Rabu, 16 Mei 2018

Anak 🌟 Bintang 1

Bismillahirrahmanirrahim,

Malam ini adalah tarawih pertama yang mengawali ramadhan tahun ini. Sejak pagi tadi saya sudah  memberikan sedikit gambaran tentang puasa yang tidak makan dan minum di siang hari. Jawabannya adalah,
"Ya ngga to, Mah. Yo maem to?.."
Dengan ekspresi dan logatnya yang medhok banget.

Sesaat lalu, saya memberi gambaran tentang sholat tarawih. Seperti waktu di Semarang dulu, banyak temannya, kemudian sholatnya (rekaatnya) banyak. Kemudian nanti ikut Mbah kung saja, saya belum bisa ikut menemani ke masjid karena harus menemani adek (usia 2,5 bulan). Begitu pesan saya kepadanya dan Alhamdulillah dia sepertinya paham bahwa itu artinya saya dirumah. Saat saya mengajukan pertanyaan,
"kalau mamah ikut ke masjid, nanti siapa yang njagain adek?"
"mamah, to.."
hehe..
Kemudian dengan semangatnya menunjukkan beberapa gerakan sholat mulai dari takbiratul ikram hingga tahiyatul akhir. Tak lupa pula bibirnya bergerak-gerak (umak-umik menurut saya) menirukan orang-orang yang sedang membaca bacaan sholat.

Dari gerakan sholat tersebut, tak lupa saya ikut membenarkan posisi yang benar. Misalnya, cara bersedekap setelah takbiratul ikram (dia menaruh kedua tangannya di bawah ketiak). Alhamdulillah, ga diprotes.. hehe.. (biasanya selalu protes).

Saya menjanjikan kalau ikut sholat tarawih besok mau dibuatkan sarung. Tetapi beli bahan-bahannya dulu. Dia langsung bersemangat.
"Iya, iya," jawabnya
Tak berapa lama kemudian, suami vicall (video call), mengajak Kenzie untuk ikut tarawih bareng Mbah Kung dan puasa besok pagi. Dengan semangatnya, dia bersenandung puji-pujian setelah azan yang telah didengarnya setiap hari. Berhubung papahnya bingung karena oleh Kenzie nada dan liriknya berubah, saya menjelaskan dan Kenzie hanya bisa menjawab iya-iya, hehe.

Kenzie melanjutkan cerita, bahwa yang sering didengarnya itu adalah suara milik Toti, teman sebayanya sekaligus sepupu jauh. Saya bertanya,
"Kenzie ga ikut Toti?"
"Ga berani," jawabnya sambil geleng-geleng dan tersenyum.
Dia sudah bahagia bisa mendengar dan menirukannya. Dan papahnya hanya ikut mengiyakan dan berpesan supaya belajar terus.

Disini saya tidak bisa memaksanya seperti Toti yang sudah pintar mengaji dan menghafalkan beberapa surat pendek karena kebiasaan Toti dan Kenzie berbeda. Disinilah letak pembanding yang selalu disuarakan oleh Simbah. Tetapi saya juga sebisa mungkin menghindari konflik dengan beliau, akhirnya saya memilih diam saja. Eh, malah Kenzie yang selalu punya jawaban dengan gaya khasnya anak-anak. Tetapi ini juga masalah buat Simbah yang katanya dikasih tahu ngeyel. Ya, seperti itulah yang sering terjadi, saya masih belum bisa menemukan dan berani mengutarakan pendapat dengan baik. Walaupun demikian,  setiap saat saya masih mencari cara terbaik buat mengasuh anak-anak sendirian karena kebetulan suami masih di luar kota.

Bagaimana dengan Kenzie yang ikut tarawih malam ini ya? Apakah ikut sholat? Apakah malah lari-larian? Kita tunggu jawabannya esok hari ya...


#semuaanakadalahbintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang




Tidak ada komentar:

Posting Komentar