Jumat, 19 Januari 2018

Kami bisa 6

Ketika adek saya bilang jangan taruh Hafiz di perut, kasihan bayi nya. Tiba-tiba Kenzie bercerita tentang waktu Hafiz, sepupunya lahir. Padahal waktu itu terjadi sekitar 7 bulan lalu, bulan Juni pas malam takbiran. Sekarang kalau bercerita, sudah tidak berloncatan jalan ceritanya, sudah runtut. Ingatan anak kecil luar biasa. Saya akan selalu mengingat nya. Dan berusaha menanamkan hal-hal yang positif untuknya. Tetapi apa daya, saat ini saya tinggal bersama orang tua, sedangkan suami sedang luar kota untuk beberapa waktu. Saya terkendala komunikasi dengan orang tua, dimana saat ini saya masih enggan membuka hati saya untuk berkomunikasi tentang keinginan saya bagaimana mengasuh Kenzi. Entah ini bawaan bayi atau bukan, saya ngga tau. Saya berharap ini tidak akan berlangsung lama. Aamiin.
Malah curcol ya. Hehe.

Kembali ke kegiatan melatih kecerdasan kita dan anak. Selain kemampuan berbahasa nya bertambah, dia juga bisa menyebutkan warna walaupun hanya satu atau dua saja. Kegiatan ini saya selipkan saat kita sedang membahas sesuatu, bisa lewat buku, permainan kertas dan kancing walau hanya sebentar, televisi, atau pas lagi jalan keluar, bahkan saat mengambil dan memakai baju. Tidak mengapa, karena saya tidak mengejar hasil. Saya berusaha sebaik mungkin membuat anak nyaman dalam proses nya. Ini saya dapatkan selama saya disini, kota batam. Membuat saya berpikir kembali bagaimana menciptakan suasana senyaman mungkin buat anak. Anak tidak merasa terbebani. Alhamdulillah, semua kegiatan berjalan lancar.

Sempat mengalami kebingungan apalagi yang mau diajarkan. Akhirnya mengalir saja, karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan seperti rencana awal.

#tantangan_hari_ke 6
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar