cara memancing dan yang didapatkannya. Ikan diganti dengan salah satu mainannya. Pokoknya ada saja idenya. Hehe.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Sabtu, 17 Maret 2018
Pohon literasi 8
Bismillahirrahmanirrahim,
Hari ini tumben Kenzie mau dibacakan dua kali.
Tadi pagi, kita berdua asyik membaca majalah anak perempuan bergambar princess alias putri. Walaupun sebentar tetapi asyik ya, Nang. Hehe.. bahkan dia sempat menunjukkan gambar tentang mainan anak perempuan. Saat saya bilang kalau itu untuk anak perempuan seperti mamah, dia tetap memilih ini untuk mamah, ini untuk Kenzie.. hehe..
Sorenya, iseng-iseng saya mengajaknya untuk membaca buku lagi. Kali ini berisi tentang gambar-gambar mengenai buah, sayur, peralatan makan, jenis trasnportasi, dan beberapa benda di rumah. Beberapa sudah bisa disebutnya dengan lancar. Tetapi saat menginjak huruf dan menirukan saya, dia bilang capek.. hehe.. alasan saja ini... Karena dia sudah tergoda sama serial Upin Dan Ipin yang sedang tayang saat ini.
Ya sudahlah, lanjut besok lagi. Hehe..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Hari ini tumben Kenzie mau dibacakan dua kali.
Tadi pagi, kita berdua asyik membaca majalah anak perempuan bergambar princess alias putri. Walaupun sebentar tetapi asyik ya, Nang. Hehe.. bahkan dia sempat menunjukkan gambar tentang mainan anak perempuan. Saat saya bilang kalau itu untuk anak perempuan seperti mamah, dia tetap memilih ini untuk mamah, ini untuk Kenzie.. hehe..
Sorenya, iseng-iseng saya mengajaknya untuk membaca buku lagi. Kali ini berisi tentang gambar-gambar mengenai buah, sayur, peralatan makan, jenis trasnportasi, dan beberapa benda di rumah. Beberapa sudah bisa disebutnya dengan lancar. Tetapi saat menginjak huruf dan menirukan saya, dia bilang capek.. hehe.. alasan saja ini... Karena dia sudah tergoda sama serial Upin Dan Ipin yang sedang tayang saat ini.
Ya sudahlah, lanjut besok lagi. Hehe..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 7
Bismillahirrahmanirrahim,
Berhubung Kenzie sedang tidak mau baca buku, akhirnya saya sendiri yang asyik membaca. Buku yang saya baca dan akan langsung dipraktekkan adalah tentang cara membuat slipper rajut. Slipper adalah semacam alas kaki untuk di rumah.
Setelah membaca sampai selesai, saya lanjut berkreasi dengan membuat slipper untuk bayi. Dari empat pola untuk bayi tersebut saya menyadari ada petunjuk yang tidak sesuai. Hehe.. sempat bingung memahaminya. Tetapi tak apalah.. dilanjutkan sesuai dengan keinginan hati, kan tidak harus sesuai dengan petunjuk. Niatnya sehari ini bisa menyelesaikan slippernya, paling tidak jadi sebelah tidak mengapa, tetapi apa daya, baru seperempat jalan sudah tidak memiliki minat lagi untuk segera menyelesaikannya.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Berhubung Kenzie sedang tidak mau baca buku, akhirnya saya sendiri yang asyik membaca. Buku yang saya baca dan akan langsung dipraktekkan adalah tentang cara membuat slipper rajut. Slipper adalah semacam alas kaki untuk di rumah.
Setelah membaca sampai selesai, saya lanjut berkreasi dengan membuat slipper untuk bayi. Dari empat pola untuk bayi tersebut saya menyadari ada petunjuk yang tidak sesuai. Hehe.. sempat bingung memahaminya. Tetapi tak apalah.. dilanjutkan sesuai dengan keinginan hati, kan tidak harus sesuai dengan petunjuk. Niatnya sehari ini bisa menyelesaikan slippernya, paling tidak jadi sebelah tidak mengapa, tetapi apa daya, baru seperempat jalan sudah tidak memiliki minat lagi untuk segera menyelesaikannya.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 6
Bismillahirrahmanirrahim,
Seri mengenal profesi berikutnya yang dibacakan buat Kenzie adalah tentang Astronot. Kebetulan pula beberapa waktu lalu di serial Upin dan Ipin bercerita tentang profesi ini. Semakin memudahkan Kenzie untuk memahami isi buku. Hehe..
Saya masih membacakan dengan suara lantang, sedangkan Kenzie kali ini kurang berminat untuk dibacakan. Tak lupa pula beberapa kali saya juga menunjukkan gambar-gambar di buku. Menurut Kenzie seorang astronot pakaiannya serba putih, sedangkan dibuku, digambarkan dengan warna oranye dan putih. Oranye digunakan selama pelatihan dan putih saat berangkat ke bulan. Kenzie masih belum memahami ini. Hehe.. tak apa ya, Nang, kita sama-sama sedang belajar, mamah juga baru tahu.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Seri mengenal profesi berikutnya yang dibacakan buat Kenzie adalah tentang Astronot. Kebetulan pula beberapa waktu lalu di serial Upin dan Ipin bercerita tentang profesi ini. Semakin memudahkan Kenzie untuk memahami isi buku. Hehe..
Saya masih membacakan dengan suara lantang, sedangkan Kenzie kali ini kurang berminat untuk dibacakan. Tak lupa pula beberapa kali saya juga menunjukkan gambar-gambar di buku. Menurut Kenzie seorang astronot pakaiannya serba putih, sedangkan dibuku, digambarkan dengan warna oranye dan putih. Oranye digunakan selama pelatihan dan putih saat berangkat ke bulan. Kenzie masih belum memahami ini. Hehe.. tak apa ya, Nang, kita sama-sama sedang belajar, mamah juga baru tahu.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 5
Bismillah,
Hari ini, buku yang akan dibedah berdua bersama Kenzie bercerita tentang sebuah profesi, yakni Masinis.
Sengaja saya membacakan dengan keras-keras, berharap akan menarik perhatian Kenzie yang masih asyik bermain dengan mainannya. Hehe.. hanya sekian menit saya mendapatkan perhatiannya.
Rupanya dia menikmati saya bercerita dengan suara keras. Tak lupa pula saya menunjukkan gambar-gambarnya. Dia sempat beberapa kali mengajukan pertanyaan yang disambung dengan bercerita versinya dia. Karena kebetulan saya dan suami mempunyai teman dengan profesi ini, hanya saja belum sempat menunjukkan foto teman tersebut saat memakai seragam profesinya. Mungkin dengan menunjukkan foto yang sama dengan gambar yang dibuku akan memudahkannya mengingat profesi ini. Disamping itu pula, kita berdua sering naik kereta api. Hehe...
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Hari ini, buku yang akan dibedah berdua bersama Kenzie bercerita tentang sebuah profesi, yakni Masinis.
Sengaja saya membacakan dengan keras-keras, berharap akan menarik perhatian Kenzie yang masih asyik bermain dengan mainannya. Hehe.. hanya sekian menit saya mendapatkan perhatiannya.
Rupanya dia menikmati saya bercerita dengan suara keras. Tak lupa pula saya menunjukkan gambar-gambarnya. Dia sempat beberapa kali mengajukan pertanyaan yang disambung dengan bercerita versinya dia. Karena kebetulan saya dan suami mempunyai teman dengan profesi ini, hanya saja belum sempat menunjukkan foto teman tersebut saat memakai seragam profesinya. Mungkin dengan menunjukkan foto yang sama dengan gambar yang dibuku akan memudahkannya mengingat profesi ini. Disamping itu pula, kita berdua sering naik kereta api. Hehe...
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 4
Bismillah,
Saat Kenzie masih asyik main di luar, saya iseng bertanya "maukah dia masuk dan membaca buku bersama saya?"
Ekspresi nya itu lho.. nggemesin banget.
"Baca buku? Weh.. asyik, mau, mah" jawabnya.
Buku berjudul "main, yuk!" Berisi tentang berbagai aktivitas yang bisa dikerjakan bersama anak. Dari sekian ratus aktivitas yang terdapat di dalam buku, baru sedikit yang sudah dipraktekkan. Karena apa? Karena ada beberapa bahan yang tidak tersedia di rumah. Hehe..
Setelah dibuka bukunya, dan melihat gambar-gambarnya, Kenzie mengajukan beberapa pertanyaan terkait gambar tersebut. Dan akhirnya mengajak saya untuk praktek. Hehe.. saya jawab lain kali, mamah belum bisa kalau sekarang. Alhamdulillah dengan beberapa jurus jitu, Kenzie mau menunda keinginan nya tersebut.
Saat sedang asyik buka-buka buku, temannya tiba-tiba datang, dan Kenzie dengan antusias kemudian membawa buku tersebut keluar, saya rasa dia ingin menunjukkan buku tersebut ke temannya. Sayang sekali, hal ini tidak terdokumentasi, karena saya juga lagi ada tamu.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Saat Kenzie masih asyik main di luar, saya iseng bertanya "maukah dia masuk dan membaca buku bersama saya?"
Ekspresi nya itu lho.. nggemesin banget.
"Baca buku? Weh.. asyik, mau, mah" jawabnya.
Buku berjudul "main, yuk!" Berisi tentang berbagai aktivitas yang bisa dikerjakan bersama anak. Dari sekian ratus aktivitas yang terdapat di dalam buku, baru sedikit yang sudah dipraktekkan. Karena apa? Karena ada beberapa bahan yang tidak tersedia di rumah. Hehe..
Setelah dibuka bukunya, dan melihat gambar-gambarnya, Kenzie mengajukan beberapa pertanyaan terkait gambar tersebut. Dan akhirnya mengajak saya untuk praktek. Hehe.. saya jawab lain kali, mamah belum bisa kalau sekarang. Alhamdulillah dengan beberapa jurus jitu, Kenzie mau menunda keinginan nya tersebut.
Saat sedang asyik buka-buka buku, temannya tiba-tiba datang, dan Kenzie dengan antusias kemudian membawa buku tersebut keluar, saya rasa dia ingin menunjukkan buku tersebut ke temannya. Sayang sekali, hal ini tidak terdokumentasi, karena saya juga lagi ada tamu.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 3
Bismillah,
Bukan buku kali ini yang akan dibacakan dengan Kenzie. Melainkan majalah anak yang terdapat di majalah Ummi, majalahnya saya, hehe.
"Kampung Permata, menuntun ringkas bermain dan bercerita". Walaupun sedikit halamannya, tetapi tidak mengurangi minat nya untuk buka-buka sambil lihat gambar-gambarnya. Tak lupa pula setiap gambar dia akan bercerita yang ia tahu. Setelah selesai membuka-buka, tak perlu waktu lama buat Kenzie untuk langsung keluar rumah untuk bermain dengan sepedanya..
Jadi, hanya sekian menit saja dia memegang majalah/buku. Hehe..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Bukan buku kali ini yang akan dibacakan dengan Kenzie. Melainkan majalah anak yang terdapat di majalah Ummi, majalahnya saya, hehe.
"Kampung Permata, menuntun ringkas bermain dan bercerita". Walaupun sedikit halamannya, tetapi tidak mengurangi minat nya untuk buka-buka sambil lihat gambar-gambarnya. Tak lupa pula setiap gambar dia akan bercerita yang ia tahu. Setelah selesai membuka-buka, tak perlu waktu lama buat Kenzie untuk langsung keluar rumah untuk bermain dengan sepedanya..
Jadi, hanya sekian menit saja dia memegang majalah/buku. Hehe..
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 2
Bismillah,
Setelah pohon literasi jadi, saatnya dimulai merimbunkan pohonnya.
Kali ini dimulai dengan buku bantal berjudul Mengenal Huruf Hijaiyah (dari Alif sampai Ya).
Saya membacakan dengan nyaring dan Kenzie menirukannya. Kemudian berlanjut Kenzie membolak-balik buku tersebut dan melihat gambar-gambarnya. Tak lama kemudian terdengar ocehannya mengenai gambar tersebut. Dia menyebutkan beberapa nama hewan tersebut yang mengingatkan nya akan beberapa momen yang diperoleh nya terkait dengan hewan tersebut.
Misalnya, saat menyebut nama monyet, dia ingat waktu di kebun binatang monyet tersebut mengeluarkan bokongnya ke luar kandang. Begitu pula dengan burung merak yang ekornya mekar pada waktu di kebun binatang yang sama.
Domba, mengingatkan nya saat melihat serial "Shaun the sheep" di televisi. Cicak, mengingatkan nya saat melihat serial Ipin Upin tentang cicak.
Kegiatan ini seru, mendengar nya membicarakan beberapa nama hewan yang telah dikenalnya.
Usianya memang baru 3,5th. Saya tidak memaksanya untuk bisa membaca. Paling tidak untuk saat ini dia bisa membicarakan nama hewan yang telah dikenalnya walaupun itu lewat televisi dan gambar. Karena sering pula saya menemaninya nonton. Hehe.. karena saya juga suka kartun. Hari ini cukup satu dulu bukunya. Kenzie sudah ga sabar buat main di luar.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Setelah pohon literasi jadi, saatnya dimulai merimbunkan pohonnya.
Kali ini dimulai dengan buku bantal berjudul Mengenal Huruf Hijaiyah (dari Alif sampai Ya).
Saya membacakan dengan nyaring dan Kenzie menirukannya. Kemudian berlanjut Kenzie membolak-balik buku tersebut dan melihat gambar-gambarnya. Tak lama kemudian terdengar ocehannya mengenai gambar tersebut. Dia menyebutkan beberapa nama hewan tersebut yang mengingatkan nya akan beberapa momen yang diperoleh nya terkait dengan hewan tersebut.
Misalnya, saat menyebut nama monyet, dia ingat waktu di kebun binatang monyet tersebut mengeluarkan bokongnya ke luar kandang. Begitu pula dengan burung merak yang ekornya mekar pada waktu di kebun binatang yang sama.
Domba, mengingatkan nya saat melihat serial "Shaun the sheep" di televisi. Cicak, mengingatkan nya saat melihat serial Ipin Upin tentang cicak.
Kegiatan ini seru, mendengar nya membicarakan beberapa nama hewan yang telah dikenalnya.
Usianya memang baru 3,5th. Saya tidak memaksanya untuk bisa membaca. Paling tidak untuk saat ini dia bisa membicarakan nama hewan yang telah dikenalnya walaupun itu lewat televisi dan gambar. Karena sering pula saya menemaninya nonton. Hehe.. karena saya juga suka kartun. Hari ini cukup satu dulu bukunya. Kenzie sudah ga sabar buat main di luar.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Pohon literasi 1
Bismillah,
Di game tantangan level 5 kali ini adalah merimbunkan pohon literasi. Yaitu menumbuhkan minat baca kepada anggota keluarga. Karena saya sudah menikah dan memiliki anak, maka tugas saya adalah membacakan buku bersama anak saya, Kenzie (3,5).
Sebelum membacakan buku, saya mencoba mengajak anak saya untuk membuat pohon literasi nya terlebih dahulu. Hehe.. dia senang saya ajak berkreasi. Tetapi berhubung anak saya belum bisa menggunting dan pensil warna nya entah kemana, jadilah saya sendiri yang mengerjakannya. Sedangkan Kenzie malah asyik bermain sendiri walau masih tetap di samping saya. Tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pohon literasi ini karena tidak berwarna. Hehe.
Semoga saya dan Kenzie bisa menjalankan tantangan kali ini dengan baik.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Di game tantangan level 5 kali ini adalah merimbunkan pohon literasi. Yaitu menumbuhkan minat baca kepada anggota keluarga. Karena saya sudah menikah dan memiliki anak, maka tugas saya adalah membacakan buku bersama anak saya, Kenzie (3,5).
Sebelum membacakan buku, saya mencoba mengajak anak saya untuk membuat pohon literasi nya terlebih dahulu. Hehe.. dia senang saya ajak berkreasi. Tetapi berhubung anak saya belum bisa menggunting dan pensil warna nya entah kemana, jadilah saya sendiri yang mengerjakannya. Sedangkan Kenzie malah asyik bermain sendiri walau masih tetap di samping saya. Tak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan pohon literasi ini karena tidak berwarna. Hehe.
Semoga saya dan Kenzie bisa menjalankan tantangan kali ini dengan baik.
#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst
Sabtu, 17 Februari 2018
Gayabelajaranak8
Bismillah,
Alhamdulillah hari ini cuaca cerah dan kita berdua bisa jalan-jalan ke luar. Agenda hari ini, Kenzie menemani saya komplain ke toko sembako, memasukkan jahitan untuk dikasih lubang kancing, ke apotek membeli obat buat Mbah kung, menemani potong rambut di salon, kemudian fotokopi di sebelah salon, hehe, dapat hadiah dari saya lampu kecil lucu karena sudah menemani saya.
Pemberhentian terakhir di tempat bakso. Sebelumnya, di pemberhentian pertama, dia sudah bilang haus, mau minum es teh dan kemudian ingat kalau dapat titipan dari pakdhe berupa bakso. Dua katanya. Terus Kenzie berhitung, jempol untuk mama, telunjuk untuk Kenzie, jari tengah untuk Mbah kung, jari manis untuk Mbah uti, kelingking untuk pakdhe, jempol satunya untuk Mbah uti pakdhe. Hehe. Begitulah cara Kenzie berhitung dan saya juga baru tahu.
Di perjalanan pulang, saya mencoba mengulangi pelajaran mengaji kemarin. Berharap dia mau menirukan suara saya. Ternyata hanya suara terakhir yang berhasil. Misal saya bilang Alif fathah a, hanya a saja. Masih kesulitan menirukan komplit. Maklum dia jarang mendengar ini karena saya juga belum mengenalkannya dengan cara ini.
Semangat belajar ya, Nang, mamah juga sedang mencari solusi supaya bisa mengajari mu dengan baik. Muah muah...
#harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Alhamdulillah hari ini cuaca cerah dan kita berdua bisa jalan-jalan ke luar. Agenda hari ini, Kenzie menemani saya komplain ke toko sembako, memasukkan jahitan untuk dikasih lubang kancing, ke apotek membeli obat buat Mbah kung, menemani potong rambut di salon, kemudian fotokopi di sebelah salon, hehe, dapat hadiah dari saya lampu kecil lucu karena sudah menemani saya.
Pemberhentian terakhir di tempat bakso. Sebelumnya, di pemberhentian pertama, dia sudah bilang haus, mau minum es teh dan kemudian ingat kalau dapat titipan dari pakdhe berupa bakso. Dua katanya. Terus Kenzie berhitung, jempol untuk mama, telunjuk untuk Kenzie, jari tengah untuk Mbah kung, jari manis untuk Mbah uti, kelingking untuk pakdhe, jempol satunya untuk Mbah uti pakdhe. Hehe. Begitulah cara Kenzie berhitung dan saya juga baru tahu.
Di perjalanan pulang, saya mencoba mengulangi pelajaran mengaji kemarin. Berharap dia mau menirukan suara saya. Ternyata hanya suara terakhir yang berhasil. Misal saya bilang Alif fathah a, hanya a saja. Masih kesulitan menirukan komplit. Maklum dia jarang mendengar ini karena saya juga belum mengenalkannya dengan cara ini.
Semangat belajar ya, Nang, mamah juga sedang mencari solusi supaya bisa mengajari mu dengan baik. Muah muah...
#harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Gayabelajaranak10
Bismillah,
Laron. Malam ini tiba-tiba muncul laron di sekitar lampu. Dan Kenzie teriak senang ada laron. Dia bisa mengenali nama hewan tersebut tanpa saya yang memulai.
Saat ada laron yang jatuh, saya menyuruhnya untuk mengambil laron tersebut dan memegangnya supaya dia lebih mengenal lebih dekat. Yang terjadi adalah dia masih takut-takut, takut digigit. Padahal sudah ditunjukkan caranya oleh Mbah uti.
Masih mencoba untuk bisa memegangnya, dia dengan mengendap-endap dan menyuruh saya diam dengan suara berbisik, kemudian dia malah melempar handuk kecil yang ada di dekat laron tersebut dan teriak senang. Hehe, bukannya di pegang malah ditimpuk sama handuk, kan laronnya memang sudah tidak bisa terbang lagi.
Saat saya taruh di tempat datar dan mencoba mengumpulkan laron dan kebetulan cuma dapat satu saja, saya bercerita kalau cicak, kodok dan ayam makan laron. Didinding sudah banyak cicak yang mendekat dan dia melihat sambil bilang, "cicak nih ada laron disini", hehe. Kalau ayam, ya harus besok pagi melihatnya, karena sudah malam.
Berhubung laron yang datang makin banyak, saya memintanya untuk mematikan lampu saja supaya mereka keluar di lampu depan yang lebih terang. Sambil mematikan lampu, dia malah bercerita seperti di Upin dan Ipin ya, mah. Dia masih ingat apa yang pernah dilihatnya di serial tersebut dan kebetulan malam ini ada laron, jadi dia bisa belajar sedikit tentangnya.
#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Laron. Malam ini tiba-tiba muncul laron di sekitar lampu. Dan Kenzie teriak senang ada laron. Dia bisa mengenali nama hewan tersebut tanpa saya yang memulai.
Saat ada laron yang jatuh, saya menyuruhnya untuk mengambil laron tersebut dan memegangnya supaya dia lebih mengenal lebih dekat. Yang terjadi adalah dia masih takut-takut, takut digigit. Padahal sudah ditunjukkan caranya oleh Mbah uti.
Masih mencoba untuk bisa memegangnya, dia dengan mengendap-endap dan menyuruh saya diam dengan suara berbisik, kemudian dia malah melempar handuk kecil yang ada di dekat laron tersebut dan teriak senang. Hehe, bukannya di pegang malah ditimpuk sama handuk, kan laronnya memang sudah tidak bisa terbang lagi.
Saat saya taruh di tempat datar dan mencoba mengumpulkan laron dan kebetulan cuma dapat satu saja, saya bercerita kalau cicak, kodok dan ayam makan laron. Didinding sudah banyak cicak yang mendekat dan dia melihat sambil bilang, "cicak nih ada laron disini", hehe. Kalau ayam, ya harus besok pagi melihatnya, karena sudah malam.
Berhubung laron yang datang makin banyak, saya memintanya untuk mematikan lampu saja supaya mereka keluar di lampu depan yang lebih terang. Sambil mematikan lampu, dia malah bercerita seperti di Upin dan Ipin ya, mah. Dia masih ingat apa yang pernah dilihatnya di serial tersebut dan kebetulan malam ini ada laron, jadi dia bisa belajar sedikit tentangnya.
#harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Gayabelajaranak9
Bismillah,
Hari ini ternyata mba Rani, sepupu Kenzie, 6th, libur sekolah, waktu saya tanya libur berapa hari? Jawabnya libur tiga. Maksudnya libur tiga hari, jumat-sabtu-minggu.
Hari ini ternyata mba Rani, sepupu Kenzie, 6th, libur sekolah, waktu saya tanya libur berapa hari? Jawabnya libur tiga. Maksudnya libur tiga hari, jumat-sabtu-minggu.
Sementara diluar hujan deras, mereka hanya main di dalam rumah. Loncat-loncat di atas kasur. Atas ide mba Rani, tiker yang tidak dipakai disandarkan di kasur dan dijadikan sebagai tempat prosotan.
Tetapi entah bagaimana akhirnya, mba Rani yang bersandar ditiker setelah meluncur, Kenzie malah melihatnya seperti posisi saya di salon waktu dikeramas. Rambut mba Rani di acak-acak. Terus dia bilang kaya mamah. Hehe. Padahal itu sudah beberapa hari lalu, eh hampir seminggu yang lalu, dia menemani saya keramas di salon. Ternyata Kenzie memperhatikan waktu itu dan baru bisa mempraktekkan bersama mba Rani hari ini.
Hasil pengamatan hari ini, saya baru menyadari bahwa Kenzie yang kala itu menemani saya di salon, ternyata memperhatikan apa yang dilakukan oleh mba salon. Dan prakteknya sambil bermain dengan sepupunya.
#harike9
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Rabu, 14 Februari 2018
Gayabelajaranak7
Bismillaah,
Alhamdulillah akhirnya Kenzie mau mengaji. Walaupun saya harus ikut mendampingi nya sampai selesai.
Selama prosesnya, Kenzie tidak mau duduk diam menunggu antrian mengaji sama guru, bahkan sempat pulang ambil spidol yang dia bilang spidol=tulis. Hal ini karena dia melihat teman-temannya yang menunggu giliran mengaji mendapatkan tugas menulis.
Tetapi sebelum gurunya datang dia sudah mau mengikuti suara saya membaca huruf Hijaiyah karena ini nanti yang akan dibaca di depan guru. Ini juga mengejutkan saya. Biasa nya tidak mau dan kalau pun mau itu hanya beberapa huruf saja sudah lari kemana. Ini satu lembar dan diulang-ulang. Dan satu lagi, dia yang kalau dilihat temannya sedang diajari saya suka malu dan pasti akan meminta temannya untuk jangan lihat. Kali ini cuma diawalnya saja malu-malu berikutnya dia cuek sama temennya dan melanjutkan belajarnya dengan saya.
Saat tiba gilirannya, dia tetap meminta saya untuk menemani membaca di depan guru. Tidak hanya itu saja, saya juga diminta untuk ikut menirukan baru dia mau mengikuti. Ditengah-tengah halaman saya mencoba untuk diam, dan Alhamdulillah dia bisa mengikutinya sendiri. Eh, tetapi tidak bertahan lama, dia seperti tidak percaya diri. Tidak apa-apa, kan belajar ya, Nang.
Hasil pengamatan hari ini adalah Kenzie sudah memiliki sedikit percaya diri untuk mau diajari dengan orang lain. Bentuk hurufnya yang dianalogikan oleh guru nya dengan bentuk-bentuk yang sering dilihat Kenzie Alhamdulillah bisa diingatnya walau sebentar. Seperti huruf Alif dengan angka satu dan huruf bak dengan piring ada bakso di bawah. Malam ini sebelum tidur saya mencoba mengulangi yang diajarkan tadi, berharap besok dia bisa mengingat nya kembali. Semoga besok lebih baik.
#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Alhamdulillah akhirnya Kenzie mau mengaji. Walaupun saya harus ikut mendampingi nya sampai selesai.
Selama prosesnya, Kenzie tidak mau duduk diam menunggu antrian mengaji sama guru, bahkan sempat pulang ambil spidol yang dia bilang spidol=tulis. Hal ini karena dia melihat teman-temannya yang menunggu giliran mengaji mendapatkan tugas menulis.
Tetapi sebelum gurunya datang dia sudah mau mengikuti suara saya membaca huruf Hijaiyah karena ini nanti yang akan dibaca di depan guru. Ini juga mengejutkan saya. Biasa nya tidak mau dan kalau pun mau itu hanya beberapa huruf saja sudah lari kemana. Ini satu lembar dan diulang-ulang. Dan satu lagi, dia yang kalau dilihat temannya sedang diajari saya suka malu dan pasti akan meminta temannya untuk jangan lihat. Kali ini cuma diawalnya saja malu-malu berikutnya dia cuek sama temennya dan melanjutkan belajarnya dengan saya.
Saat tiba gilirannya, dia tetap meminta saya untuk menemani membaca di depan guru. Tidak hanya itu saja, saya juga diminta untuk ikut menirukan baru dia mau mengikuti. Ditengah-tengah halaman saya mencoba untuk diam, dan Alhamdulillah dia bisa mengikutinya sendiri. Eh, tetapi tidak bertahan lama, dia seperti tidak percaya diri. Tidak apa-apa, kan belajar ya, Nang.
Hasil pengamatan hari ini adalah Kenzie sudah memiliki sedikit percaya diri untuk mau diajari dengan orang lain. Bentuk hurufnya yang dianalogikan oleh guru nya dengan bentuk-bentuk yang sering dilihat Kenzie Alhamdulillah bisa diingatnya walau sebentar. Seperti huruf Alif dengan angka satu dan huruf bak dengan piring ada bakso di bawah. Malam ini sebelum tidur saya mencoba mengulangi yang diajarkan tadi, berharap besok dia bisa mengingat nya kembali. Semoga besok lebih baik.
#harike7
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
Langganan:
Postingan (Atom)






































