Aliran rasa game level 3
Game level ini sangat menantang buat saya. Rencana awal yang tidak akan kemana-mana, malah mendadak membuat keputusan ikut mbah kung dan uti melakukan perjalanan ke Batam, Jakarta, dan Bogor.
Yang bisa diambil hikmah dari perjalanan ini adalah saya dan Kenzie mendapat banyak pengalaman, bagaimana proses di bandara, kereta listrik yang sudah pembaruan, dan memesan taksi online yang baru saja saya aplikasikan. Buat Kenzie, kali ini dia bisa merasakan semua alat transportasi umum yang berbeda-beda dalam kurun waktu kurang lebih 10 hari. Ada pesawat, kereta listrik, bus, dan mobil. Baginya dia senang-senang saja karena ada saya yang menemaninya sepanjang waktu. Hehe. Bertemu dengan saudara jauh yang biasanya hanya mudik pas lebaran.
Di sela-sela perjalanan ini saya hanya menyelipkan sedikit wawasan untuk melatih kecerdasan intelektual nya, seperti bermain warna, perbedaan kanan dan kiri, bermain pasir kinetik, sedangkan untuk bermain peran sudah dilakukannya sejak lama.
Penambahan melatih kecerdasan ini belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena tidak terencana dengan baik pula. Ada beberapa kondisi yang membuat saya tidak bisa berkonsentrasi penuh di game ini, saya merasa kurang bersemangat. Tetapi setelah tantangan ini berakhir, Kenzie yang kelihatan bersemangat. Setiap dia melihat sesuatu yang menarik, entah dari buku, di perjalanan, dimanapun dia akan bertanya "ini warna apa?".
Hehe.. semangat ya, nang.
#AliranRasa
#Level3
#KuliahBunsayIIP
#KamiBisa
Minggu, 28 Januari 2018
Minggu, 21 Januari 2018
Kami bisa 10
Berkunjung ke Bekasi.
Kami sekeluarga menuju ke Bekasi dan perjalanan ke sana macet, dua jam kemudian baru sampai tempat tujuan. Selama perjalanan, Kenzie dan Kak Hana sempat tertidur. Keduanya antusias juga saat melihat dede bayi yang dipanggil Awan. Tetapi berhubung keduanya sedang bapil (batuk dan pilek), sementara tidak boleh mendekat ke dek Awan, padahal keduanya ingin bisa memegang dan menciumnya.
Alhamdulillah, keduanya kooperatif dan kemudian bermain bersama. Saat dede mandi dan dipakaikan baju, keduanya setia melihat dan menungguinya. Saya kemudian membayangkan saat adek nya Kenzie lahir nanti, bagaimana sikapnya menghadapi bayi yang baru lahir, selama ini sebagian besar alhamdulillah kooperatif.
Bermalam di rumah dek Awan juga alhamdulillah tidak rewel. Paginya bangun dengan ceria dan kemudian bermain bersama dengan Kak Hana. Setelah sarapan, kami semua pamit untuk menuju Jakarta yang alhamdulillah tidak macet dan jarak tempuh hanya setengah jam. Sesampainya di rumah pakdhe, mereka langsung berlarian dengan energik. Padahal dari parkir menuju ke rumah pakdhe, kami harus menaiki tangga sampai lantai 4. Bagi saya, tiap lantai harus berhenti, tetapi berbeda kalau saat turun. Hehe.
Perjalanan berikutnya menuju ke Citayam, Bogor. Rencana kami, naik kereta listrik dari stasiun Tebet yang kebetulan dekat dengan kantornya pakdhe. Sebelum ke stasiun, kami ke rumah kakaknya mbah kung di Tebet.
Stasiun Tebet banyak berubah daripada saat saya terakhir ke sini. Proses masuk dan naik kereta juga berubah. Sedikit bingung dengan proses yang lebih maju saat ini, kartu tiket di tempel ke pintu masuk baru bisa masuk, seperti di stasiun luar negeri yang pernah saya lihat di televisi. Hehe. Sedangkan Kenzie ingin mandiri menempelkannya, dan marah saat dibantu. Saya baru menyadari bahwa tanpa menempelkan kartu Kenzie pun masih bisa lewat, tetapi saya tidak begitu memperhatikan nya. Dan melihat Kenzie senang melalui proses ini, saya pun sudah senang.
Menunggu kereta datang, Kenzie berlarian dan melompat sana sini membuat mbah khawatir, takut Kenzie jatuh ke bawah peron yang berbatu dan tempat rel berada. Saat berada di dalam kereta pun Kenzie kembali beraksi. Kesana kemari membuat mbah khawatir lagi. Setiap pemberhentian stasiun, ada suara yang memberitahu stasiun mana akan berhenti, rupanya Kenzie mendengarkannya dan akan menirukan kata stasiun nya saja. Hehe.
Sesampainya di stasiun Citayam yang ternyata juga berubah total, sempat membuat saya kebingungan di mana letak pintu keluarnya. Untung ada mbah kung yang memperhatikan orang-orang turun dan menuju kemana. Sama seperti pintu masuk stasiun Tebet, disini juga harus menempelkan kartu tiket di pintu keluar. Begitu keluar, saya mengembalikan tiket dan mendapatkan kembali uang jaminan per orang 10.000 rupiah. Ternyata ada sistem jaminannya, sedangkan harga tiket nya hanya 4.000 rupiah per orang. Awalnya saya kira harga tiket 14.000 rupiah per orang.
Kami menginap semalam di Citayam dan merasa Kenzie juga nyaman di sini. Bermain dengan kedua sepupu yang kebetulan perempuan semua. Kakak yang kuliah dan adek yang SMP tidak membuat Kenzie canggung untuk bermain bersama. Siang hari, kami lanjutkan perjalanan ke Sragen dengan menggunakan bus selama kurang lebih 15 jam. Alhamdulillah, selama itu Kenzie bisa anteng dan tidak rewel. Ada saja polahnya, mulai dari bermain selimut, pindah kursi satu ke kursi yang lain, bermain sebentar dengan adek kecil sesama penumpang, bolak-balik ke toilet dan akhirnya bisa tidur sampai akhir perjalanan.
#tantangan_hari_ke 10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kami sekeluarga menuju ke Bekasi dan perjalanan ke sana macet, dua jam kemudian baru sampai tempat tujuan. Selama perjalanan, Kenzie dan Kak Hana sempat tertidur. Keduanya antusias juga saat melihat dede bayi yang dipanggil Awan. Tetapi berhubung keduanya sedang bapil (batuk dan pilek), sementara tidak boleh mendekat ke dek Awan, padahal keduanya ingin bisa memegang dan menciumnya.
Alhamdulillah, keduanya kooperatif dan kemudian bermain bersama. Saat dede mandi dan dipakaikan baju, keduanya setia melihat dan menungguinya. Saya kemudian membayangkan saat adek nya Kenzie lahir nanti, bagaimana sikapnya menghadapi bayi yang baru lahir, selama ini sebagian besar alhamdulillah kooperatif.
Bermalam di rumah dek Awan juga alhamdulillah tidak rewel. Paginya bangun dengan ceria dan kemudian bermain bersama dengan Kak Hana. Setelah sarapan, kami semua pamit untuk menuju Jakarta yang alhamdulillah tidak macet dan jarak tempuh hanya setengah jam. Sesampainya di rumah pakdhe, mereka langsung berlarian dengan energik. Padahal dari parkir menuju ke rumah pakdhe, kami harus menaiki tangga sampai lantai 4. Bagi saya, tiap lantai harus berhenti, tetapi berbeda kalau saat turun. Hehe.
Perjalanan berikutnya menuju ke Citayam, Bogor. Rencana kami, naik kereta listrik dari stasiun Tebet yang kebetulan dekat dengan kantornya pakdhe. Sebelum ke stasiun, kami ke rumah kakaknya mbah kung di Tebet.
Stasiun Tebet banyak berubah daripada saat saya terakhir ke sini. Proses masuk dan naik kereta juga berubah. Sedikit bingung dengan proses yang lebih maju saat ini, kartu tiket di tempel ke pintu masuk baru bisa masuk, seperti di stasiun luar negeri yang pernah saya lihat di televisi. Hehe. Sedangkan Kenzie ingin mandiri menempelkannya, dan marah saat dibantu. Saya baru menyadari bahwa tanpa menempelkan kartu Kenzie pun masih bisa lewat, tetapi saya tidak begitu memperhatikan nya. Dan melihat Kenzie senang melalui proses ini, saya pun sudah senang.
Menunggu kereta datang, Kenzie berlarian dan melompat sana sini membuat mbah khawatir, takut Kenzie jatuh ke bawah peron yang berbatu dan tempat rel berada. Saat berada di dalam kereta pun Kenzie kembali beraksi. Kesana kemari membuat mbah khawatir lagi. Setiap pemberhentian stasiun, ada suara yang memberitahu stasiun mana akan berhenti, rupanya Kenzie mendengarkannya dan akan menirukan kata stasiun nya saja. Hehe.
Sesampainya di stasiun Citayam yang ternyata juga berubah total, sempat membuat saya kebingungan di mana letak pintu keluarnya. Untung ada mbah kung yang memperhatikan orang-orang turun dan menuju kemana. Sama seperti pintu masuk stasiun Tebet, disini juga harus menempelkan kartu tiket di pintu keluar. Begitu keluar, saya mengembalikan tiket dan mendapatkan kembali uang jaminan per orang 10.000 rupiah. Ternyata ada sistem jaminannya, sedangkan harga tiket nya hanya 4.000 rupiah per orang. Awalnya saya kira harga tiket 14.000 rupiah per orang.
Kami menginap semalam di Citayam dan merasa Kenzie juga nyaman di sini. Bermain dengan kedua sepupu yang kebetulan perempuan semua. Kakak yang kuliah dan adek yang SMP tidak membuat Kenzie canggung untuk bermain bersama. Siang hari, kami lanjutkan perjalanan ke Sragen dengan menggunakan bus selama kurang lebih 15 jam. Alhamdulillah, selama itu Kenzie bisa anteng dan tidak rewel. Ada saja polahnya, mulai dari bermain selimut, pindah kursi satu ke kursi yang lain, bermain sebentar dengan adek kecil sesama penumpang, bolak-balik ke toilet dan akhirnya bisa tidur sampai akhir perjalanan.
#tantangan_hari_ke 10
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kami bisa 9
Persiapan ke Jakarta.
Setelah semalam puas bermain pasir, lihat robot, bola basket, dan tembak-tembak an, pagi ini persiapan ke Jakarta. Saat Kenzie diajak mau naik pesawat lagi ke Jakarta menengok dede bayi nya Om Towo, sudah tidak menolak seperti waktu awal mau ke Batam. Masih sempat bermain dan berfoto dengan Sifa.
Sesaat sebelum sampai ke bandara, rupanya kedua krucil sudah tertidur di pangkuan mbahnya masing-masing. Setelah saya cek kesehatan di klinik bandara karena sedang hamil, kami kemudian menuju ruang tunggu. Saat menunggu waktunya naik pesawat, kami berdua pergi ke toilet dan Kenzie paling seneng memencet tombol penyetor dan semprotan buat bilas. Baru kemudian dengan semangat menuju kran cuci tangan dan pengering tangan.
Perjalanan menuju pesawat menggunakan bus. Dan alhamdulillah bisa berfoto dengan banyak pesawat yang sedang berjejer di bandara sebelum naik bus. Turun dari bus juga bisa berfoto dengan pesawat yang akan membawa kami ke bandara, Kenzie sudah tidak malu saat diminta untuk beraksi, ternyata tidak hanya kami yang mengabadikan momen ini, apalagi di dukung dengan cuaca yang cerah. Hanya saja, saya lupa mengajak mbah ikut berfoto.
Di dalam pesawat, Kenzie alhamdulillah bisa diajak kerjasama, tidak rewel seperti sebelumnya, mau memakai sabuk pengaman, memakai pelindung telinga, dan mau bermain sebentar, dan pada akhirnya tertidur hingga pesawat berhenti di bandara internasional soekarno hatta. Kami sempat berhenti sebentar berfoto lagi. Hehe. Kenzie dengan semangat juga berlarian menuju tempat pengambilan bagasi. Alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama antrian bagasi. Alhamdulillah juga sudah tidak bingung bagi saya saat proses ini.
Berhubung sudah malam, kami bermalam di rumah kakak saya yang pertama, Pakdhe Alif namanya kalau Kenzie memanggil. Perjalanan menuju rumahnya, kebetulan macet, dan Kenzie mulai rewel ingin segera pulang ke rumah. Dengan berbagai bujuk rayu dan bertemu dengan sepupunya kakak Hana, dia mau diajak bermain dan makan malam.
#tantangan_hari_ke 9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Setelah semalam puas bermain pasir, lihat robot, bola basket, dan tembak-tembak an, pagi ini persiapan ke Jakarta. Saat Kenzie diajak mau naik pesawat lagi ke Jakarta menengok dede bayi nya Om Towo, sudah tidak menolak seperti waktu awal mau ke Batam. Masih sempat bermain dan berfoto dengan Sifa.
Sesaat sebelum sampai ke bandara, rupanya kedua krucil sudah tertidur di pangkuan mbahnya masing-masing. Setelah saya cek kesehatan di klinik bandara karena sedang hamil, kami kemudian menuju ruang tunggu. Saat menunggu waktunya naik pesawat, kami berdua pergi ke toilet dan Kenzie paling seneng memencet tombol penyetor dan semprotan buat bilas. Baru kemudian dengan semangat menuju kran cuci tangan dan pengering tangan.
Perjalanan menuju pesawat menggunakan bus. Dan alhamdulillah bisa berfoto dengan banyak pesawat yang sedang berjejer di bandara sebelum naik bus. Turun dari bus juga bisa berfoto dengan pesawat yang akan membawa kami ke bandara, Kenzie sudah tidak malu saat diminta untuk beraksi, ternyata tidak hanya kami yang mengabadikan momen ini, apalagi di dukung dengan cuaca yang cerah. Hanya saja, saya lupa mengajak mbah ikut berfoto.
Di dalam pesawat, Kenzie alhamdulillah bisa diajak kerjasama, tidak rewel seperti sebelumnya, mau memakai sabuk pengaman, memakai pelindung telinga, dan mau bermain sebentar, dan pada akhirnya tertidur hingga pesawat berhenti di bandara internasional soekarno hatta. Kami sempat berhenti sebentar berfoto lagi. Hehe. Kenzie dengan semangat juga berlarian menuju tempat pengambilan bagasi. Alhamdulillah, tidak perlu menunggu lama antrian bagasi. Alhamdulillah juga sudah tidak bingung bagi saya saat proses ini.
Berhubung sudah malam, kami bermalam di rumah kakak saya yang pertama, Pakdhe Alif namanya kalau Kenzie memanggil. Perjalanan menuju rumahnya, kebetulan macet, dan Kenzie mulai rewel ingin segera pulang ke rumah. Dengan berbagai bujuk rayu dan bertemu dengan sepupunya kakak Hana, dia mau diajak bermain dan makan malam.
#tantangan_hari_ke 9
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Jumat, 19 Januari 2018
Kami bisa 8
Hari ini, alhamdulillah, suasana cerah. Seperti yang dijanjikan oleh om, hari ini jalan-jalan melihat kota Batam, sekaligus membeli oleh-oleh. Kenzie sangat bersemangat begitu pula dengan saya. Sayangnya sepanjang perjalanan Kenzie tidur dan dengan terpaksa bangun saat sudah sampai tujuan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Untuk sesaat, Kenzie sedikit rewel karena masih mengantuk, tetapi begitu melihat gedung yang menjulang dan kemudian masuk ke dalam nya, dia menjadi bersemangat. Kita berada di Nagoya Hill. Sambil melihat-lihat, saya bilang kali ini Kenzie boleh beli mainan dan jajan tetapi tidak boleh berlebih karena gigi nya yang sedang bolong. Saat dilorong jajanan agar-agar dan permen coklat yang begitu menggoda, saya hanya menggelengkan kepala dan dia bilang, "lihat-lihat tok yo, mah", "hehe, iya", jawab saya.
Setelah jajan dan beli mainan, kita pindah tempat, beli kaos khas batam. Saat dia dibagian kaos anak, dia melihat jejeran kaos superhero yang ada di televisi. Dia tertarik sebuah kaos bergambar batman, sama seperti kaos yang dipakainya. Saya ajak untuk membandingkan gambarnya, kalau sama kita cari yang lain, setelah menimbang-nimbang perbandingan nya dan ternyata memang sama dia memilih kaos yang lain.
Malam hari nya, kita diajak ke tempat permainan bersama bapak-ibunya Sifa. Setelah melihat permainan yang ada, Kenzie yang masih malu-malu, memilih mengikuti apa yang saya mau, bermain pasir kinetik.
Beberapa saat kemudian dia menikmati permainan ini. Disini dia bisa belajar berbagai macam bentuk, ada angka, huruf, hewan, dan bangunan. Berimajinasi ada harta karun tersembunyi dengan menimbun cetakannya. Setelah puas bermain dan cuci tangan, kita istirahat sejenak sambil makan jajanan dan melihat permainan robot di sebelah. Baru kemudian kita berpindah ke permainan bola basket dan ternyata bolanya berat untuk seusianya. Akhirnya kita pindah ke permainan tembak-tembakan. Awalnya dia sama sekali tidak mau karena belum pernah sekalipun memainkannya apalagi melihatnya, ya baru kali ini. Setelah melihat saya ikut bermain, barulah dia mau terlibat, game pertama selesai dia minta nambah lagi sampai dua game lagi. Game berikutnya dia bilang dia ingin main sendiri.
Jangan sampai keterusan ya, nang, kita hanya sekedar bermain saja dan menambah pengalaman bermain. Saya menjadi tidak sabar mendengar ceritanya esok hari karena sepulang dari sana dia tertidur di perjalanan. Sampai saya menulis ini pun, dia belum bangun. Mimpi indah ya, nang.
tantangan_hari_ke 8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Setelah jajan dan beli mainan, kita pindah tempat, beli kaos khas batam. Saat dia dibagian kaos anak, dia melihat jejeran kaos superhero yang ada di televisi. Dia tertarik sebuah kaos bergambar batman, sama seperti kaos yang dipakainya. Saya ajak untuk membandingkan gambarnya, kalau sama kita cari yang lain, setelah menimbang-nimbang perbandingan nya dan ternyata memang sama dia memilih kaos yang lain.
Malam hari nya, kita diajak ke tempat permainan bersama bapak-ibunya Sifa. Setelah melihat permainan yang ada, Kenzie yang masih malu-malu, memilih mengikuti apa yang saya mau, bermain pasir kinetik.
Beberapa saat kemudian dia menikmati permainan ini. Disini dia bisa belajar berbagai macam bentuk, ada angka, huruf, hewan, dan bangunan. Berimajinasi ada harta karun tersembunyi dengan menimbun cetakannya. Setelah puas bermain dan cuci tangan, kita istirahat sejenak sambil makan jajanan dan melihat permainan robot di sebelah. Baru kemudian kita berpindah ke permainan bola basket dan ternyata bolanya berat untuk seusianya. Akhirnya kita pindah ke permainan tembak-tembakan. Awalnya dia sama sekali tidak mau karena belum pernah sekalipun memainkannya apalagi melihatnya, ya baru kali ini. Setelah melihat saya ikut bermain, barulah dia mau terlibat, game pertama selesai dia minta nambah lagi sampai dua game lagi. Game berikutnya dia bilang dia ingin main sendiri.
Jangan sampai keterusan ya, nang, kita hanya sekedar bermain saja dan menambah pengalaman bermain. Saya menjadi tidak sabar mendengar ceritanya esok hari karena sepulang dari sana dia tertidur di perjalanan. Sampai saya menulis ini pun, dia belum bangun. Mimpi indah ya, nang.
tantangan_hari_ke 8
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kami bisa 7
Jam sudah menunjukkan pukul 21.46 waktu setempat. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk tetap bermain. Mereka, Kenzie dan Sifa, berlomba mendapatkan perhatian dari mbah kakung. Pura-pura mengambilkan minum buat mbah nya yang katanya haus. Hehe.
Kelihatan seru mereka bermain. Terdengar gelak tawa sampai dalam rumah. Sampai berulangkali diingatkan untuk bersuara pelan saja karena Hafiz, usia 6,5 bulan, sedang tidur. Sedangkan saya dan yang lain mengobrol di depan televisi, walaupun sudah mengantuk tetap dipertahankan, karena esok senin sudah kembali ke Jakarta menengok cucu yang satu lagi.
Acara seminggu ini bakal digunakan sebagai ajang silaturahmi. Disamping menambah pengalaman buat Kenzie, juga buat saya, semakin mendekatkan kembali saya dan Kenzie yang sempat terbengkalai karena kesibukan saya dalam kegiatan jahit.
Berlanjut ke anak-anak dan mbah kung, saat ini saya sengaja tidak melibatkan diri, hanya memperhatikan saja. Biar mbah kung yang mengambil peran. Saya berharap Kenzie semakin dekat lagi dengan mbah kung atau dengan anggota keluarga yang lain.
Melihat aktivitas nya dengan anggota sekeluarga lain di sini, sebenarnya Kenzie bisa dibilang dia supel, suka iseng nggodain supaya diperhatikan, tetapi tak jarang pula isengnya rodo saru, misal, mukul (maaf) bokong mbah nya yang sedang nungging ambil sesuatu dilantai saat dia sedang lewat, nowel pipi om nya yang sedang asyik nonton televisi, dan suka nggodain Sifa yang baru bangun atau sedang ngambek. Sudah bisa diajak ngobrol, walau bahasanya campur aduk, jawa dan indonesia. Yang masih menjadi pe er buat saya adalah mengajarkan bahasa yang baik saat berhadapan dengan orang yang lebih tua, terutama mbah uti dan mbah kung yang setiap hari berinteraksi. Dia masih menggunakan kata 'wegah' yang artinya ngga mau, 'kentut', dan beberapa dialek jawa tengah yang kurang pas jika dilontarkan dihadapan orang lain. Kebiasaan ini karena sering bermain dengan teman sebayanya di rumah. Insyaallah kita bisa memperbaikinya ya, nang. Mama dan mbah ga bosan untuk mengingatkan.
#tantangan_hari_ke 7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kelihatan seru mereka bermain. Terdengar gelak tawa sampai dalam rumah. Sampai berulangkali diingatkan untuk bersuara pelan saja karena Hafiz, usia 6,5 bulan, sedang tidur. Sedangkan saya dan yang lain mengobrol di depan televisi, walaupun sudah mengantuk tetap dipertahankan, karena esok senin sudah kembali ke Jakarta menengok cucu yang satu lagi.
Acara seminggu ini bakal digunakan sebagai ajang silaturahmi. Disamping menambah pengalaman buat Kenzie, juga buat saya, semakin mendekatkan kembali saya dan Kenzie yang sempat terbengkalai karena kesibukan saya dalam kegiatan jahit.
Berlanjut ke anak-anak dan mbah kung, saat ini saya sengaja tidak melibatkan diri, hanya memperhatikan saja. Biar mbah kung yang mengambil peran. Saya berharap Kenzie semakin dekat lagi dengan mbah kung atau dengan anggota keluarga yang lain.
Melihat aktivitas nya dengan anggota sekeluarga lain di sini, sebenarnya Kenzie bisa dibilang dia supel, suka iseng nggodain supaya diperhatikan, tetapi tak jarang pula isengnya rodo saru, misal, mukul (maaf) bokong mbah nya yang sedang nungging ambil sesuatu dilantai saat dia sedang lewat, nowel pipi om nya yang sedang asyik nonton televisi, dan suka nggodain Sifa yang baru bangun atau sedang ngambek. Sudah bisa diajak ngobrol, walau bahasanya campur aduk, jawa dan indonesia. Yang masih menjadi pe er buat saya adalah mengajarkan bahasa yang baik saat berhadapan dengan orang yang lebih tua, terutama mbah uti dan mbah kung yang setiap hari berinteraksi. Dia masih menggunakan kata 'wegah' yang artinya ngga mau, 'kentut', dan beberapa dialek jawa tengah yang kurang pas jika dilontarkan dihadapan orang lain. Kebiasaan ini karena sering bermain dengan teman sebayanya di rumah. Insyaallah kita bisa memperbaikinya ya, nang. Mama dan mbah ga bosan untuk mengingatkan.
#tantangan_hari_ke 7
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kami bisa 6
Ketika adek saya bilang jangan taruh Hafiz di perut, kasihan bayi nya. Tiba-tiba Kenzie bercerita tentang waktu Hafiz, sepupunya lahir. Padahal waktu itu terjadi sekitar 7 bulan lalu, bulan Juni pas malam takbiran. Sekarang kalau bercerita, sudah tidak berloncatan jalan ceritanya, sudah runtut. Ingatan anak kecil luar biasa. Saya akan selalu mengingat nya. Dan berusaha menanamkan hal-hal yang positif untuknya. Tetapi apa daya, saat ini saya tinggal bersama orang tua, sedangkan suami sedang luar kota untuk beberapa waktu. Saya terkendala komunikasi dengan orang tua, dimana saat ini saya masih enggan membuka hati saya untuk berkomunikasi tentang keinginan saya bagaimana mengasuh Kenzi. Entah ini bawaan bayi atau bukan, saya ngga tau. Saya berharap ini tidak akan berlangsung lama. Aamiin.
Malah curcol ya. Hehe.
Kembali ke kegiatan melatih kecerdasan kita dan anak. Selain kemampuan berbahasa nya bertambah, dia juga bisa menyebutkan warna walaupun hanya satu atau dua saja. Kegiatan ini saya selipkan saat kita sedang membahas sesuatu, bisa lewat buku, permainan kertas dan kancing walau hanya sebentar, televisi, atau pas lagi jalan keluar, bahkan saat mengambil dan memakai baju. Tidak mengapa, karena saya tidak mengejar hasil. Saya berusaha sebaik mungkin membuat anak nyaman dalam proses nya. Ini saya dapatkan selama saya disini, kota batam. Membuat saya berpikir kembali bagaimana menciptakan suasana senyaman mungkin buat anak. Anak tidak merasa terbebani. Alhamdulillah, semua kegiatan berjalan lancar.
Sempat mengalami kebingungan apalagi yang mau diajarkan. Akhirnya mengalir saja, karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan seperti rencana awal.
#tantangan_hari_ke 6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Malah curcol ya. Hehe.
Kembali ke kegiatan melatih kecerdasan kita dan anak. Selain kemampuan berbahasa nya bertambah, dia juga bisa menyebutkan warna walaupun hanya satu atau dua saja. Kegiatan ini saya selipkan saat kita sedang membahas sesuatu, bisa lewat buku, permainan kertas dan kancing walau hanya sebentar, televisi, atau pas lagi jalan keluar, bahkan saat mengambil dan memakai baju. Tidak mengapa, karena saya tidak mengejar hasil. Saya berusaha sebaik mungkin membuat anak nyaman dalam proses nya. Ini saya dapatkan selama saya disini, kota batam. Membuat saya berpikir kembali bagaimana menciptakan suasana senyaman mungkin buat anak. Anak tidak merasa terbebani. Alhamdulillah, semua kegiatan berjalan lancar.
Sempat mengalami kebingungan apalagi yang mau diajarkan. Akhirnya mengalir saja, karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan seperti rencana awal.
#tantangan_hari_ke 6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Sabtu, 13 Januari 2018
Kami bisa 5
Hujan masih mengguyur sampai hari ini di kota Batam. Jadi, belum bisa keluar buat jalan-jalan melihat indahnya kota.
Kenzie dan Sifa main saja di rumah. Mereka bermain peran penjual makanan dan pembeli.
Saat sudah bosan bermainnya, saya ajak meronce kancing. Peralatan nya sederhana saja yakni seutas tali dengan ujungnya diberi selotip supaya kaku bisa masuk ke lubang kancing dan kancing warna-warni yang banyak. Hehe.
Pada awalnya, mereka berdua sedikit kesulitan, belum paham bagaimana meronce. Tetapi tidak butuh waktu lama mereka bisa. Alhamdulillah.
Mereka berdua menganggap kegiatan ini sebagai kompetisi. Siapa yang paling banyak hasilnya. Padahal sejak awal sudah ditegaskan ini bukan kompetisi.
Ternyata ditengah jalan, punya Kenzie lepas ujung bawahnya. Waktu dibetulin supaya ga lepas lagi, dia selalu melihat hasilnya Sifa yang terus bertambah. Sepertinya dia merasa kalah dan ingin segera menyusul Sifa.
Dari kegiatan ini, dengan adanya teman bermain, baik Kenzie maupun Sifa merasa seperti kompetisi, siapa yang hasilnya banyak dia yang menang. Dan saya belajar mengatasi keduanya bahwa ini bukanlah kompetisi. Kita hanya bersenang-senang.
#tantangan_hari_ke 5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kenzie dan Sifa main saja di rumah. Mereka bermain peran penjual makanan dan pembeli.
Saat sudah bosan bermainnya, saya ajak meronce kancing. Peralatan nya sederhana saja yakni seutas tali dengan ujungnya diberi selotip supaya kaku bisa masuk ke lubang kancing dan kancing warna-warni yang banyak. Hehe.
Pada awalnya, mereka berdua sedikit kesulitan, belum paham bagaimana meronce. Tetapi tidak butuh waktu lama mereka bisa. Alhamdulillah.
Mereka berdua menganggap kegiatan ini sebagai kompetisi. Siapa yang paling banyak hasilnya. Padahal sejak awal sudah ditegaskan ini bukan kompetisi.
Ternyata ditengah jalan, punya Kenzie lepas ujung bawahnya. Waktu dibetulin supaya ga lepas lagi, dia selalu melihat hasilnya Sifa yang terus bertambah. Sepertinya dia merasa kalah dan ingin segera menyusul Sifa.
Dari kegiatan ini, dengan adanya teman bermain, baik Kenzie maupun Sifa merasa seperti kompetisi, siapa yang hasilnya banyak dia yang menang. Dan saya belajar mengatasi keduanya bahwa ini bukanlah kompetisi. Kita hanya bersenang-senang.
#tantangan_hari_ke 5
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Jumat, 12 Januari 2018
Kami bisa 4
Alhamdulillah, setelah semalam masih agak rewel, pagi ini Kenzie bangun dengan ceria. Setelah mandi, Kenzie bermain warna lagi.
Kali ini memakai kertas lipat dan kancing. Pertama-tama, kertas dilipat dan digunting kecil-kecil, ini dikerjakan oleh saya. Kemudian kancing disusun sesuai dengan warna kertas. Walau belum menyebutkan nama warna, sementara ini saya mengenalkan berbagai macam warna dulu. Kegiatan ini muncul karena sebelumnya Kenzie sering menanyakan berbagai warna saat melihat sesuatu. Tetapi sepertinya belum memahami.
Sore nya masih bermain warna, tetapi hanya kertas nya saja. Berhubung kertasnya memiliki banyak warna yg sama, maka kali ini mengelompokkan kertas dengan warna yang sama, tanpa kancing. Dan benar setelah selesai dia sudah bosan, memilih permainan lain. Dengan dibantu Sifa, kita membuat permainan. Dua tangan menggenggam dan disuruh memilih salah satu yang ada isi di genggaman. Hehe. Ide yang cemerlang ya Sifa.
Maka saya yang menggenggam, mereka yang memilih. Dan yang benar akan mendapatkan isinya yakni kancing warna. Awalnya mereka berdua salah terus dan tidak mendapatkan apa-apa. Mereka antusias sekali sedangkan saya agak kewalahan menghadapi nya. Hehe. Kemudian, Kenzie bisa menebak beberapa kali dengan benar dan mendapatkan kancing, sedangkan Sifa tidak mendapatkan sama sekali. Melihat Kenzie mendapat kancing terus, giliran Sifa menebak dia ogah-ogah an, seperti tidak mau melanjutkan permainan lagi. Dari sini saya mendapat pengalaman bahwa Kenzie walau tak mendapat kancing dia tidak kecewa, sedangkan Sifa kecewa, merasa bahwa permainan ini adalah kompetisi. Sedangkan Kenzie menganggap ini adalah permainan saja. Bagi saya, melalui kegiatan ini adalah belajar sabar dan mengendalikan emosi menghadapi kekecewaan Sifa dan Kenzie. Terima kasih Sifa dan Kenzie.
#tantangan_hari_ke 4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kali ini memakai kertas lipat dan kancing. Pertama-tama, kertas dilipat dan digunting kecil-kecil, ini dikerjakan oleh saya. Kemudian kancing disusun sesuai dengan warna kertas. Walau belum menyebutkan nama warna, sementara ini saya mengenalkan berbagai macam warna dulu. Kegiatan ini muncul karena sebelumnya Kenzie sering menanyakan berbagai warna saat melihat sesuatu. Tetapi sepertinya belum memahami.
Sore nya masih bermain warna, tetapi hanya kertas nya saja. Berhubung kertasnya memiliki banyak warna yg sama, maka kali ini mengelompokkan kertas dengan warna yang sama, tanpa kancing. Dan benar setelah selesai dia sudah bosan, memilih permainan lain. Dengan dibantu Sifa, kita membuat permainan. Dua tangan menggenggam dan disuruh memilih salah satu yang ada isi di genggaman. Hehe. Ide yang cemerlang ya Sifa.
Maka saya yang menggenggam, mereka yang memilih. Dan yang benar akan mendapatkan isinya yakni kancing warna. Awalnya mereka berdua salah terus dan tidak mendapatkan apa-apa. Mereka antusias sekali sedangkan saya agak kewalahan menghadapi nya. Hehe. Kemudian, Kenzie bisa menebak beberapa kali dengan benar dan mendapatkan kancing, sedangkan Sifa tidak mendapatkan sama sekali. Melihat Kenzie mendapat kancing terus, giliran Sifa menebak dia ogah-ogah an, seperti tidak mau melanjutkan permainan lagi. Dari sini saya mendapat pengalaman bahwa Kenzie walau tak mendapat kancing dia tidak kecewa, sedangkan Sifa kecewa, merasa bahwa permainan ini adalah kompetisi. Sedangkan Kenzie menganggap ini adalah permainan saja. Bagi saya, melalui kegiatan ini adalah belajar sabar dan mengendalikan emosi menghadapi kekecewaan Sifa dan Kenzie. Terima kasih Sifa dan Kenzie.
#tantangan_hari_ke 4
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kami bisa 3
Kali ini Kenzie diajak sama mbah kakung sama mbah uti ke Batam. Naik pesawat terbang. Awalnya, Kenzie tidak mau diajak pergi, maunya di rumah saja main dengan teman-temannya.
Dengan sedikit rayuan, akhirnya mau juga.
Saat di bandara, Kenzie masih kelihatan bingung, sama seperti saya karena ini juga pengalaman pertama saya. Hehe. Sambil menunggu cek in dan masuk ke pesawat yang lumayan lama, kami berkeliling.
Waktu melihat pesawat terbang lebih dekat untuk pertama kali nya, Kenzie sangat antusias dan sempat berfoto. Hehe.
Tak berapa lama, tiba-tiba dia bilang kalau gigi nya sakit. Dan mulai rewel. Agak mulai tenang setelah dikasih obat. Antusias kembali saat mau masuk pesawat dan mengantri. Alhamdulillah tenang saat mengantri di cek tiket dan mau ke tempat duduk. Mengajak nya memakai sabuk pengaman perlu sedikit paksaan karena dia memang tidak mau sama sekali.
Kenzie mulai rewel dan tidak bisa menikmati perjalanannya selama berada di pesawat. Selain masih sakit gigi dia juga ngantuk berat. Tenang kembali saat sudah mendarat dan siap-siap turun. Alhamdulillah dia sudah paham untuk mengantri, tidak buru-buru minta untuk segera keluar. Dalam bandara Hang Nadin, Kenzie kelihatan senang dan berhasil diabadikan lompat kodoknya selama menunggu bagasi. Hehe.
Sesampainya di rumah sodara, Kenzie rewel lagi. Tenang setelah dibujuk habis mandi pakai kaos panjang gambar tentara. Kemudian berkenalan dengan sepupunya bernama Sifa, usia 3th. Dan bermain bersama, memainkan warna hitam dan putih. Kenzie hanya bermain sebentar, selebihnya bermain peran sebagai koki. Disini kelihatan sekali dia suka kegiatan ini. Dimana-mana selalu bermain ini.
Pengalaman kami berdua hari ini naik pesawat terbang yang alhamdulillah tercapai. Matur nuwun mbah kung dan mba uti sudah mengajak kami jalan-jalan. Setelah Kenzie turun pun sempat bilang kalau nanti sore naik pesawat lagi. Hehe. Insyaallah ya, nak.
Bagi saya selama perjalanan ini, melatih kecerdasan emosi saya saat menghadapi Kenzie rewel. Sedangkan Kenzie sudah belajar antri dan bermain bersama sepupu yang baru kenal. Alhamdulillah rukun.
#tantangan_hari_ke 3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Dengan sedikit rayuan, akhirnya mau juga.
Saat di bandara, Kenzie masih kelihatan bingung, sama seperti saya karena ini juga pengalaman pertama saya. Hehe. Sambil menunggu cek in dan masuk ke pesawat yang lumayan lama, kami berkeliling.
Waktu melihat pesawat terbang lebih dekat untuk pertama kali nya, Kenzie sangat antusias dan sempat berfoto. Hehe.
Tak berapa lama, tiba-tiba dia bilang kalau gigi nya sakit. Dan mulai rewel. Agak mulai tenang setelah dikasih obat. Antusias kembali saat mau masuk pesawat dan mengantri. Alhamdulillah tenang saat mengantri di cek tiket dan mau ke tempat duduk. Mengajak nya memakai sabuk pengaman perlu sedikit paksaan karena dia memang tidak mau sama sekali.
Kenzie mulai rewel dan tidak bisa menikmati perjalanannya selama berada di pesawat. Selain masih sakit gigi dia juga ngantuk berat. Tenang kembali saat sudah mendarat dan siap-siap turun. Alhamdulillah dia sudah paham untuk mengantri, tidak buru-buru minta untuk segera keluar. Dalam bandara Hang Nadin, Kenzie kelihatan senang dan berhasil diabadikan lompat kodoknya selama menunggu bagasi. Hehe.
Sesampainya di rumah sodara, Kenzie rewel lagi. Tenang setelah dibujuk habis mandi pakai kaos panjang gambar tentara. Kemudian berkenalan dengan sepupunya bernama Sifa, usia 3th. Dan bermain bersama, memainkan warna hitam dan putih. Kenzie hanya bermain sebentar, selebihnya bermain peran sebagai koki. Disini kelihatan sekali dia suka kegiatan ini. Dimana-mana selalu bermain ini.
Bagi saya selama perjalanan ini, melatih kecerdasan emosi saya saat menghadapi Kenzie rewel. Sedangkan Kenzie sudah belajar antri dan bermain bersama sepupu yang baru kenal. Alhamdulillah rukun.
#tantangan_hari_ke 3
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Rabu, 10 Januari 2018
Kami bisa 2
Mengajak Kenzie untuk duduk manis dan belajar itu rasa nya masih saja nano-nano, asem manis. Semaunya sendiri. Emaknya harus siap mental karena kalau ngga bisa jadi badmood sendiri. Ini yang masih jadi kendala buat saya. Masih belum bisa mengontrol mood. Apalagi jika suasana dan kondisi yang tadinya sudah terkontrol dengan baik tiba-tiba anggota keluarga yang lain nimbrung tanpa tedeng aling-aling. Masyallah, rasanya semakin menjadi jadi. Astaghfirullah. Maafkan saya Ya Allah. Maafkan mama yo, nak, jika mama kurang sabar dalam membersamaimu.
Baiklah, lanjut ke pembelajaran buat melatih kecerdasan intelektual Kenzie. Masih di pelajaran peta tentang belok kanan dan kiri.
Sengaja saya siapin sebuah peta lingkungan sekitar dimana rumah teman-teman bermainnya Kenzie berada ditambah dengan letak masjid dan pasar yang sering dikunjunginya.
Berikut dokumentasi nya:
Untuk realita, Kenzie memang sudah hafal, tetapi saat dituang ke dalam sebuah gambar dia mengalami kesulitan. Untuk sekilas dia memahami gambar, saya pancing letak salah satu rumah temannya dan dia menjawab dengan benar. Berikutnya dia malah bingung dan semakin bingung, ditambah dia malah bermain alat-alat pembuat peta nya. Seperti krayon dan biji otelo.
Setelah bujuk rayu supaya konsen kembali ke peta, dia akhirnya mau menggambar arah jalan ke rumah temannya. Dimana masing-masing arahnya dikasih beda warna. Berhubung rumah temannya baru sedikit yang dihafal, jadi cepat selesai pengerjaannya.
Setelah bemain peta selesai, kemudian bermain warna hitam dan putih, salah satu alat yang tadinya sebagai petunjuk rumah berbentuk bulat. Saya membuat kotak dan diberi warna hitam, sedangkan yang putih dari tisu. Kemudian Kenzie mengelompokkan mana yang hitam dan mana yang putih. Entah dia main-main atau ngga, awalnya ogah-ogah an, setelah saya minta untuk fokus sebentar, dia bisa dengan cepat mengerjakannya. Bahkan dia bisa bilang, mah, lihat dong, sudah selesai. Alhamdulillah.
Setelah selesai bermain, tanpa paksaan, Kenzie mau merapikan mainannya. Untuk peta, sementara saya tempel kan di dinding.
Tantangan kedua ini, saya merasa Kenzie belum bisa diajak duduk manis. Hanya bertahan beberapa menit. Selebihnya main sendiri. Harus mencari ide baru untuk melatih kecerdasan dalam tantangan kali ini. Insyaallah bisa.
#tantangan_hari_ke 2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Baiklah, lanjut ke pembelajaran buat melatih kecerdasan intelektual Kenzie. Masih di pelajaran peta tentang belok kanan dan kiri.
Sengaja saya siapin sebuah peta lingkungan sekitar dimana rumah teman-teman bermainnya Kenzie berada ditambah dengan letak masjid dan pasar yang sering dikunjunginya.
Berikut dokumentasi nya:
Untuk realita, Kenzie memang sudah hafal, tetapi saat dituang ke dalam sebuah gambar dia mengalami kesulitan. Untuk sekilas dia memahami gambar, saya pancing letak salah satu rumah temannya dan dia menjawab dengan benar. Berikutnya dia malah bingung dan semakin bingung, ditambah dia malah bermain alat-alat pembuat peta nya. Seperti krayon dan biji otelo.
Setelah bujuk rayu supaya konsen kembali ke peta, dia akhirnya mau menggambar arah jalan ke rumah temannya. Dimana masing-masing arahnya dikasih beda warna. Berhubung rumah temannya baru sedikit yang dihafal, jadi cepat selesai pengerjaannya.
Setelah bemain peta selesai, kemudian bermain warna hitam dan putih, salah satu alat yang tadinya sebagai petunjuk rumah berbentuk bulat. Saya membuat kotak dan diberi warna hitam, sedangkan yang putih dari tisu. Kemudian Kenzie mengelompokkan mana yang hitam dan mana yang putih. Entah dia main-main atau ngga, awalnya ogah-ogah an, setelah saya minta untuk fokus sebentar, dia bisa dengan cepat mengerjakannya. Bahkan dia bisa bilang, mah, lihat dong, sudah selesai. Alhamdulillah.
![]() |
Tantangan kedua ini, saya merasa Kenzie belum bisa diajak duduk manis. Hanya bertahan beberapa menit. Selebihnya main sendiri. Harus mencari ide baru untuk melatih kecerdasan dalam tantangan kali ini. Insyaallah bisa.
#tantangan_hari_ke 2
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Minggu, 07 Januari 2018
Kami bisa 1
Hari ini seru banget, perjalanan naik motor dari gemolong-boyolali pulang pergi. Selama perjalanan Kenzie lebih banyak tidur. Di sela sela tidur dan bangunnya, ada banyak cerita di sekitar perjalanan yang bisa membangkitkan pengetahuannya.
Seperti saat melintas rel. Rel adalah tempat nya kereta api melaju, yang akan mengingatkannya pada waktu naik kereta. Ada jembatan dan kali/ sungai baik besar maupun kecil. Kemudian menyadari bahwa sandalnya terjatuh satu dan dia meminta saya untuk putar balik mencarinya. Hehe. Tentu saja tidak dikabulkan saat itu juga, masih bisa dicari saat pulangnya nanti.
Sepanjang perjalanan, lebih banyak disuguhi dengan pemandangan sawah dan jalan yang berlubang. Pelan tapi pasti Kenzie selalu mengingatkan saya untuk pelan-pelan saja karena dia berada di depan dan takut dagunya yang telah luka bakal berdarah lagi. Dan selalu bilang kalau dia capek. Maaf ya, nak. Kita sudah sangat terlambat ditempat tujuan. Jadi tidak akan berhenti sampai tujuan. Hehe.
Untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa capek saya berhenti sejenak untuk melihat maps, aplikasi navigasi dari google. Dia sangat senang saat mendengar suara pemandunya bilang belok kanan atau belok kiri. Dia akan meniru nya dan kemudian saya memberitahu apa itu belok kanan dan belok kiri.
Saat melihat sawah dia bilang,
"Sawah kok banyak airnya yo, mah?"
"Karena sedang musim hujan, sawahnya menampung banyak air", jawab saya.
Kemudian melihat bapak-bapak yang sedang mencangkul, saya bilang,
"Seperti mbah kung ya, zie?"
"Iya yo, mah", jawabnya.
Begitu pula sebaliknya saat perjalanan balik, boyolali-gemolong. Saat akan mencapai Simo, hujan mulai turun. Dia senang waktu memakai jas hujannya. Dia bisa memakai celananya sendiri. Tetapi untuk atasannya dia minta dibantu terutama memasang lengan dan resletingnya.
Bahkan saat hujan, sepanjang perjalanan rasa ingin tahunya begitu besar. Dia bisa bilang alhamdulillah saat hujan tinggal gerimis, dan minta dilindungi muka saat hujan deras mendera. Terkagum kagum saat melihat patung anak sekolah di lampu merah Simo. Kemudian saya perlihatkan salah satu rumah saudara yang saat itu sedang tertutup pintu rumahnya, mungkin sedang pergi. Bahwa kita pernah kesini dengan papah, bahkan dia menuntut cerita dengan siapa lagi.
Dia melihat tower air, dan dia bilang seperti kota vedas, kota yang sering dilihatnya waktu menonton kartun Siva. Saat ada musik beralun di sebuah gedung, dia akan bernyanyi dan bergoyang, walau tak jelas dia bernyanyi apa. Hehe.
Sampai di Gemolong, kami mampir sejenak di sebuah toko untuk membeli kacamata dan sandalnya yang tidak ketemu dalam perjalanan balik tadi. Berhubung dia bersikap manis hari ini, maka saya menepati janji saya untuk membelikannya. Waktu saya sedang memarkirkan motor, dia mau dibantu pak parkir melepas jas hujannya. Dia yang sebelumnya tidak akan mau dibantu orang lain selain saya dan papa nya. Kemudian saat menunggu saya mengambil tas di jok motor, kebetulan dia menunggu di depan etalase jam tangan yang sangat dia sukai, dia bilang,
"Aku cuma lihat tok og, mah",
"Lihat apa?" Jawab saya pura-pura tidak memahami nya.
"Lihat jam, mah",
"Ooh, kita cuma beli kacamata dan sandal aja ya",
"Iya, mah",
Alhamdulillah, dia tidak ngoyo kalau menginginkan sesuatu.
Saat mendekati rumah, dia menunjukkan arah kanan, dan mengingatkan saya tentang belok kanan dan kiri.
Saya memberitahu dengan menunjukkan belok kanan berarti tangan kanan dan belok kiri dengan tangan kiri. Awalnya dia bingung, tetapi kemudian dia memahaminya dan itu sudah sangat dengan rumah. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat.
Pelajaran hari ini, menunjukkan bahwa Kenzie:
1. Sudah belajar kanan dan kiri
2. Sudah belajar mengendalikan diri saat melihat sesuatu yang sangat diinginkannya
3. Berimajinasi tentang tower air
4. Berucap alhamdulillah saat hujan mereda
Saya tidak menyangka bisa menuliskannya sebanyak ini.. hehe.. Tetapi saat ini saya hanya ingin meluapkan perasaan saya. Mengingat beberapa waktu lalu Kenzie muntah-muntah, efek dari kehujanan sore ini, dan ini langsung ditebak dengan tepat oleh mbah uti. Maafkan mama yo, nak. Kita harusnya berhenti menunggu hujan reda, tetapi mama tidak bisa karena harus segera sampai rumah sebelum gelap.
Kenzie belajar beberapa hal sekaligus hari ini. Tetapi saat ini yang ingin difokuskan adalah belajar tentang kanan dan kiri yang masih sering terbalik. Dia bisa menunjukkan arah ke rumah dengan gerakan tangan saja, tetapi tidak mengucapkannya. Dia bisa menunjukkan arahnya walau saat malam. Dia memiliki kemampuan mengingat lokasi. Seperti saat menaruh sesuatu dan saya memintanya, asal diucapkan dengan jelas apa yang dimaksud dia akan menunjukkan dimana tempatnya. Subhanallah walhamdulillah, mama papa sayang sama Kenzie.
#tantangan_hari_ke 1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Seperti saat melintas rel. Rel adalah tempat nya kereta api melaju, yang akan mengingatkannya pada waktu naik kereta. Ada jembatan dan kali/ sungai baik besar maupun kecil. Kemudian menyadari bahwa sandalnya terjatuh satu dan dia meminta saya untuk putar balik mencarinya. Hehe. Tentu saja tidak dikabulkan saat itu juga, masih bisa dicari saat pulangnya nanti.
Sepanjang perjalanan, lebih banyak disuguhi dengan pemandangan sawah dan jalan yang berlubang. Pelan tapi pasti Kenzie selalu mengingatkan saya untuk pelan-pelan saja karena dia berada di depan dan takut dagunya yang telah luka bakal berdarah lagi. Dan selalu bilang kalau dia capek. Maaf ya, nak. Kita sudah sangat terlambat ditempat tujuan. Jadi tidak akan berhenti sampai tujuan. Hehe.
Untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa capek saya berhenti sejenak untuk melihat maps, aplikasi navigasi dari google. Dia sangat senang saat mendengar suara pemandunya bilang belok kanan atau belok kiri. Dia akan meniru nya dan kemudian saya memberitahu apa itu belok kanan dan belok kiri.
Saat melihat sawah dia bilang,
"Sawah kok banyak airnya yo, mah?"
"Karena sedang musim hujan, sawahnya menampung banyak air", jawab saya.
Kemudian melihat bapak-bapak yang sedang mencangkul, saya bilang,
"Seperti mbah kung ya, zie?"
"Iya yo, mah", jawabnya.
Begitu pula sebaliknya saat perjalanan balik, boyolali-gemolong. Saat akan mencapai Simo, hujan mulai turun. Dia senang waktu memakai jas hujannya. Dia bisa memakai celananya sendiri. Tetapi untuk atasannya dia minta dibantu terutama memasang lengan dan resletingnya.
Bahkan saat hujan, sepanjang perjalanan rasa ingin tahunya begitu besar. Dia bisa bilang alhamdulillah saat hujan tinggal gerimis, dan minta dilindungi muka saat hujan deras mendera. Terkagum kagum saat melihat patung anak sekolah di lampu merah Simo. Kemudian saya perlihatkan salah satu rumah saudara yang saat itu sedang tertutup pintu rumahnya, mungkin sedang pergi. Bahwa kita pernah kesini dengan papah, bahkan dia menuntut cerita dengan siapa lagi.
Dia melihat tower air, dan dia bilang seperti kota vedas, kota yang sering dilihatnya waktu menonton kartun Siva. Saat ada musik beralun di sebuah gedung, dia akan bernyanyi dan bergoyang, walau tak jelas dia bernyanyi apa. Hehe.
Sampai di Gemolong, kami mampir sejenak di sebuah toko untuk membeli kacamata dan sandalnya yang tidak ketemu dalam perjalanan balik tadi. Berhubung dia bersikap manis hari ini, maka saya menepati janji saya untuk membelikannya. Waktu saya sedang memarkirkan motor, dia mau dibantu pak parkir melepas jas hujannya. Dia yang sebelumnya tidak akan mau dibantu orang lain selain saya dan papa nya. Kemudian saat menunggu saya mengambil tas di jok motor, kebetulan dia menunggu di depan etalase jam tangan yang sangat dia sukai, dia bilang,
"Aku cuma lihat tok og, mah",
"Lihat apa?" Jawab saya pura-pura tidak memahami nya.
"Lihat jam, mah",
"Ooh, kita cuma beli kacamata dan sandal aja ya",
"Iya, mah",
Alhamdulillah, dia tidak ngoyo kalau menginginkan sesuatu.
Saat mendekati rumah, dia menunjukkan arah kanan, dan mengingatkan saya tentang belok kanan dan kiri.
Saya memberitahu dengan menunjukkan belok kanan berarti tangan kanan dan belok kiri dengan tangan kiri. Awalnya dia bingung, tetapi kemudian dia memahaminya dan itu sudah sangat dengan rumah. Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat.
Pelajaran hari ini, menunjukkan bahwa Kenzie:
1. Sudah belajar kanan dan kiri
2. Sudah belajar mengendalikan diri saat melihat sesuatu yang sangat diinginkannya
3. Berimajinasi tentang tower air
4. Berucap alhamdulillah saat hujan mereda
Saya tidak menyangka bisa menuliskannya sebanyak ini.. hehe.. Tetapi saat ini saya hanya ingin meluapkan perasaan saya. Mengingat beberapa waktu lalu Kenzie muntah-muntah, efek dari kehujanan sore ini, dan ini langsung ditebak dengan tepat oleh mbah uti. Maafkan mama yo, nak. Kita harusnya berhenti menunggu hujan reda, tetapi mama tidak bisa karena harus segera sampai rumah sebelum gelap.
Kenzie belajar beberapa hal sekaligus hari ini. Tetapi saat ini yang ingin difokuskan adalah belajar tentang kanan dan kiri yang masih sering terbalik. Dia bisa menunjukkan arah ke rumah dengan gerakan tangan saja, tetapi tidak mengucapkannya. Dia bisa menunjukkan arahnya walau saat malam. Dia memiliki kemampuan mengingat lokasi. Seperti saat menaruh sesuatu dan saya memintanya, asal diucapkan dengan jelas apa yang dimaksud dia akan menunjukkan dimana tempatnya. Subhanallah walhamdulillah, mama papa sayang sama Kenzie.
#tantangan_hari_ke 1
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa
Kamis, 04 Januari 2018
Aliran Rasa
Selama 10 hari di materi kedua ini, Kenzie dilatih mandiri. Saya memfokuskan ketiga hal, yakni mandi sendiri, toilet sendiri, dan makan sendiri. Karena selama ini, terutama saat makan saya masih belum tega. Efeknya memang kalau tidak disuapin ya tidak makan. Alhamdulillah saya seperti diingatkan kembali di materi kedua ini kalau diusianya saat ini harusnya sudah bisa makan sendiri.
Yang semakin menambah saya semangat melatihnya adalah menuliskan prosesnya dan dipublikasikan. Walaupun hasil belum sempurna sampai hari kesepuluh ini, namun saya merasakan hasilnya. Untuk mandi, makan dan toilet sudah tidak dipaksa lagi, walau ini juga masih jarang. Tetapi sebagian besar dengan senang hati dia akan melakukannya sendiri, bahkan saya tidak boleh membantunya. Hehe. Alhamdulillah.
Terima kasih IIP.
#AliranRasa
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Selama 10 hari di materi kedua ini, Kenzie dilatih mandiri. Saya memfokuskan ketiga hal, yakni mandi sendiri, toilet sendiri, dan makan sendiri. Karena selama ini, terutama saat makan saya masih belum tega. Efeknya memang kalau tidak disuapin ya tidak makan. Alhamdulillah saya seperti diingatkan kembali di materi kedua ini kalau diusianya saat ini harusnya sudah bisa makan sendiri.
Yang semakin menambah saya semangat melatihnya adalah menuliskan prosesnya dan dipublikasikan. Walaupun hasil belum sempurna sampai hari kesepuluh ini, namun saya merasakan hasilnya. Untuk mandi, makan dan toilet sudah tidak dipaksa lagi, walau ini juga masih jarang. Tetapi sebagian besar dengan senang hati dia akan melakukannya sendiri, bahkan saya tidak boleh membantunya. Hehe. Alhamdulillah.
Terima kasih IIP.
#AliranRasa
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
Langganan:
Postingan (Atom)















