Minggu, 12 November 2017

Komunikasi produktif#8

Alhamdulillah pagi ini cuaca mendukung untuk jalan pagi. Begitu pula dengan kondisi Kenzie, sudah tidak demam lagi.
"Sayang, kita jalan-jalan, yuk?"
"Kemana? Naik motor?"
"Kita jalan kaki aja, ngga naik motor, mau ngga?"
"Mau, aku pakai jaket dulu, nanti jajan ya,"
"Yuk"
Sepanjang perjalanan, tak hentinya dia berbicara. Apa aja diobrolin. Dan berhenti kala melihat atau bertemu dengan orang lain. Ada anak kecil dia bilang "hallo, adek,"
Baru setengah perjalanan, "aku capek, mah," sambil jongkok, "gendong," pintanya.
"Hehe, ayuk jalan lagi, masih jauh perjalanan. Jadi beli susu?"
Berhasil dengan kata "susu" dia bangkit sambil berceloteh ria. Kuperlihatkan kali, kali nya agak kotor, banyak pohon bambunya. Tapi jangan dekat-dekat. Emaknya takut.
Di warung,
"Mah, beli susu,"
"Mah, beli sosis,"
Pilihannya berubah-ubah. Hehe. Setelah mendapatkannya dia bilang,
"Makasih ya, mah" sambil senyum-senyum.
"Sama-sama, yuk jalan lagi,"
"Sayang, kita mampir dulu tempatnya mbah uyut dulu ya?"
"Ngapain?"
"Kita bertemu dan salaman dulu, mamah sudah lama tidak bertemu, boleh ya?"
"Jauh?"
"Ngga, tu rumahnya?" Sambil menunjuk rumah pertama setelah kebun.
Setelah salaman dan ngobrol sebentar,
"Mah, pulang yuk,"
"Iya, pamit dulu sama mbahnya kalo mau pulang,"
"Pulang dulu, mbah uti" hehe, dia salaman dulu baru pamit.
Karena dia berperilaku baik, maka kuhadiahi dia susu yang belum dia dapatkan di warung sebelumnya. Dan alhamdulillah walau hanya sebotol susu dia tidak minta lebih (tidak minta jajan yang lain, saya tawarin sosis lagi ga mau).
Perjalanan berikutnya ada kali lagi dan mentok.
"Nang, ada mentok cari makan. Di sana ada juga yang sedang mandi. Coba lihat,"
"Eh iya" jawabnya sambil mendekat.
"Jangan dekat-dekat, kalinya dalam. Coba hitung ada berapa mentoknya,"
Karena belum bisa berhitung dia menjawab ada 3 mentok.
"Itu temennya dia, mah," sambil nunjuk mentok yang agak jauh.

"Iya, yuk jalan lagi"
"Senang ga, nang? Jalan-jalan pagi ini?"
"Senang banget, mah,"

"Mah," panggilnya sambil nunjuk.
"Namanya apa, sayang?"
"Lapangan voli, mah,"
"Betul betul betul," jawab saya meniru ipin.
Kemudian dia melihat kuncup bunga sepatu.
"Mah, ini apa? Boleh? (Boleh dipetik?)"
"Boleh, itu namanya kuncup. Kalau sudah mekar jadinya kaya yang diatas. Mamah ga bisa ambil. Jauh"
"Ooh"
Tak berapa lama saya menemukan bunganya yang bisa dipetik.
"Ini kalau sudah mekar. Namanya bunga sepatu."
"Sepatu ini, mah?" Sambil nunjukin sandalnya.
"Bukan, sayang, ini yang namanya bunga sepatu," sambil nunjukin bunganya.


Alhamdulillah dia tetap semangat walau bilang capek. Dan pengalaman pagi ini juga membuat saya semakin semangat untuk berkomunikasi produktif dengannya.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Tidak ada komentar:

Posting Komentar