Bismillahirrahmanirrahim,
Merapikan mainan
Saatnya merapikan mainan Kenzie. Yeayyy.. Kenzie antusias sekali kali ini. Mainan Kenzie semakin lama bertambah, apalagi ditambah dengan kesukaannya memungut sesuatu yang dianggapnya menarik saat di jalan, mulai dari baterai bekas, plastik, pulpen bekas, hingga sedotan..hehe..
Saya kemudian menjelaskan peraturan bagaimana merapikan mainannya. Mobil dengan mobil, pistol dengan pistol, dan mainan yang kecil-kecil disendirikan. Jadi hanya ada tiga kardus yang mesti diselesaikannya. Sedang yang lain-lainnya bagian saya.
Kegiatan merapikan mainan ini sekaligus menyortir mainan yang masih bisa dipakai dengan yang tidak. Dan, tebak, Kenzie langsung teringat dengan Upin dan Ipin lagi..hehe..Ya Allah, ini anak ingat aja cerita Upin dan Ipin.
Mainan yang tidak terpakai lagi bisa dikumpulkan untuk dijual kiloan dan yang benar-benar tidak dipakai bisa dibuang.
"Uang e bisa buat beli mainan lagi ya, Mah?"
"Alhamdulillah, cerdasnya anak mamah," "Sip," lanjutnya sambil jempol.
Tak berapa lama kemudian, selesai sudah kegiatan kali ini. Kenzie langsung bersiap-siap mau tidur, ngantuk katanya. Bagaimanakah kelanjutannya setelah dirapikan? Apakah berantakan lagi atau tidak?
Alhamdulillah terjawab pagi harinya. Begitu selesai bermain, dia membereskan kembali ke tempatnya masing-masing. Mainannya jadi tidak berceceran seperti sebelumnya. Muah muah.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Selasa, 29 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 8
Bismillahirrahmanirrahim,
Mengenal bentuk geometri
Kenzie ikut mengantar adek ke tempat terapi lagi. Sambil menunggu adek terapi, Kenzie bermain dengan permainan yang telah disediakan. Kenzie memilih balok kayu kecil-kecil berbentuk tabung dan kotak kemudian ditata di sepanjang celah matras. Kebetulan memang sepi pengunjung, jadi bisa bebas main.
Setelah ditata rapi, dia bilang,
"Lihat, mah! Aku bikin ini", sambil nunjukin hasil karyanya.
"Wow, bikin apa itu?"
"Ehmm...apa ya?" Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Kereta apa sepur?"
"Sepur!"
"Sepur apa kereta?" Tanya saya lagi
"Sepur, mah," jawabnya mantap.
Kenzie sudah mengenal banyak bahasa Jawa. Padahal sebelumnya waktu ditunjukkan ada sepur lewat dia mantap menjawab kalau itu kereta bukan sepur...hehe..
"Lihat, mah! Aku bikin ini", sambil nunjukin hasil karyanya.
"Wow, bikin apa itu?"
"Ehmm...apa ya?" Jawabnya sambil garuk-garuk kepala.
"Kereta apa sepur?"
"Sepur!"
"Sepur apa kereta?" Tanya saya lagi
"Sepur, mah," jawabnya mantap.
Kenzie sudah mengenal banyak bahasa Jawa. Padahal sebelumnya waktu ditunjukkan ada sepur lewat dia mantap menjawab kalau itu kereta bukan sepur...hehe..
Oke. Kembali ke tema.
Setelah mainannya tertata rapi, kemudian menemukan mainan berbentuk lingkaran dan menggelindingkanya melewati sepur tadi. Berulangkali begitu, kemudian saya menyuruhnya untuk menggunakan bentuk kotak dan mengajaknya memahami mengapa roda itu bulat atau lingkaran. Ternyata Kenzie kurang memahami maksud saya..hehe.. malah kotaknya ditata ke sepur nya tadi..weleh..gagal deh.. Yo wes lah ga popo kapan-kapan kita praktekkan lagi yo, Le.
Setelah mainannya tertata rapi, kemudian menemukan mainan berbentuk lingkaran dan menggelindingkanya melewati sepur tadi. Berulangkali begitu, kemudian saya menyuruhnya untuk menggunakan bentuk kotak dan mengajaknya memahami mengapa roda itu bulat atau lingkaran. Ternyata Kenzie kurang memahami maksud saya..hehe.. malah kotaknya ditata ke sepur nya tadi..weleh..gagal deh.. Yo wes lah ga popo kapan-kapan kita praktekkan lagi yo, Le.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Anak 🌟 Bintang 7
Bismillahirrahmanirrahim,
Tiba-tiba Kenzie masuk ke rumah sambil membawa dua batang bambu yang sudah diserut Mbah Kung. Kemudian dia mengambil panci yang tergeletak di lantai. Rencananya mau bawa panci dengan dua bambunya, dimasukkan ke telinga panci... hehe.. kepanjangan jadinya ga bisa bawa. Akhirnya dengan sedikit bantuan saya, jadilah panci yang bisa ditenteng. Tak lama kemudian,
"Mah, aku jual es teh, es krim, susu. Mamah mau apa?" Katanya sambil nenteng panci.
Mbah Uti yang memperlihatkan dari tadi memberi usul untuk mengambil uang mainan untuk dimainkan.
"Boleh, mah?" Tanyanya minta ijin ke saya yang langsung saya iyakan. Kemudian dengan semangatnya, dia berlari dan membagi uang tersebut ke saya.
Lanjut ke permainan.
"Mau susu nya, bang. Berapa?"
"Lima ribu" Jawabnya.
"Mahalnya, bang. Ya sudah ini beli dua ya?" Kata saya sambil menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Ini kembaliannya, mah" katanya sambil menyodorkan seratus ribu.
"Lho kok kembali? Uangnya pas to? Sepuluh ribu dapat dua," saya menjelaskan.
"Ga pa pa, ambil saja, mah," katanya tetep ngeyel memberi saya uang tersebut.
Beberapa waktu berlalu sambil Kenzie menawarkan jualannya. Kenzie tak peduli saya sedang nenenin adek, yang penting saya bisa ikut bermain...Weleh-weleh... Selama berjualan, tak lupa saya pun ikut menjelaskan macam-macam uang, mulai dari seribu hingga seratus ribu. Dari sekian uang, Kenzie paling hafal dengan lima ribu dan seratus ribu. Apa-apa dijual dengan harga lima ribu dan seratus ribu. Padahal tiap pagi dia bertransaksi dengan uang seribu atau dua ribu kala beli susu di tukang sayur. Hehe.
Pelan-pelan saja mengenal uang ya, Le. Kita semua sebisa mungkin membantumu belajar. Semangat belajar pokok e ya..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Tiba-tiba Kenzie masuk ke rumah sambil membawa dua batang bambu yang sudah diserut Mbah Kung. Kemudian dia mengambil panci yang tergeletak di lantai. Rencananya mau bawa panci dengan dua bambunya, dimasukkan ke telinga panci... hehe.. kepanjangan jadinya ga bisa bawa. Akhirnya dengan sedikit bantuan saya, jadilah panci yang bisa ditenteng. Tak lama kemudian,
"Mah, aku jual es teh, es krim, susu. Mamah mau apa?" Katanya sambil nenteng panci.
Mbah Uti yang memperlihatkan dari tadi memberi usul untuk mengambil uang mainan untuk dimainkan.
"Boleh, mah?" Tanyanya minta ijin ke saya yang langsung saya iyakan. Kemudian dengan semangatnya, dia berlari dan membagi uang tersebut ke saya.
Lanjut ke permainan.
"Mau susu nya, bang. Berapa?"
"Lima ribu" Jawabnya.
"Mahalnya, bang. Ya sudah ini beli dua ya?" Kata saya sambil menyodorkan uang sepuluh ribu.
"Ini kembaliannya, mah" katanya sambil menyodorkan seratus ribu.
"Lho kok kembali? Uangnya pas to? Sepuluh ribu dapat dua," saya menjelaskan.
"Ga pa pa, ambil saja, mah," katanya tetep ngeyel memberi saya uang tersebut.
Beberapa waktu berlalu sambil Kenzie menawarkan jualannya. Kenzie tak peduli saya sedang nenenin adek, yang penting saya bisa ikut bermain...Weleh-weleh... Selama berjualan, tak lupa saya pun ikut menjelaskan macam-macam uang, mulai dari seribu hingga seratus ribu. Dari sekian uang, Kenzie paling hafal dengan lima ribu dan seratus ribu. Apa-apa dijual dengan harga lima ribu dan seratus ribu. Padahal tiap pagi dia bertransaksi dengan uang seribu atau dua ribu kala beli susu di tukang sayur. Hehe.
Pelan-pelan saja mengenal uang ya, Le. Kita semua sebisa mungkin membantumu belajar. Semangat belajar pokok e ya..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Sabtu, 26 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 6
Bismillahirrahmanirrahim,
Sebelumnya Kenzie bermain suara dengan hidung dipencet, sekarang bermain dengan kipas angin. Dia senang sekali dengan hasil suara yang di depan kipas angin menyala..hehe..
Kipas angin memang sering menyala, mengingat suasana di rumah yang sedikit panas kala siang. Nah, ini kesempatan buat Kenzie. Dia akan berbicara apa saja di depan kipas. Mulai dari puji-pujian, azan, bahkan bernyanyi.
Ternyata kesempatan datang lagi saat adek terapi di tempat baby spa. Ada kipas angin besar menyala di pojok ruangan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia berteriak-teriak, menyanyi, bahkan azan walau masih belum jelas..hehe..
Kenzie bisa berteriak-teriak bebas karena situasi di tempat baby spa nya sepi, kami pasien terakhir..hehe.. Tetapi kami (saya dan terapis) tak henti-hentinya mengingatkan untuk berhati-hati karena kipasnya tidak ada tutupnya, bisa berbahaya. Alhamdulillah dia nurut dan hasilnya dia bahagia.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Sebelumnya Kenzie bermain suara dengan hidung dipencet, sekarang bermain dengan kipas angin. Dia senang sekali dengan hasil suara yang di depan kipas angin menyala..hehe..
Kipas angin memang sering menyala, mengingat suasana di rumah yang sedikit panas kala siang. Nah, ini kesempatan buat Kenzie. Dia akan berbicara apa saja di depan kipas. Mulai dari puji-pujian, azan, bahkan bernyanyi.
Ternyata kesempatan datang lagi saat adek terapi di tempat baby spa. Ada kipas angin besar menyala di pojok ruangan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia berteriak-teriak, menyanyi, bahkan azan walau masih belum jelas..hehe..
Kenzie bisa berteriak-teriak bebas karena situasi di tempat baby spa nya sepi, kami pasien terakhir..hehe.. Tetapi kami (saya dan terapis) tak henti-hentinya mengingatkan untuk berhati-hati karena kipasnya tidak ada tutupnya, bisa berbahaya. Alhamdulillah dia nurut dan hasilnya dia bahagia.
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Jumat, 25 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 5
Bismillahirrahmanirrahim,
Mumpung si Adek bobo, saya membuat pola baju untuk praktek esok hari di kursus jahit. Kenzie yang tadinya nonton televisi, begitu melihat saya mengeluarkan peralatan perang jahit langsung minta ijin ikut.
Permintaannya macam-macam mulai dari minta kertas koran seperti yang saya pakai, spidol, pensil buat garis pola, gunting, lem, dan lain-lain seperti saya pokoknya.. hehe.. berikut foto yang terabadikan. Sayang hasil akhir malah ga ke foto karena saat selesai langsung dibereskan kemudian bobo. Sedangkan saya sedang berkonsentrasi kembali ke pola.
Kenzie berbuat seperti ini juga saat sedang menemani saya kursus jahit. Ya.. dia ngotot ingin ikut kemana saya pergi, ga mau lepas sedetik pun dari saya. Dia begini semenjak adeknya lahir. Kira-kira kenapa dia ya? Hmmm.. ada yang tahu?
Hehe.. kita lanjut aja ke topik. Kalau di tempat kursus dia akan minta semua peralatan yang saya keluarkan, tetapi dengan syarat setelah selesai dikembalikan ke tempat semula. Alhamdulillah, dia nurut sehingga peralatan nya jadi tidak berceceran. Setiap selesai membuat coretan dia akan sedikit bercerita dan menunjukkan ke saya. Cerita bermacam-macam, mulai dari gambar hewan sampai jalan ga jelas bentuk nya.. hehe.. tidak mengapa yo, le..yang penting kau bahagia emak pun bahagia..muah muah..
Sayangnya tidakdak sempat diabadikan.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Mumpung si Adek bobo, saya membuat pola baju untuk praktek esok hari di kursus jahit. Kenzie yang tadinya nonton televisi, begitu melihat saya mengeluarkan peralatan perang jahit langsung minta ijin ikut.
Permintaannya macam-macam mulai dari minta kertas koran seperti yang saya pakai, spidol, pensil buat garis pola, gunting, lem, dan lain-lain seperti saya pokoknya.. hehe.. berikut foto yang terabadikan. Sayang hasil akhir malah ga ke foto karena saat selesai langsung dibereskan kemudian bobo. Sedangkan saya sedang berkonsentrasi kembali ke pola.
Kenzie berbuat seperti ini juga saat sedang menemani saya kursus jahit. Ya.. dia ngotot ingin ikut kemana saya pergi, ga mau lepas sedetik pun dari saya. Dia begini semenjak adeknya lahir. Kira-kira kenapa dia ya? Hmmm.. ada yang tahu?
Hehe.. kita lanjut aja ke topik. Kalau di tempat kursus dia akan minta semua peralatan yang saya keluarkan, tetapi dengan syarat setelah selesai dikembalikan ke tempat semula. Alhamdulillah, dia nurut sehingga peralatan nya jadi tidak berceceran. Setiap selesai membuat coretan dia akan sedikit bercerita dan menunjukkan ke saya. Cerita bermacam-macam, mulai dari gambar hewan sampai jalan ga jelas bentuk nya.. hehe.. tidak mengapa yo, le..yang penting kau bahagia emak pun bahagia..muah muah..
Sayangnya tidakdak sempat diabadikan.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Minggu, 20 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 4
Bismillahirrahmanirrahim,
Kali ini kami bermain dengan suara sengau, yakni dengan cara hidung dipencet lawan. Hehe.
Pada awalnya, memang belum paham kenapa hidungnya saya pencet dan dia menolaknya. Tetapi saat saya suruh untuk bersuara, dia menyukainya. Bahkan dia minta gantian. Hehe.
Saya menyanyikan lagu berjudul dua mata saya ketika hidung saya dipencetnya dan reaksi Kenzie senang sekaligus ikut bernyanyi. Kemudian dia menyanyikan lagu puji-pujian yang di masjid dengan hidung saya pencet. Dia malah tertawa cekikikan. Menurutnya suara menjadi lucu. Berulang-ulang sampai dia bernyanyi ga jelas kata-katanya. Hehe..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Kali ini kami bermain dengan suara sengau, yakni dengan cara hidung dipencet lawan. Hehe.
Pada awalnya, memang belum paham kenapa hidungnya saya pencet dan dia menolaknya. Tetapi saat saya suruh untuk bersuara, dia menyukainya. Bahkan dia minta gantian. Hehe.
Saya menyanyikan lagu berjudul dua mata saya ketika hidung saya dipencetnya dan reaksi Kenzie senang sekaligus ikut bernyanyi. Kemudian dia menyanyikan lagu puji-pujian yang di masjid dengan hidung saya pencet. Dia malah tertawa cekikikan. Menurutnya suara menjadi lucu. Berulang-ulang sampai dia bernyanyi ga jelas kata-katanya. Hehe..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Anak 🌟 Bintang 3
Bismillahirrahmanirrahim,
Menjelang Magrib, Kenzie memasang selotip bekas tisu basah dimuka. Saya memasang muka serius menatapnya saat dia datang mendekat. Lama-kelamaan saya tidak bisa menahan tawa, dan bibir Kenzie pun ikut mengembang lebar.
"Kenzie jadi apa?" Tanya saya
"Aku robot", jawabnya menirukan suara robot.
Hehe.. Kenzie memang sedang gandrung dengan yang namanya robot terutama mobil robot. Ditambah lagi sekarang ada film seri Tobot.
Saat berbuka, Kenzie pun ikut berbuka. Belum sempat dihabiskan, dia sudah ijin pergi dulu ke masjid sambil senyum lebar. Bahagianya melihat Kenzie bisa tersenyum dan tertawa (dia gampang juga menangis, hehe). Setelah pulang dari masjid, saya mengajaknya untuk mengaji. Alhamdulillah dia langsung berniat mencari buku iqro nya yang entah kemana sampai membolak-balik rak buku. Hehe.
Berhubung tidak ketemu, saya memintanya untuk menirukan suara saya saja, yakni mengucapkan huruf a dan ba. Ada satu yang menjadi pikiran saya, saat mengucap ba a ba, Kenzie tidak bisa, malah menjadi ba ba a atau a a ba atau malah ba ba ba. Kenapa begitu ya?
Karena tidak juga bisa, Kenzie udahan dengan alasan capek. Hehe. Dia sukanya begitu membuat saya gemas. Untuk sejenak dia takut saya marah, melihat saya tersenyum diapun ikut tersenyum.
Kemudian dia mendekat ke adek mengajak janji kelingking. Karena adek belum bisa, Kenzie dengan sedikit memaksa jari kelingkingnya adek untuk membuka. Saya stop dan memberi tahu bahwa adek belum bisa diajak janji kelingking. Eh, tak lama kemudian saat saya lengah sedikit dia bilang bismillahirrahmanirrahim sambil mau mengangkat badan adek. Masya Allah, Kenzie sedang menirukan salah satu adegan di televisi. Saya pun memberi tahu bahwa Kenzie belum boleh mengangkat adek karena adek baru bisa tiduran, belum bisa mengangkat kepala sendiri apalagi duduk seperti Kenzie.
Alhamdulillah sepertinya kejadian ini terjadi kalau ada saya atau Mbah nya. Karena saat saya minta untuk jagain adek sebentar, dia tidak berbuat seperti ini. Dia akan membuat adeknya tenang saat menangis. Cup cup dek.. katanya, dan diajaknya ngobrol kalau masih nangis dia akan bilang, mah, adek masih nangis. Bahagia rasanya melihat Kenzie sayang dengan adek. Muah muah..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Menjelang Magrib, Kenzie memasang selotip bekas tisu basah dimuka. Saya memasang muka serius menatapnya saat dia datang mendekat. Lama-kelamaan saya tidak bisa menahan tawa, dan bibir Kenzie pun ikut mengembang lebar.
"Kenzie jadi apa?" Tanya saya
"Aku robot", jawabnya menirukan suara robot.
Hehe.. Kenzie memang sedang gandrung dengan yang namanya robot terutama mobil robot. Ditambah lagi sekarang ada film seri Tobot.
Saat berbuka, Kenzie pun ikut berbuka. Belum sempat dihabiskan, dia sudah ijin pergi dulu ke masjid sambil senyum lebar. Bahagianya melihat Kenzie bisa tersenyum dan tertawa (dia gampang juga menangis, hehe). Setelah pulang dari masjid, saya mengajaknya untuk mengaji. Alhamdulillah dia langsung berniat mencari buku iqro nya yang entah kemana sampai membolak-balik rak buku. Hehe.
Berhubung tidak ketemu, saya memintanya untuk menirukan suara saya saja, yakni mengucapkan huruf a dan ba. Ada satu yang menjadi pikiran saya, saat mengucap ba a ba, Kenzie tidak bisa, malah menjadi ba ba a atau a a ba atau malah ba ba ba. Kenapa begitu ya?
Karena tidak juga bisa, Kenzie udahan dengan alasan capek. Hehe. Dia sukanya begitu membuat saya gemas. Untuk sejenak dia takut saya marah, melihat saya tersenyum diapun ikut tersenyum.
Kemudian dia mendekat ke adek mengajak janji kelingking. Karena adek belum bisa, Kenzie dengan sedikit memaksa jari kelingkingnya adek untuk membuka. Saya stop dan memberi tahu bahwa adek belum bisa diajak janji kelingking. Eh, tak lama kemudian saat saya lengah sedikit dia bilang bismillahirrahmanirrahim sambil mau mengangkat badan adek. Masya Allah, Kenzie sedang menirukan salah satu adegan di televisi. Saya pun memberi tahu bahwa Kenzie belum boleh mengangkat adek karena adek baru bisa tiduran, belum bisa mengangkat kepala sendiri apalagi duduk seperti Kenzie.
Alhamdulillah sepertinya kejadian ini terjadi kalau ada saya atau Mbah nya. Karena saat saya minta untuk jagain adek sebentar, dia tidak berbuat seperti ini. Dia akan membuat adeknya tenang saat menangis. Cup cup dek.. katanya, dan diajaknya ngobrol kalau masih nangis dia akan bilang, mah, adek masih nangis. Bahagia rasanya melihat Kenzie sayang dengan adek. Muah muah..
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Kamis, 17 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 2
Bismillahirrahmanirrahim,
Semalam Kenzie masih bertahan di masjid sampai sholat tarawih nya i ooselesai. Menurut saya dia sudah oke banget, walaupun dia tidak ikut sholat, saya tanya ke Mbah..hehe..
Bertepatan dengan hari pertama puasa, kali ini saya mengajak Kenzie belanja kain untuk dijadikan sarung, sesuai janji saya semalam. Tetapi sebelum berangkat, Kenzie sudah sibuk menanyakan kenapa saya mandi, kenapa saya memakai baju itu dan masih banyak kenapa yang dia utarakan..hehe..
Saat persiapan sudah selesai, Kenzie sudah standby di ruang tengah. Dalam perjalanan ke toko kain, Kenzie sempat menanyakan kenapa kesana dan saya menjawab mau bikin sarung. Dia langsung senang mendengarnya dan melihat-lihat keadaan sekitar. Walaupun belum paham benar tentang kain, dia asyik saja menaiki tumpukan kain dan dengan bangganya bilang,
"Mah, ak iso naik dhewe", sambil cengengesan.
Untung pelayan di sana baik sehingga tidak memarahi polahnya.
"Mah, ak iso naik dhewe", sambil cengengesan.
Untung pelayan di sana baik sehingga tidak memarahi polahnya.
Setelah selesai belanja kain, saatnya pindah ke toko benang. Belum saya bicara tentang kebiasaannya kalau ke toko tersebut, dia sudah bilang,
"Aku ga beli opo-opo ya, mah?" Sambil turun dari motor.
"Iya, kan Kenzie lagi puasa," jawab saya sambil senyum-senyum.
"Kenzie puasa ga to?" Tanya saya.
"Puasa," jawabnya sambil lirik lemari dingin yang berisi minuman kesukaannya.
"Aku ga beli opo-opo ya, mah?" Sambil turun dari motor.
"Iya, kan Kenzie lagi puasa," jawab saya sambil senyum-senyum.
"Kenzie puasa ga to?" Tanya saya.
"Puasa," jawabnya sambil lirik lemari dingin yang berisi minuman kesukaannya.
Perjalanan berikutnya beralih ke toko serba ada, saat di parkiran dia sudah bertanya,
"Mau ngapain, Mah? Mau beli apa?"
"Beli tisu basah buat adek," jawab saya singkat.
"Aku beli op ya, Mah?"
"Ga beli apa-apa to, kan lagi puasa"
Tapi akhirnya dia beli jajanan juga sambil berkata kalau dia mau ini dan mau itu. Saya mengiyakannya sambil mengingatkannya untuk makan nanti kalau sudah magrib yang dibalasnya dengan kata iya. Setelah membayar di kasir, sepertinya dia lupa dengan kata iya nya tadi karena dia berniat mau makan di tempat tetapi kemudian saya ingatkan. Dia sempat menangis sesaat setelah dia tak berhasil memasukkannya kembali ke kantong plastik yang telah saya bawa karena saya agak terburu-buru mau keluar. Hehe.. mamah sedang ga fokus, Nang.
"Mau ngapain, Mah? Mau beli apa?"
"Beli tisu basah buat adek," jawab saya singkat.
"Aku beli op ya, Mah?"
"Ga beli apa-apa to, kan lagi puasa"
Tapi akhirnya dia beli jajanan juga sambil berkata kalau dia mau ini dan mau itu. Saya mengiyakannya sambil mengingatkannya untuk makan nanti kalau sudah magrib yang dibalasnya dengan kata iya. Setelah membayar di kasir, sepertinya dia lupa dengan kata iya nya tadi karena dia berniat mau makan di tempat tetapi kemudian saya ingatkan. Dia sempat menangis sesaat setelah dia tak berhasil memasukkannya kembali ke kantong plastik yang telah saya bawa karena saya agak terburu-buru mau keluar. Hehe.. mamah sedang ga fokus, Nang.
Sesampainya di rumah, Kenzie langsung ambil sepeda dan menaiki nya bareng sepupunya, mas Reza. Dan saya berniat untuk membuatnya langsung karena membuat sarung anak-anak tidak lama. Dan benar saja, setelah dia selesai mandi, sarungnya siap dicoba. Alhamdulillah, dia senang saya pun ikut senang, Mbah kung yang melihatnya juga ikut senang. Saat saya mengingatkannya untuk dipakai saat sholat nanti, dia berkata iya dengan suara lantang pertanda senang banget.
Hehe.. Alhamdulillah proyek hari ini selesai.
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Rabu, 16 Mei 2018
Anak 🌟 Bintang 1
Bismillahirrahmanirrahim,
Malam ini adalah tarawih pertama yang mengawali ramadhan tahun ini. Sejak pagi tadi saya sudah memberikan sedikit gambaran tentang puasa yang tidak makan dan minum di siang hari. Jawabannya adalah,
"Ya ngga to, Mah. Yo maem to?.."
Dengan ekspresi dan logatnya yang medhok banget.
Sesaat lalu, saya memberi gambaran tentang sholat tarawih. Seperti waktu di Semarang dulu, banyak temannya, kemudian sholatnya (rekaatnya) banyak. Kemudian nanti ikut Mbah kung saja, saya belum bisa ikut menemani ke masjid karena harus menemani adek (usia 2,5 bulan). Begitu pesan saya kepadanya dan Alhamdulillah dia sepertinya paham bahwa itu artinya saya dirumah. Saat saya mengajukan pertanyaan,
"kalau mamah ikut ke masjid, nanti siapa yang njagain adek?"
"mamah, to.."
hehe..
Kemudian dengan semangatnya menunjukkan beberapa gerakan sholat mulai dari takbiratul ikram hingga tahiyatul akhir. Tak lupa pula bibirnya bergerak-gerak (umak-umik menurut saya) menirukan orang-orang yang sedang membaca bacaan sholat.
Dari gerakan sholat tersebut, tak lupa saya ikut membenarkan posisi yang benar. Misalnya, cara bersedekap setelah takbiratul ikram (dia menaruh kedua tangannya di bawah ketiak). Alhamdulillah, ga diprotes.. hehe.. (biasanya selalu protes).
Saya menjanjikan kalau ikut sholat tarawih besok mau dibuatkan sarung. Tetapi beli bahan-bahannya dulu. Dia langsung bersemangat.
"Iya, iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian, suami vicall (video call), mengajak Kenzie untuk ikut tarawih bareng Mbah Kung dan puasa besok pagi. Dengan semangatnya, dia bersenandung puji-pujian setelah azan yang telah didengarnya setiap hari. Berhubung papahnya bingung karena oleh Kenzie nada dan liriknya berubah, saya menjelaskan dan Kenzie hanya bisa menjawab iya-iya, hehe.
Kenzie melanjutkan cerita, bahwa yang sering didengarnya itu adalah suara milik Toti, teman sebayanya sekaligus sepupu jauh. Saya bertanya,
"Kenzie ga ikut Toti?"
"Ga berani," jawabnya sambil geleng-geleng dan tersenyum.
Dia sudah bahagia bisa mendengar dan menirukannya. Dan papahnya hanya ikut mengiyakan dan berpesan supaya belajar terus.
Disini saya tidak bisa memaksanya seperti Toti yang sudah pintar mengaji dan menghafalkan beberapa surat pendek karena kebiasaan Toti dan Kenzie berbeda. Disinilah letak pembanding yang selalu disuarakan oleh Simbah. Tetapi saya juga sebisa mungkin menghindari konflik dengan beliau, akhirnya saya memilih diam saja. Eh, malah Kenzie yang selalu punya jawaban dengan gaya khasnya anak-anak. Tetapi ini juga masalah buat Simbah yang katanya dikasih tahu ngeyel. Ya, seperti itulah yang sering terjadi, saya masih belum bisa menemukan dan berani mengutarakan pendapat dengan baik. Walaupun demikian, setiap saat saya masih mencari cara terbaik buat mengasuh anak-anak sendirian karena kebetulan suami masih di luar kota.
Bagaimana dengan Kenzie yang ikut tarawih malam ini ya? Apakah ikut sholat? Apakah malah lari-larian? Kita tunggu jawabannya esok hari ya...
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Malam ini adalah tarawih pertama yang mengawali ramadhan tahun ini. Sejak pagi tadi saya sudah memberikan sedikit gambaran tentang puasa yang tidak makan dan minum di siang hari. Jawabannya adalah,
"Ya ngga to, Mah. Yo maem to?.."
Dengan ekspresi dan logatnya yang medhok banget.
Sesaat lalu, saya memberi gambaran tentang sholat tarawih. Seperti waktu di Semarang dulu, banyak temannya, kemudian sholatnya (rekaatnya) banyak. Kemudian nanti ikut Mbah kung saja, saya belum bisa ikut menemani ke masjid karena harus menemani adek (usia 2,5 bulan). Begitu pesan saya kepadanya dan Alhamdulillah dia sepertinya paham bahwa itu artinya saya dirumah. Saat saya mengajukan pertanyaan,
"kalau mamah ikut ke masjid, nanti siapa yang njagain adek?"
"mamah, to.."
hehe..
Kemudian dengan semangatnya menunjukkan beberapa gerakan sholat mulai dari takbiratul ikram hingga tahiyatul akhir. Tak lupa pula bibirnya bergerak-gerak (umak-umik menurut saya) menirukan orang-orang yang sedang membaca bacaan sholat.
Dari gerakan sholat tersebut, tak lupa saya ikut membenarkan posisi yang benar. Misalnya, cara bersedekap setelah takbiratul ikram (dia menaruh kedua tangannya di bawah ketiak). Alhamdulillah, ga diprotes.. hehe.. (biasanya selalu protes).
Saya menjanjikan kalau ikut sholat tarawih besok mau dibuatkan sarung. Tetapi beli bahan-bahannya dulu. Dia langsung bersemangat.
"Iya, iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian, suami vicall (video call), mengajak Kenzie untuk ikut tarawih bareng Mbah Kung dan puasa besok pagi. Dengan semangatnya, dia bersenandung puji-pujian setelah azan yang telah didengarnya setiap hari. Berhubung papahnya bingung karena oleh Kenzie nada dan liriknya berubah, saya menjelaskan dan Kenzie hanya bisa menjawab iya-iya, hehe.
Kenzie melanjutkan cerita, bahwa yang sering didengarnya itu adalah suara milik Toti, teman sebayanya sekaligus sepupu jauh. Saya bertanya,
"Kenzie ga ikut Toti?"
"Ga berani," jawabnya sambil geleng-geleng dan tersenyum.
Dia sudah bahagia bisa mendengar dan menirukannya. Dan papahnya hanya ikut mengiyakan dan berpesan supaya belajar terus.
Disini saya tidak bisa memaksanya seperti Toti yang sudah pintar mengaji dan menghafalkan beberapa surat pendek karena kebiasaan Toti dan Kenzie berbeda. Disinilah letak pembanding yang selalu disuarakan oleh Simbah. Tetapi saya juga sebisa mungkin menghindari konflik dengan beliau, akhirnya saya memilih diam saja. Eh, malah Kenzie yang selalu punya jawaban dengan gaya khasnya anak-anak. Tetapi ini juga masalah buat Simbah yang katanya dikasih tahu ngeyel. Ya, seperti itulah yang sering terjadi, saya masih belum bisa menemukan dan berani mengutarakan pendapat dengan baik. Walaupun demikian, setiap saat saya masih mencari cara terbaik buat mengasuh anak-anak sendirian karena kebetulan suami masih di luar kota.
Bagaimana dengan Kenzie yang ikut tarawih malam ini ya? Apakah ikut sholat? Apakah malah lari-larian? Kita tunggu jawabannya esok hari ya...
#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
Langganan:
Postingan (Atom)




