Kamis, 30 November 2017

Melatih kemandirian 1

Hari pertama dalam sepuluh hari di kelas Bunda Sayang batch 3 jawa tengah. Hehe. Terbayang sudah apa yang akan dilatih kemandirian anak saya yang saat ini berusia 3 tahun 4 bulan. Mengingat apa yang sudah didapat dalam materi sebelumnya, di usia nya saat ini dia harus sudah mandiri untuk:
✅Toilet Training
✅Makan sendiri
✅Berbicara jika memerlukan sesuatu
Hanya saja untuk membersihkan diri sendiri setelah BAB belum dilatih, masih pe er buat saya.
Untuk makan sendiri, masih sering disuapin karena mama nya ga tega, waktunya lebih lama kalo makan sendiri, berantakan itu sudah pasti. Dan efek yang saya dapat karena seringnya disuapin, anak saya jadi rewel kalo makannya berantakan dan lama waktunya sehingga tidak sabar untuk cepat selesai dan bermain lagi.
Berbicara jika memerlukan sesuatu. Anak saya termasuk aktif berbicara jika memerlukan sesuatu. Hehe. Apa saja bisa dimintanya. Seperti semalam, melihat buleknya makan mie, dia minta dibuatin mie pakai kuah, pakai telur, dan pakai nasi. Heemm komplit.

Tantangan pertama kali ini saya ingin melatih kemandirian nya membersihkan diri setelah BAB alias cebok. Kegiatan hari ini dimulai dengan bangun subuh, minta susu, dan akhirnya minta ditemani ke toilet untuk BAB. Sambil menuju toilet, saya sounding bahwa Kenzie mulai hari ini belajar cebok sendiri, dan jawabnya cuma iya, mah.. hehe.. yes yes dalam hati saya.

Praktiknya, saya memberikan instruksi. Misalnya, nyalain krannya, sedikit jongkok, pakai tangan kiri dan bersihkan di air mengalir. Tidak lupa pula, mencuci tangan dengan sabun setelah selesai cebok. Saya juga ikut mempraktekkan cuci tanganya supaya anak lebih jelas.
Untuk sementara inilah metode yang saya pakai, karena fasilitasnya yang mudah baru ini. Hehe. Dan anak pun merasa nyaman. Tetapi tidak menutup kemungkinan mencoba trik yang lain.


#HariPertama
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian

Sabtu, 25 November 2017

Aliran rasa level 1

Alhamdulillah, selesai sudah tantangan 10 hari level 1. Pada awalnya saya tidak bisa mengerjakannya tepat waktu karena harus luar kota selama beberapa hari.
Tapi alhamdulillah masih bisa mengejar ketinggalan, dan bisa memanfaatkan waktu 10 hari tanpa rapel.. hehe.
Saya bersyukur sekali bisa langsung praktek dan menuliskan laporannya, sesuatu yang tidak pernah saya lakukan sebelum mengenal IIP. Selama mengerjakan tantangan 10 hari ini, hari pertama lancar tetapi hari terakhir malah kehabisan ide. Hehe.
Manfaat yang saya rasakan selama 10 hari adalah saya merasa diingatkan selalu bagaimana berkomunikasi dengan anak. Anak saya masih tiga tahun, belum bisa mengerti sepenuhnya mengerti maksud saya. Dengan komunikasi produktif, saya berharap anak saya dan saya dapat saling memahami. Sedangkan saya dan suami sedang LDR an.

#AliranRasa
#Level1
#KuliahBunsayIIP
#Komunikasi Produktif

Senin, 13 November 2017

Komunikasi produktif#10

Hari ini, sudah dimulai kegiatan jahit dari pagi jam 8 sampai sore jam 3.30.
Waktu saya pulang, Kenzie sedang tidur, belum mandi dan makan. Alhamdulillah, bisa tidur siang.
Sudah bisa ditebak, kalau bangun tidur nya agak rewel, bisa mempengaruhi apapun yang bakal saya sampaikan.
Mulai dari ngomong bareng tangisan yang membuat saya menjadi tidak paham maksudnya. Sebelum menjawab, saya mencoba menenangkan diri dengan tarik nafas dalam-dalam, sambil menatap dan fokus ke anak. Walau sedikit berhasil, saya berusaha mengatakan padanya, memilih nangis atau ngomong.
"Sayang, dengerin mamah sebentar, Kenzie kalau ngomong jangan bareng nangis, mamah jadi ga denger yang kenzie omongin, nangis atau ngomong?"
"Nangis," jawab nya.
"Ya sudah nangis dulu,"
Saya sengaja meninggalkan nya supaya dia bisa nangis. Lha kok ga berhasil, malah kenceng nangis nya. Malah kebelet pipis, masih sengaja saya biarin. Mbah utinya turun tangan. Saya tungguin sampai sedikit mereda. Setelah itu,
"Yuk, mandi"
"Nonton kartun dulu, mah"
"Oke," setelah jeda iklan,
"Gandeng, mah," ajaknya pertanda dia mau mandi.
Setelah mandi, saya ajak makan. Tapi saya sengaja ga mau nyuapin, supaya dia belajar makan sendiri. Mulai lagi rewel nya, kekeh minta disuapin.
Disini saya agak lepas kontrol, memberikan pilihan tidak makan atau tivi mati.
"Makan, mah. Mamah jangan marah lagi, ya" jawabnya.
Kata yang mengingatkan saya kembali. Tarik nafas da hembuskan.
"Mamah ngga marah, mamah ngingetin Kenzie untuk makan,"
"Iya, mah,"
Setelah beberapa waktu, selesai sudah acara menemaninya makan. Lha, ga lama kemudian dia tertidur. Wealah, baru bangun kok sudah tidur lagi.
Hikmah sore ini, anak saya mengingatkan kalau saya dalam kondisi marah atau mendengar suara saya meninggi, sontak dia akan bilang, "mamah jangan marah lagi, ya," menjadi perenungan saya malam ini.
Semoga esok dan esoknya lagi tidak mengulangi nya lagi.
Mamah sayang Kenzie.



#hari10
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Minggu, 12 November 2017

Komunikasi produktif#9

"Ngga mau, maunya ditolong sama mamah," teriak Kenzie sambil senyum.
"Sini, sayang," panggil saya dari depan pintu.
"Bulek nakal, mah," katanya sambil sembunyi di belakang saya karena dilihatin buleknya.
Ya, karena Kenzie lari dikejar bulek. Takut buleknya marah karena ga sengaja kesenggol kayu yang dipegangnya.
Setelah duduk dan tenang,
"Sayang, mama kasih obat ya, biar cepat sembuh,"
"Ngga mau, mah, sakit sakit, geli geli geli," rengeknya.
"Kalau dikasih obat cepet sembuhnya, kalau ngga dikasih obat lama sembunya, Kenzie pilih mana?"
"Huahuahua, sakit sakit,"
"Dikasih obat ya?"
"Iya," manggut-manggut juga akhirnya.
Setelah dikasih betadine,
"Sudah selesai, ini dikasih tisu, Kenzie bobo an aja ya?"
"Iya, susu ya, mah?"
"Iya, tunggu ya, mamah buatin dulu,"
"Makasih, mah," katanya setelah menerima susu.
"Sama-sama,"
Ditinggal sebentar eh sudah tidur. Alhamdulillah.
Sore hari,
"Karena sudah basah kehujanan, bagaimana kalau Kenzie sekalian hujan-hujanan?"
Melihat ekspresi nya, seakan tak percaya kalau saya membolehkannya main hujan.
"Tapi, sebentar saja ya, habis itu mandi,"
"Iyaahh," teriaknya sambil lari ke bawah hujan. Hehe. Beberapa waktu kemudian,
"Yuk, sudah mainnya. Kita mandi sekarang,"
"Nanti, habis mandi, aku main sana lagi, ya?" Sambil nunjuk ke arah hujan.
"Tidak. Sudah selesai. Habis ini makan dan minum obat,"
"Ya, mah," jawabnya masih lirak lirik hujan.
"Nanti jalannya gimana?" Maksudnya masuk rumahnya bagaimana. Hehe.
"Nanti mamah gendong,"
"Yeay!!" Serunya.
Lihat mbah uti nya,
"Mbah uti, aku seneng banget main hujan," tapi mbah uti nya ngga dengar. Padahal tadi diteriakin segera sudah main hujan. Hehe.
"Seneng banget, mah,"
"Iya, yuk segera ganti baju, trus makan,"
"Iya, mah,"
Selesai makan dan minum obat, hujan sudah berhenti. Dia ijin main keluar,
"Aku keluar dulu ya, mah?"
"Iya, hati-hati,"

Bahagia rasa nya membolehkan dia main yang dia mau. Selama itu tidak berbahaya. Setelah itu dia lebih "nurut". Habis magrib sudah mulai ngantuk dan langsung tidur, tidak rewel minta ini dan itu. Hehe. Hikmah diijinkan main hujan. Hehe.

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Komunikasi produktif#8

Alhamdulillah pagi ini cuaca mendukung untuk jalan pagi. Begitu pula dengan kondisi Kenzie, sudah tidak demam lagi.
"Sayang, kita jalan-jalan, yuk?"
"Kemana? Naik motor?"
"Kita jalan kaki aja, ngga naik motor, mau ngga?"
"Mau, aku pakai jaket dulu, nanti jajan ya,"
"Yuk"
Sepanjang perjalanan, tak hentinya dia berbicara. Apa aja diobrolin. Dan berhenti kala melihat atau bertemu dengan orang lain. Ada anak kecil dia bilang "hallo, adek,"
Baru setengah perjalanan, "aku capek, mah," sambil jongkok, "gendong," pintanya.
"Hehe, ayuk jalan lagi, masih jauh perjalanan. Jadi beli susu?"
Berhasil dengan kata "susu" dia bangkit sambil berceloteh ria. Kuperlihatkan kali, kali nya agak kotor, banyak pohon bambunya. Tapi jangan dekat-dekat. Emaknya takut.
Di warung,
"Mah, beli susu,"
"Mah, beli sosis,"
Pilihannya berubah-ubah. Hehe. Setelah mendapatkannya dia bilang,
"Makasih ya, mah" sambil senyum-senyum.
"Sama-sama, yuk jalan lagi,"
"Sayang, kita mampir dulu tempatnya mbah uyut dulu ya?"
"Ngapain?"
"Kita bertemu dan salaman dulu, mamah sudah lama tidak bertemu, boleh ya?"
"Jauh?"
"Ngga, tu rumahnya?" Sambil menunjuk rumah pertama setelah kebun.
Setelah salaman dan ngobrol sebentar,
"Mah, pulang yuk,"
"Iya, pamit dulu sama mbahnya kalo mau pulang,"
"Pulang dulu, mbah uti" hehe, dia salaman dulu baru pamit.
Karena dia berperilaku baik, maka kuhadiahi dia susu yang belum dia dapatkan di warung sebelumnya. Dan alhamdulillah walau hanya sebotol susu dia tidak minta lebih (tidak minta jajan yang lain, saya tawarin sosis lagi ga mau).
Perjalanan berikutnya ada kali lagi dan mentok.
"Nang, ada mentok cari makan. Di sana ada juga yang sedang mandi. Coba lihat,"
"Eh iya" jawabnya sambil mendekat.
"Jangan dekat-dekat, kalinya dalam. Coba hitung ada berapa mentoknya,"
Karena belum bisa berhitung dia menjawab ada 3 mentok.
"Itu temennya dia, mah," sambil nunjuk mentok yang agak jauh.

"Iya, yuk jalan lagi"
"Senang ga, nang? Jalan-jalan pagi ini?"
"Senang banget, mah,"

"Mah," panggilnya sambil nunjuk.
"Namanya apa, sayang?"
"Lapangan voli, mah,"
"Betul betul betul," jawab saya meniru ipin.
Kemudian dia melihat kuncup bunga sepatu.
"Mah, ini apa? Boleh? (Boleh dipetik?)"
"Boleh, itu namanya kuncup. Kalau sudah mekar jadinya kaya yang diatas. Mamah ga bisa ambil. Jauh"
"Ooh"
Tak berapa lama saya menemukan bunganya yang bisa dipetik.
"Ini kalau sudah mekar. Namanya bunga sepatu."
"Sepatu ini, mah?" Sambil nunjukin sandalnya.
"Bukan, sayang, ini yang namanya bunga sepatu," sambil nunjukin bunganya.


Alhamdulillah dia tetap semangat walau bilang capek. Dan pengalaman pagi ini juga membuat saya semakin semangat untuk berkomunikasi produktif dengannya.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 11 November 2017

Komunikasi produktif#7

Tantangan komprod hari ini masih ditemani demam, batuk, dan pilek.
Sebelum berangkat ke dokter, masih rebahan di kasur.
"Sayang, nanti ke dokter lagi ya? Kan kemaren ga jadi ketemu sama dokternya,"
"Dokternya kemana, sayang?"
"Ehmm.. kemana ya?"
"Dokternya sudah pulang ya, sayang, jadi belum bisa ketemu," jawab saya
"O iya, hehe, tapi nanti aku ga mau suntik ya, mah? Ditemenin mamah," pintanya
"Iya, sayang, yuk siap siap,"
Alhamdulillah tidak rewel.
Sampai di tempat praktek dokter.
"Sayang, timbang dulu yuk?"
"Temenin mamah"
"Iya, berdiri di sini. Jangan bergerak, diam sebentar, nah, beratnya 15kg, siip,"
"Aku ngga nangis, mah, hehe,"
"Iya, tos dulu dong, lanjut diukur suhunya, yuk, itu lho yang taruh dikelek, geli geli geli," sambil praktek in geli nya Kenzie lagi diukur suhu di rumah.
"Oohh, mamah aja" maksudnya mamah yang ukur bukan mbak nya.
"Sini keleknya, kempit bentar, tahan ya,"
"Geli geli geli, mah,"
Ku tatap dan kupeluk sambil bilang kalo diukur itu ga sakit. Dianya masih kegelian. Hehe.
"Ga sakit, mah," katanya setelah selesai diukur.
"Hehe.. iya, tunggu dan duduk dulu di sini ya.. nanti nama Kenzie dipanggil,"
"Ngapain, mah?"
"Ketemu dokter, antri dulu di sini, ya,"
"Ooohh"
Saat ketemu dokter
"Ga mau suntik, mah,"
Saat melihat dokter memasang stetoskop.
"Sekarang disini ga ada suntik, dek" malah dokter seng menjawab. Hehe.
Sambil duduk dan pegangan tangan, Kenzie anteng di periksa. Begitu pula saat dokter ngasih penjelasan.
Masih proses antri obat. Kenzie masih bertanya, "ngapain, mah?"
"Antri obat, sayang,"
"Buat siapa?"
"Buat Kenzie, biar cepat sembuh, nanti diminum ya obatnya,"
"Iya, mah," jawabnya.
Alhamdulillah.

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Jumat, 10 November 2017

Komunikasi produktif#6

Seharian bersama Kenzie berasa sudah lama ga bersamanya. Hehe. Karena beberapa waktu ini saya disibukkan dengan kegiatan rajut dan jahit yang cukup menyita waktu.
Berhubung kita berdua sedang menikmati sakit, saya batuk dan pilek sedangkan Kenzie demam yang sampai hari ini masih naik turun. Semoga lekas sembuh, ya sayang.
Melihat saya tidak kemana-mana dan tidak berkegiatan apapun, dengan manjanya Kenzie selalu minta ditemenin, didengerin kalo dia cerita, permintaannya diturutin. Masya Allah berasa lama tidak melakukan kegiatan ini.
Jadi tantangan komprod hari ini, hanya mengikuti kemauan anak.
Sesekali memberi pilihan, beli mainan apa jajanan saat perjalanan ke dokter untuk periksa.
Sesekali memberikan perintah untuk membereskan mainan sebelum bermain lagi.

Bersama temannya membereskan mainan.


#hari6
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Kamis, 09 November 2017

Komunikasi produktif#5

Beberapa hari ini, badan saya rasanya tidak karuan. Dan setelah periksa ternyata radang. Biasanya habis minum obat, ngantuk melanda. Sedang rebahan siang, tiba-tiba terdengar Kenzie nangis karena jatuh.
Setelah bersih-bersih badan, sambil mengelap pake handuk, ku tatap mata nya dan dengan intonasi yang rendah, saya bertanya, "cerita ke mamah kenapa nangis?"
"Aku lompat dan jatuh, mah. Kepala ke jedut, duk, gitu," jawabnya masih sesegukan.
"Lain kali hati-hati, ya?"
"Iya, mah, maafin aku ya, jangan ulangi ya,"
"Iya, semoga lekas sembuh ya" jawab saya sambil memeluknya.
Nangisnya berhenti seketika. Habis itu minta susu dan makan siang. Eh, belum habis makannya dia bilang kalau ngantuk. Ya sudahlah. Tidurlah dia. Dari pada nuruti keinginan saya supaya menghabiskan makannya yang nantinya malah lebih rewel karena ngantuk.

Tiba-tiba dia demam. Efek jatuh atau ketularan saya, ya? setelah minum obat penurun panas dia tertidur lagi. Semoga lekas sembuh ya, nang.



#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 08 November 2017

Komunikasi produktif#4

Hari ini perjalanan naik kereta dari gemolong ke semarang. Karena sudah sering nya naik kereta jadi sudah terbiasa dan tidak rewel, kelihatan senang.

Tak lama kemudian, rombongan anak TK masuk ke gerbong kami. Kenzie sangat antusias melihatnya. Diperhatikannya saat mereka masuk, duduk, bercerita, karena mereka heboh memilih tempat duduk. Dan kebetulan tempat duduk kami tidak sesuai dengan tiket, karena saya memilih yang terdekat dengan pintu. Hehe. Tidak mengira bakal penuh gerbongnya. Kalau sepi bisa bebas duduknya.

Akhirnya ada yang duduk di dekat Kenzie, melihatnya berbinar, kutanya,
"Kenzie mau sekolah?"
"Emooh", jawabnya. Tapi perhatiannya tak lepas dari anak-anak TK.

Dari arah belakang masih heboh tempat duduk. Akhirnya dengan sadar diri saya mengajak Kenzie untuk pindah sesuai tiket.
Alhamdulillah Kenzie kooperatif. Tapi setelah duduk, dia masih mencari anak-anak TK.
"Aku ga mau di sini, ke sana lagi yuk, mah," rengeknya.
"Sayang, tempat duduk kita di sini, di sana sudah penuh. Tuh, ada mas kecil pake baju spiderman. Kenzie punya topengnya. Di sini aja ya,"

Tanpa suara dia hanya memperhatikan mas spiderman. Kenzie bermaksud ingin ajak main, bahkan duduk di kursi berhadapan, tapi mas sama mbah kung nya cuek sampai akhir perjalanan.

Waktu perjalanan keluar stasiun, sambil bergandengan, dia berceloteh,
"Aku seneng banget naik kereta, mah. Dadah kereta. Jumpa lagi."

Keseruan hari ini idak terdokumentasi karena tidak bawa kamera. Hehe.

#hari4
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Selasa, 07 November 2017

Komunikasi produktif #3

Setelah mandi sore, Kenzie main lagi.
Karena cuaca masih agak panas, dia tidak betah di dalam rumah.
 
Dia anak yang aktif. Dorong sana dorong sini sambil teriak "gobrak gobrak.." maksud nya adalah gerobak. Hehe. Di tengah permainan, saya hentikan sebentar dan saya bilang, "habis main, cuci kaki, cuci tangan, dan cuci muka, ya"
"Ya" jawabnya. Terus lanjut main lagi kurang lebih setengah jam.
"Sudah selesai, nang? Yuk cuci"
"Tapi mamah temenin aku, ya?"
"Iya"
Setelah menggulung celana panjangnya dan mememakai sandal, saya yang digandeng menuju kran air. Hehe. Dia suka gandengan kalo minta ditemenin.

Cuci kaki

Cuci tangan

Cuci muka
Selesai sudah, alhamdulillah.
"Mah, tolong buat susu," pintanya sambil jalan masuk rumah.
Welah ..
"Iya, nang,"

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


Senin, 06 November 2017

Aku mau apa?

Hari minggu begini kenzie jalan-jalan ke pasar tiban, manahan.
Suasana agak panas tidak menyurutkan minatnya untuk jalan-jalan. Hehe. Ini mamanya apa anaknya yang berminat?

Ditemani dengan salah satu  budhenya, mulailah perjalanan kami.
Dan sudah bisa ditebak, saat dia menginginkan sesuatu bukannya bilang langsung, tapi malah balek bertanya.
"Mah, ak mau apa?"
Saya sudah gemas aja dengan pertanyaan ini. Bermaksud supaya dia bisa mengutarakan keinginannya, saya balek tanya, "lha Kenzie mau apa?"
"Aku mau apa?!" jawabnya dengan sedikit tinggi intonasi nya. Dia akan bertanya ini sampai saya yang menjawab dan tahu keinginannya.
Sembari menunggu budhenya transaksi dengan pedagang, saya tarik napas panjang dan dengan lemah lembut saya ulangi pertanyaanya seperti sebelumnya.
"Kenzie mau apa?"
Akhirnya agak berapa lama dia bisa bilang,
"Aku mau topeng, mah. Ada di situ tadi". Katanya sambil tetep lendotan dan nunjuk arahnya.
"Oke, nang. Tapi nunggu budhe selesai dulu ya?" Dia manggut-manggut senang.
Hehe, selesai sudah.

Tak berapa lama, dia langsung bilang, "mah, aku mau siomay" wow.. walau dengan suara pelan dia langsung mengutarakan nya. Tapi saya bisa mendengarnya dan dengan senang hati menurutinya karena saya juga lapar. Hehe. Berhubung tidak ketemu pedagangnya, saya putuskan beli sosis bakar. Saya ambilkan dua, eh Kenzie minta nambah lagi dua buat saya dan budhe (walau saya tahu, nanti akan dihabiskannya sendiri :-), tak apalah).
Sambil nunggu sosis dibakar, saya pesen es teh.
"Buat siapa, mah?"
"Aku mau juga", katanya beruntun.
"Itu buat kamu dan mama"
"Ooo.." manggut-manggut sambil senyum.

Ternyata drama berlanjut saat dia melihat mainan pistol dari kayu.
Dengan lendotan dan pegangan tangan ke saya, dia bertanya, "aku mau apa?"
Dengan pelan pelan saya bertanya balek, "sayang, mau apa?"
"Aku mau pistol itu", sambil nunjuk.
"Hehe.. iya, nang".
 Hanya berani lihat dari jauh.
Istirahat sejenak di bawah pohon, memperhatikan robot bublebee transformer. Hehe.

Hari ini menyenangkan, kita berdua bisa berkomunikasi dengan lancar. Mama akan belajar terus, nang. Hehe, semangat pokok e.

#hari2
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip